Langkah Nyata Nadila Hadhaitha Edukasi Kesehatan Masyarakat
Nadila Hadhaitha, mahasiswi keperawatan asal Ciamis, aktif mengkampanyekan hidup sehat, melestarikan budaya, dan menginspirasi pemuda lewat prestasi, organisasi, serta konten digital.
CIAMIS – Denyut nadi kepemudaan di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, kian berwarna berkat kehadiran sosok-sosok muda yang sarat akan kepedulian sosial. Satu di antaranya adalah Nadila Hadhaitha, seorang mahasiswi yang mendedikasikan energinya untuk menjembatani isu kesehatan dan pelestarian budaya lokal.
Melalui posisinya di ranah publik dan organisasi kampus, gadis berusia 22 tahun ini konsisten menyuarakan pentingnya kesadaran hidup sehat dan pemberdayaan generasi muda di tanah kelahirannya.
Dara yang akrab disapa Nadila ini memandang bahwa kesehatan dan budaya merupakan dua pilar penting yang saling bertautan dalam membangun masyarakat.
Dalam hal ini sebagai anak tunggal yang menempuh pendidikan mandiri, ia membawa misi untuk memperluas cara berpikir anak muda dalam memandang kehidupan.
Melalui akun Instagram pribadinya @nadilahadhaithaa dan TikTok @nadhdhtha, ia giat membagikan pesan-pesan positif serta mengampanyekan potensi pariwisata yang dimiliki oleh daerahnya.
Jejak Prestasi dan Pengalaman Kerja Sang Mojang
Langkah nyata mahasiswi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya ini tercermin dari rekam jejaknya yang panjang.
Diketahui Nadila tercatat pernah mengukir prestasi mengesankan sebagai Juara 2 Tari Kreasi Tingkat Kabupaten dan Juara 2 Qasidah Tingkat Provinsi pada tahun 2015 silam.
Ketertarikannya pada bidang olahraga juga mengantarkannya meraih Juara 3 Lomba Futsal Super Futsal Cup tahun 2020 demi menyalurkan hobi olahraganya.
Kiprahnya di dunia kontes kecantikan dan akademik semakin melejit ketika ia dinobatkan sebagai Duta Madya Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dari tahun 2024 hingga sekarang.
Lebih lanjut kepercayaan tersebut bertambah saat dirinya menyabet gelar Mojang Harapan 2 pada Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Ciamis pada tahun 2025.
Tidak berhenti di sana, kemudian ia juga memenangkan Juara 3 Lomba Catwalk Amazing UMTAS pada tahun 2026 yang menegaskan bakatnya di dunia modeling.
Di luar pencapaian kompetisi, Nadila mengasah jiwa kepemimpinannya dengan mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya periode 2025–2026.
Ia juga memegang peran sebagai Koordinator Divisi Kewirausahaan Prabarasa Angkatan 34. Pengalaman komunikasinya diasah tajam lewat keaktifannya menjadi moderator dan pembawa acara pada berbagai kegiatan akademik maupun keorganisasian kampus.
Gadis asal Kabupaten Ciamis yang gemar membaca dan menulis ini juga dikenal pekerja keras di sektor informal untuk mendukung kemandiriannya tersebut.
Nadila menjalani profesi sebagai pekerja lepas untuk Wedding Organizer, talenta promosi, foto produk, model busana, muse, hingga menerima berbagai kerja sama promosi berbayar.
Jauh sebelum menekuni dunia digital, dirinya sudah melatih mental pelayanan dan komunikasi dengan bekerja sebagai pelayan di Kafe Chiller dan Hidden Space Tasikmalaya.
Mengalirkan Advokasi ke Tengah Masyarakat
Aktivitas kesehariannya kini berfokus pada rangkaian program edukasi kesehatan dan pengabdian masyarakat secara berkala. Ia rajin turun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan kampanye hidup sehat sekaligus mempromosikan kearifan lokal.
Keterlibatan Nadila dalam program kepemudaan dirancang khusus untuk mendorong anak-anak muda agar berani mengambil peran kreatif dan berprestasi di lingkungan mereka sendiri.
Lalu Nadila mengungkapkan bahwa kesempatan aktif di berbagai kegiatan sosial dan organisasi ini memberikan keuntungan berupa jaringan relasi yang luas.
"Saya merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan banyak orang dari latar belakang berbeda dan belajar dari pengalaman mereka untuk terus bertumbuh," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).
Menurut pandangannya, dengan dinamika tersebut membentuk kematangan berpikir, cara berperilaku, serta kedewasaan sikap dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
Menembus Tantangan Jarak dan Memori Ibu
Dalam menjalani aktivitas yang padat di perantauan tentu bukan perkara yang mudah bagi seorang anak tunggal yang harus terpisah dari keluarga.
Dia mengakui bahwa tantangan terbesarnya adalah membagi waktu secara adil antara tuntutan akademik, tanggung jawab organisasi, pekerjaan sampingan, dan kehidupan personal.
"Kondisi ini menuntut konsentrasi ekstra agar seluruh tanggung jawab yang diemban dapat berjalan beriringan tanpa ada yang dikorbankan," ungkapnya sembari tersenyum manis.
Kesedihan mendalam sempat mewarnai langkahnya karena ia harus berjuang tanpa kehadiran sang ibu yang kini telah berpulang ke Rahmatullah.
Meski menjalani hari-hari jauh dari orang tua, ia menyatakan bahwa untaian doa, kepercayaan, dan semangat dari keluarga selalu menjadi kekuatan terbesar.
"Alhamdulillah saya dikelilingi oleh lingkungan pertemanan, dosen, serta tenaga kependidikan yang selalu positif dan suportif dalam mendukung setiap prosesnya. Semua pencapaian yang diraih merupakan buah dari doa dan kepercayaan yang dititipkan oleh orang-orang di sekitar," ucapnya dengan nada penuh syukur.
Harapan dan Ajakan untuk Generasi Muda
Ke depan, mahasiswi keperawatan ini berharap seluruh kontribusi kecil yang telah dilakukannya dapat membawa dampak nyata bagi sektor pendidikan dan pelestarian budaya.
Ia memiliki cita-cita besar untuk terus menginspirasi generasi muda agar tidak takut bermimpi dan berani mengambil langkah konkret demi perubahan sosial. Baginya, pemuda hari ini harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap nasib lingkungan sekitar mereka.
Lebih jauh Nadila memberikan pesan mendalam dengan mengajak masyarakat terutama kaum muda untuk berani keluar dari zona nyaman demi menguji potensi diri yang sesungguhnya.
Dia menyampaikan bahwa keberhasilan maupun kegagalan merupakan bagian utuh dari proses pendewasaan yang akan membentuk karakter menjadi lebih bijaksana.
"Waktu muda tentunya harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas relasi, mengasah bakat, dan menjaga kesehatan," sambungnya.
Secara khusus dia mengingatkan kembali bahwa sebuah perubahan yang masif tidak perlu menunggu seseorang menjadi sosok yang sempurna terlebih dahulu.
Menurut penjelasan Nadila, bahwa langkah awal yang konsisten jauh lebih berharga daripada sekadar wacana yang besar tanpa ada tindakan nyata.
"Saya yakin dan percaya bahwa langkah kecil yang diayunkan bersama dengan komitmen tinggi akan mampu membuka jalan bagi terciptanya pribadi yang lebih baik setiap harinya," tandasnya menutup penyampaian.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


