Advertisement
Sosok

Dari Dapur Hotel ke MasterChef, Rizki Fauzi Purbaya Kejar Mimpi Tanpa Batas

Perjalanan karier di dunia kuliner tidak selalu dimulai dari panggung besar. Bagi Rizki Fauzi Purbaya, proses panjang justru menjadi fondasi penting yang membawanya tampil di ajang bergengsi MasterChef Indonesia.

TIMES Indonesia,
Dari Dapur Hotel ke MasterChef, Rizki Fauzi Purbaya Kejar Mimpi Tanpa Batas
Rizki Fauzi Purbaya mendapat arahan langsung dari Chef Juna yang merupakan salah satu Judges favorit di ajang MCI (FOTO: Dokumentasi pribadi)
A-AA+

BANDUNG Perjalanan karier di dunia kuliner tidak selalu dimulai dari panggung besar. Bagi Rizki Fauzi Purbaya, proses panjang justru menjadi fondasi penting yang membawanya tampil di ajang bergengsi MasterChef Indonesia.

Sekeluar dari Pendidikan LPT Panghegar, ia menjalani karir demi karir di Bandung. Rizki mengawali langkahnya dengan bekerja di sejumlah hotel di Bandung, seperti d’best Hotel dan Mason Pine Hotel.

Advertisement

Dari dapur profesional tersebut, ia yang bersyukur bisa jadi alumni LPT Panghegar Bandung mengasah kemampuan teknik sekaligus membangun kedisiplinan kerja yang ketat.

Kesempatan kemudian membawanya berkarier di luar negeri selama kurang lebih empat tahun.

Pengalaman internasional itu dijalaninya di berbagai negara, mulai dari Abu Dhabi, Arab Saudi, hingga Qatar. Di sana, ia tidak hanya bekerja sebagai koki, tetapi juga mengemban peran sebagai pemimpin tim.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi titik penting dalam membentuk karakter dan kepekaan dalam mengolah makanan.

“Di luar negeri, saya belajar banyak, bukan hanya soal teknik, tapi juga bagaimana memimpin dan bertanggung jawab,” ujarnya, Rabu (06/05/2026).

Advertisement

Sepulang ke Indonesia, Rizki melanjutkan kariernya di berbagai restoran serta terlibat dalam bidang research and development (R&D) menu untuk kafe dan restoran.

Pengalaman ini memperkaya perspektifnya dalam menciptakan inovasi kuliner.

Keputusan mengikuti MasterChef Indonesia bukan tanpa alasan. Rizki mengaku ingin keluar dari zona nyaman dan menguji batas kemampuannya.

“Saya ingin melihat sejauh apa saya bisa berkembang. Belajar tanpa merasa paling tahu, dan bertumbuh tanpa merasa paling bisa,” katanya.

Ia menilai, pengalaman di ajang tersebut memberikan banyak pelajaran berharga. Salah satu yang paling terasa adalah tekanan tinggi saat memasak dalam waktu terbatas, di bawah sorotan kamera, serta penilaian juri.

Pressure-nya luar biasa. Tapi justru itu yang membuat kemampuan kita meningkat dengan cepat,” ucapnya.

Selain peningkatan skill, Rizki juga merasakan manfaat dari sisi exposure dan personal branding. Kehadirannya di layar televisi membuka peluang kolaborasi dan memperluas jaringan di industri kuliner.

Tak kalah penting, pengalaman tersebut membentuk mentalitasnya dalam menghadapi kritik. Ia belajar untuk bangkit setelah kegagalan serta menjadikan masukan sebagai bahan evaluasi.

“Dikritik di depan umum itu tidak mudah. Tapi dari situ mental kita ditempa,” ujarnya.

Rizki juga menyoroti pentingnya membangun identitas sebagai seorang koki. Di ajang tersebut, setiap peserta dituntut menampilkan ciri khas masing-masing, baik dari segi rasa maupun penyajian.

“Di sana kita dipaksa menemukan jati diri. Itu yang sangat penting untuk perjalanan karier ke depan,” katanya.

Di luar kompetisi, Rizki saat ini menjalankan usaha katering meski masih dalam skala kecil. Ia juga tetap aktif dalam pengembangan menu dan berbagai proyek kuliner.

Ke depan, ia memiliki ambisi untuk membuka restoran sendiri. Pengalaman sebagai peserta MasterChef Indonesia diyakini menjadi bekal penting untuk mewujudkan impian tersebut.

Rizki menekankan, kunci utama dalam meniti karier adalah konsistensi dalam belajar, kerendahan hati, serta keselarasan antara usaha dan doa.

“Usahakan apa yang kita doakan, dan doakan apa yang kita usahakan. Saya percaya dari situ jalan akan terbuka,” ujarnya.

Perjalanan Rizki menjadi gambaran bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dibutuhkan kerja keras, keberanian keluar dari zona nyaman, serta komitmen untuk terus berkembang.

Dari dapur hotel hingga panggung nasional, ia membuktikan bahwa mimpi bisa dicapai oleh mereka yang tak pernah berhenti berusaha. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Djarot Mediandoko
PenulisDjarot MediandokoSarjana Muda Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran (1994). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2022. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, , ekonomi bisnis, UMKM, sains, seni, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia