Cerita dan Strategi Alifia Valmai Putri Hermawan Bawa UMKM Naik Kelas
Alifia Valmai Putri Hermawan, Winner Beauty Muslimah Indonesia 2026 asal Tasikmalaya, mendobrak stigma kontes kecantikan lewat program 'Mojang Tasik Berdampak' dan inovasi QR Story untuk mendongkrak omzet perajin anyaman lokal.
Tasikmalaya – Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, kerap melahirkan talenta muda yang tidak hanya menonjol dari segi penampilan, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir yang tajam. Di tengah industri kontes kecantikan (pageantry) yang sering kali dinilai bias visual, muncul sosok perempuan muda yang bertekad membalikkan stigma tersebut lewat kerja nyata di akar rumput.
Perempuan itu adalah Alifia Valmai Putri Hermawan, mahasiswi program studi S1 Manajemen semester empat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, anak sulung yang akrab disapa Fia ini telah memikul tanggung jawab besar sebagai pemegang takhta Winner Beauty Muslimah Indonesia 2026 sekaligus Finalis Putri Otonomi Indonesia 2026.
Bagi alumnus SMPN 1 Cineam dan SMAN 1 Cineam ini, panggung kontes kecantikan bukan sekadar ajang unjuk keanggunan di atas lantai peraga. Fia memandang mahkota yang diraihnya sebagai sebuah instrumen akademik dan sosial yang menuntut pertanggungjawaban konkret secara berkala.
Melalui akun Instagram miliknya di @alifiaavalmaiph_ dan akun TikTok @alifiaavph_, ia aktif membagikan aktivitas kesehariannya yang sarat akan pesan pemberdayaan perempuan serta promosi kebudayaan lokal Priangan Timur. Fia membuktikan bahwa ruang digital dapat dioptimalkan menjadi saluran edukasi yang melampaui batas hobi konvensionalnya dalam menari, berburu kuliner, dan membuat konten kreatif.
Menjaga Nilai Seni Lewat Sentuhan Digital
Sebagai Putri Otonomi Indonesia Kabupaten Tasikmalaya 2026, Fia menangkap adanya urgensi besar untuk menyelamatkan industri kerajinan tangan lokal dari gerusan zaman. Langkah nyata tersebut ia tumpahkan melalui inisiasi program bertajuk Mojang Tasik Berdampak, sebuah gerakan kolektif yang mengawinkan kearifan lokal anyaman khas Tasikmalaya dengan modernisasi pemasaran digital.
Ia menyadari bahwa tantangan terbesar perajin tradisional saat ini adalah rantai pemasaran yang monoton serta minimnya literasi branding. Fia kemudian memosisikan dirinya sebagai mentor digital branding bagi para pelaku usaha kecil di daerahnya guna memutus sekat pembatas tersebut.
"Dari program tersebut, diharapkan memiliki dampak yang signifikan terhadap kenaikan omzet perajin minimal 20 persen, masuknya produk anyaman khas Tasikmalaya ke dalam marketplace nasional minimal 5 produk, serta adanya pembelian produk anyaman dari luar daerah bahkan luar negeri minimal 3 UMKM," urai Fia, Minggu (7/6/2026).
Untuk merealisasikan target kuantitatif dari gerakan tersebut, Fia menyuntikkan inovasi berupa penyematan QR Code pada setiap lembar produk anyaman yang dipasarkan. Ketika kode tersebut dipindai oleh ponsel konsumen, sistem akan menampilkan data komprehensif mengenai profil perajin, proses produksi, nilai filosofis kebudayaan, hingga akses kontak langsung untuk transaksi lanjutan.
Melalui konsep yang dinamai QR Story ini, Fia ingin menyuntikkan kesadaran baru di benak pasar bahwa membeli kerajinan tangan lokal bukan sekadar aktivitas konsumsi biasa.
"Saya menegaskan bahwa pembeli tidak hanya membeli produk fisik, melainkan juga ikut mengapresiasi cerita hidup dan nilai luhur kebudayaan yang dirawat oleh para perajin Tasikmalaya," ungkapnya.
Menepis Stigma Visual dan Merawat Kesehatan Mental
Aktivitas Fia tidak berhenti pada urusan pemulihan ekonomi kreatif semata, melainkan juga menyentuh ranah pengembangan karakter dan psikologis perempuan muda. Melalui payung organisasi Beauty Muslimah Indonesia, dara asal Kabupaten Tasikmalaya ini menggulirkan tiga program utama yang berjalan secara simultan.
Program pertama bertajuk Muslimah Branding Action yang fokus mendorong pembentukan citra diri perempuan muslim yang cerdas dan profesional, namun tetap menjaga keluhuran budi pekerti. Sementara program kedua bermanifestasi dalam bentuk rangkaian seminar serta lokakarya kesehatan mental untuk membangun benteng psikologis yang kokoh bagi generasi muda.
Mahasiswi yang juga gemar mendalami manajemen pemasaran ini mengakui bahwa dirinya kerap dihadapkan pada pandangan sebelah mata dari publik yang berasumsi bahwa pemenang kontes kecantikan hanya bermodalkan keelokan fisik. Oleh karena itu, dirinya merasa berkewajiban untuk membuktikan kapasitas intelektualnya lewat program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan esensial masyarakat luas.
"Publik kerap menilai figur kontes kecantikan hanya dari sisi visual, sehingga saya wajib membuktikan kapasitas intelektual melalui program yang berdampak. Selain itu, menyeimbangkan jadwal akademik dengan agenda kunjungan, pemotretan, dan pengabdian menuntut manajemen waktu serta kedisiplinan tinggi," ungkapnya.
Pada pilar ketiga advokasinya, Fia membuka jembatan kolaborasi yang mempertemukan jenama fesyen muslimah tingkat nasional dengan pelaku usaha lokal di Tasikmalaya yang bergerak di bidang abaya, kosmetik, serta perawatan diri seperti Soji Skincare.
"Pola kemitraan ini menjadi sebuah langkah strategis untuk mengerek nilai jual produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif," tutur Fia.
Rentetan Prestasi Sejak Usia Belia
Ketekunan Fia dalam mengabdikan diri tidak lepas dari proses panjang yang telah ia rintis sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Rekam jejak prestasinya di dunia seni catwalk dan pemodelan tercatat sangat panjang, dimulai ketika ia menyabet gelar The Best Catwalk Indonesian Super Model Contest Piala Gubernur Jawa Barat pada tahun 2015 melalui Diamond Management.
Pada tahun yang sama, dia juga membuktikan kedalaman spiritualnya dengan meraih Juara 1 Tahfidz Al-Qur'an Juz 30 serta memenangi ajang Pemilihan Black and White ke-22. Memasuki periode tahun 2016 hingga 2017, Fia merajai berbagai panggung kompetisi model lokal, di antaranya Juara 2 Inti Top Model Jeans Contest, Juara 2 Fresh Care Model Award, Juara 3 Putri Model Busana Muslimah, Juara 3 Foto Genic Fresh Care, Juara 2 Foto Genic Model Batik, Juara 1 Star Model Competition, serta Juara 1 Muslim Muslimah Piala Wakil Wali Kota Banjar.
Dia terus mengasah diri secara multidimensi seiring bertambahnya usia. Fia berhasil meraih Juara Favorit Audisi Religi Tasikmalaya Timur pada tahun 2020 serta terpilih menjadi bagian dari Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2022. Lalu kemampuan akademiknya di bidang sains juga teruji saat ia keluar sebagai Juara Olimpiade Matematika Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2022.
Kecintaannya pada dunia seni tari tradisional kemudian membawanya meraih Juara 2 Tari Kreasi FLS2N Tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023, yang kemudian disusul dengan keberhasilannya menjadi Winner Mojang Kecamatan Cineam serta Finalis Mojang Jajaka Sukapura Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2024.
Di lingkungan kampus Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Fia dinobatkan sebagai Peserta Terbaik PBN 2025 sekaligus menyabet gelar Winner Duta Manajemen 2025. Prestasi tersebut mencapai puncaknya pada tahun ini sebagai 1st RU Beauty Muslimah Jawa Barat 2026, Muslimah Ter-Stand Out 2026, Winner Fashion Show Supermoment Carnaval 2025, dan puncaknya sebagai Winner Beauty Muslimah Indonesia 2026.
Sinergi Kolektif dan Dukungan Lingkungan Terdekat
Keberhasilan Fia dalam merangkai prestasi akademik dan non-akademik diakuinya tidak berjalan di ruang hampa, melainkan berkat sokongan penuh dari lingkaran keluarga terdekatnya.
"Orang tua dan keluarga memberikan kebebasan penuh bagi saya untuk mengeksplorasi potensi diri tanpa pernah membatasi ruang gerak, sepanjang tetap menempatkan pendidikan tinggi sebagai prioritas utama," tambahnya.
Respons positif juga datang dari birokrasi kampus Universitas Perjuangan Tasikmalaya, mulai dari jajaran rektor, wakil rektor, dekan FEB, hingga para dosen di program studi Manajemen yang memberikan kemudahan dispensasi izin selama ia bertugas di luar kota. Di sisi lain, jajaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Bupati dan Ibu Bupati juga memberikan kepercayaan penuh kepada Fia untuk mengemban amanah sebagai representasi daerah di kancah nasional.
Melihat besarnya ruang kolaborasi yang terbuka lebar saat ini, Fia meyakini bahwa perubahan besar hanya bisa digerakkan jika generasi muda mau menanggalkan ego sektoral dan mulai turun tangan membantu sektor ekonomi kerakyatan secara riil. Secara khusus, ia berharap gerakan yang dibawa dapat memicu gelombang kesadaran baru bagi masyarakat, terkhusus anak muda, untuk bangga menggunakan produk lokal.
"Masa depan Kabupaten Tasikmalaya berada di tangan kita. Mari bersinergi, berkolaborasi, dan berkarya nyata. Sebab generasi unggul adalah generasi yang peduli, berdaya, dan berdampak bagi lingkungannya," ucap Fia menutup perbincangan.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


