Advertisement
Sosok

Mengenal KH Idham Chalid, Sosok Asal Kalimantan yang Jadi Ikon Uang Rp5000

Setiap lembar uang rupiah bukan sekadar sebagai alat transaksi belaka, tetapi juga sarana memperkenalkan sejarah dan tokoh bangsa. Salah satunya pecahan uang Rp5000 yang menampilkan sosok K.H. Idham Chalid

TIMES Indonesia,
Mengenal KH Idham Chalid, Sosok Asal Kalimantan yang Jadi Ikon Uang Rp5000
Sosok KH. Idham Chalid dalam uang pecahan 5000 rupiah. (FOTO: Dhina/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Setiap lembar uang rupiah bukan sekadar sebagai alat transaksi belaka, tetapi juga sarana memperkenalkan sejarah dan tokoh bangsa. Salah satu pecahan uang Rp5000 tahun emisi 2022 yang menampilkan sosok K.H. Idham Chalid, tokoh nasional asal Kalimantan Selatan yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan politik dan pendidikan Islam di Indonesia.

K.H. Idham Chalid lahir di Satui, Amuntai. kalimantan Selatan pada 27 Agustus 1921. Ayahnya, H. Muhammad Chalid merupakan…

Advertisement

Chalid bersekolah di Sekolah Rakyat. Ia mengenyam pendidikan dasar di Madrasah Al Rasyidiyyah dimana belajar ilmu islam, pengetahuan umum, bahasa inggris dan arab. Pada 1938, ia melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo selama 5 tahun. Setelah lulus, ia pun melanjutkan pendidikannya ke Jakarta. 

pecahan 5000 rupiah

Chalid dikenal sebagai ulama sekaligus negarawan yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting, mulai dari Ketua DPR, Ketua MPR, hingga Wakil Perdana Menteri Indonesia. 

Selain itu, ia juga merupakan tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) yang aktif dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.  Ia menjadi Ketua PB Ma’arif bidang pendidikan pada 1952 dan menjabat selama 34 tahun. Kemudian, dua tahun setelah diangkat, ia diangkat kembali menjadi wakil ketua NU. Melansir dari laman resmi Bank Indonesia, Idham Chalid dikenal sebagai guru politik kaum Nahdlatul Ulama. 

Kiprahnya dinilai berpengaruh dalam kehidupan politik, sosial, dan keagamaan nasional.  

Advertisement

Melansir dari Kompas.com, ia dianugerahi gelar pahlawan pada 7 November 2011 berdasarkan Keppres No.113/TK/Tahun 2011. 

Idham Chalid wafat pada 11 Juli 2010 setelah mengidap stroke selama 10 tahun. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia