Kisah Atlet Taekwondo yang Menaklukkan Trauma Masa Kecil
Di balik medali emas kategori Senior Kyorugi F-62 yang melingkar di lehernya, Amaliya Rizka Winarto menyimpan cerita tentang ketangguhan yang melampaui teknik tendangan di atas matras. Kemenangannya dalam ajang Kejurprov Taekwondo Antar Club Jatim
Malang – Di balik medali emas kategori Senior Kyorugi F-62 yang melingkar di lehernya, Amaliya Rizka Winarto menyimpan cerita tentang ketangguhan yang melampaui teknik tendangan di atas matras. Kemenangannya dalam ajang Kejurprov Taekwondo Antar Club Jatim 2026 pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang lalu bukan sekadar prestasi olahraga, melainkan sebuah perjalanan panjang untuk menemukan keberanian diri.
Mengubah Luka Menjadi Kekuatan
Siapa sangka, atlet tangguh Rhino Fighter yang berusia 20 tahun ini mengawali langkahnya di dunia bela diri karena sebuah pengalaman pahit. Saat masih duduk di bangku kelas 3 SD, Amaliya adalah sosok pendiam yang sering menjadi sasaran perundungan atau bullying.
Guna mengalihkan trauma tersebut, orang tuanya membawanya mencoba berbagai cabang bela diri, mulai dari Karate hingga Silat, sebelum akhirnya ia menemukan "rumahnya" di Taekwondo pada kelas 4 SD. "Taekwondo adalah cara saya mengalihkan pikiran ke hal positif," kenang Amaliya.

Lawan yang Lebih Muda dan Persiapan Kilat
Perjalanan Amaliya meraih emas di Kejurprov kali ini tidaklah mulus. Dengan persiapan yang hanya memakan waktu 2 bulan di tengah kesibukan ujian akademik, ia sempat merasa keteteran. Namun, pengalaman selama 8 tahun bergelut di dunia Taekwondo membuktikan bahwa kerja keras jangka panjang tidak akan mengkhianati hasil.
Di partai final, Amaliya harus menghadapi tantangan mental yang besar melawan atlet-atlet yang lebih muda. "Lawan yang lebih muda itu tantangan tersendiri, nervous-nya sangat terasa. Tapi perjuangan berat menuju final itulah yang membuat kemenangan ini begitu berkesan," tuturnya.
Keberhasilan Amaliya meraih gelar Atlet Terbaik dalam ajang ini menjadi batu loncatan penting bagi kariernya. Dari seorang gadis pendiam yang mencoba membela diri, kini ia telah bertransformasi menjadi salah satu talenta terbaik Jawa Timur yang siap berlaga di panggung nasional maupun internasional.
Kisah Amaliya adalah pengingat bahwa masa lalu yang kelam bisa menjadi pematik untuk masa depan yang gemilang. Di atas matras Taekwondo, Amaliya Rizka tidak hanya menendang lawan, tetapi juga menendang jauh semua keraguan yang pernah menghantuinya di masa kecil. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


