Advertisement
Sosok

Diplomasi Hijab dan Semangat Juang Tiara Ayu Putri dalam Pemberdayaan Perempuan

Dara cantik berusia 21 tahun yang akrab disapa dengan Tiara ini merupakan anak bungsu dari dua bersaudara yang lahir dan tumbuh besar di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

TIMES Indonesia,
Diplomasi Hijab dan Semangat Juang Tiara Ayu Putri dalam Pemberdayaan Perempuan
Tiara Ayu Putri. (FOTO: Tiara for TIMES Indonesia)
A-AA+

CIREBON Sosoknya tenang namun menyimpan keteguhan seorang atlet. Di balik senyum ramahnya, Tiara Ayu Putri adalah gambaran nyata bagaimana perempuan muda masa kini mampu memadukan ketangkasan fisik dengan keanggunan budi. 

Dara cantik berusia 21 tahun yang akrab disapa dengan Tiara ini merupakan anak bungsu dari dua bersaudara yang lahir dan tumbuh besar di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. 

Advertisement

Ketertarikan Tiara pada dunia prestasi sudah terlihat sejak masa remaja melalui jalur yang tergolong menantang, yakni seni bela diri pencak silat. 

Pada tahun 2018, ia menorehkan tinta emas dengan menyabet gelar juara pertama sekaligus dinobatkan sebagai pesilat terbaik dalam ajang Uniku Open. Tidak berhenti di sana, pada tahun yang sama, ia juga membuktikan ketangguhannya dengan meraih posisi juara kedua tingkat SMP se-Wilayah III Cirebon. 

Dalam hal ini semangat juang di atas matras inilah yang kemudian menjadi modal mental baginya untuk melangkah ke panggung yang berbeda.

Transformasi dan Advokasi Perempuan Berhijab

Dunia pageantry kemudian menjadi babak baru dalam perjalanan hidupnya. Tiara berhasil mengukuhkan namanya sebagai Winner Nok Hijab Idola Cirebon 2025. 

Advertisement

Kini aktivitasnya tidak hanya berputar di ruang kelas perkuliahan di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, , tetapi juga disibukkan dengan berbagai agenda sosial bersama Paguyuban Nok Hijab Idola Cirebon. .

Bagi Tiara, keikutsertaannya dalam ajang Nok Hijab hingga melangkah ke panggung Putri Hijabfluencer Jawa Barat adalah sebuah pintu gerbang pengembangan diri yang luas. 

"Saya merasa ajang ini memberi peluang besar untuk memperluas jejaring relasi serta melatih kemampuan komunikasi agar lebih percaya diri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Tiara memandang perannya saat ini sebagai tanggung jawab untuk menjadi teladan bagi perempuan berhijab lainnya agar berani berkarya dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar maupun melalui media sosial.

Fokus utama yang kini ia usung adalah advokasi mengenai pemberdayaan perempuan atau women empowerment. Tiara ingin perempuan muda di Indonesia mampu menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri tanpa harus menanggalkan identitas maupun nilai-nilai etika di era modern. 

"Saya yakin dan percaya bahwa perempuan yang berdaya adalah mereka yang mampu menginspirasi perempuan lain untuk ikut bergerak maju," katanya sembari tersenyum manis.

Dukungan dan Harapan Masa Depan

Kesuksesan yang diraih Tiara hingga saat ini diakuinya tidak lepas dari tangan dingin banyak pihak. Dukungan paling kokoh datang dari kedua orang tua dan keluarganya.

Sebagai penutup, secara khusus Tiara mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak takut mencoba hal-hal baru dan terus mengasah potensi diri. 

"Karena pada akhirnya, keberhasilan seorang perempuan bukan hanya diukur dari prestasi pribadinya, melainkan dari seberapa besar ia mampu memberdayakan sesamanya di tengah perkembangan zaman," imbuhnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum IAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia