Advertisement
Sosok

Kisah Adam Kandias, Putra Banyuwangi Peraih Juara 3 Dunia CanSat Competition

Nama Adam Kandias, kini menjadi kebanggan baru bagi Banyuwangi dan Indonesia di kancah internasional. Pemuda asal Bumi Blambangan ini sukses mengharumkan nama bangsa setelah menyabet Juara 3 Dunia dalam ajang CanSat Competition 2026 yang digelar di V

TIMES Indonesia,
Kisah Adam Kandias, Putra Banyuwangi Peraih Juara 3 Dunia CanSat Competition
Adam Kandias, peraih Juara 3 Dunia Cansat Competition di Amerika Serikat. (FOTO: Dokumentasi TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Nama Adam Kandias, kini menjadi kebanggan baru bagi Banyuwangi dan Indonesia di kancah internasional. Pemuda asal Bumi Blambangan ini sukses mengharumkan nama bangsa setelah menyabet Juara 3 Dunia dalam ajang CanSat Competition 2026 yang digelar di Virginia, Amerika Serikat.

Prestasi tersebut tidak diraih dengan mudah. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) dan didukung NASA ini diikuti oleh 67 tim dari 21 negara.

Advertisement

Para peserta ditantang untuk merancang, membangun, hingga meluncurkan satelit mini dalam serangkaian tahapan ketat selama hampir satu tahun.

Adam Kandias bersama tim Bamantara EEPISAT berhasil menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu menembus babak final dan bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.

Puncaknya, mereka sukses mengamankan posisi tiga besar dunia pada kompetisi yang berlangsung pada 8 Juni 2026 tersebut.

Adam, yang kini merupakan mahasiswa semester empat Program Studi Teknik Komputer di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), memiliki peran penting dalam tim.

Dia bertanggung jawab mengembangkan perangkat lunak Ground Control Station (GCS), sistem komunikasi data, serta riset antena untuk mendukung misi satelit mini yang mereka rancang.

Advertisement

Namun perjalanan Adam menuju panggung dunia dimulai jauh sebelum itu. Semasa bersekolah di SMKN 1 Banyuwangi, dia mengikuti program Jagoan Digital Banyuwangi angkatan 2023–2024 yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dari program inilah, minat dan kemampuannya di bidang teknologi mulai terasah.

Melalui program inkubasi tersebut, Adam mengembangkan startup bernama “Tambalin” dan mendapatkan banyak pengalaman penting, mulai dari pengembangan teknologi, pemecahan masalah berbasis inovasi, hingga kemampuan public speaking.

Pengalaman inilah yang kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan risetnya di dunia perkuliahan.

“Program Jagoan Digital memberikan banyak pengalaman yang tidak saya dapatkan di sekolah, terutama tentang bagaimana mengubah ide menjadi inovasi nyata dan berani tampil menyampaikan gagasan,” ungkap Adam.

Di sisi lain, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga dan berharap prestasi Adam dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Banyuwangi untuk terus mengembangkan potensi di berbagai bidang.

“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Semoga bisa menjadi inspirasi anak-anak muda Banyuwangi untuk terus berprestasi,” kata Ipuk.

Program Jagoan Digital sendiri merupakan salah satu ekosistem inkubasi talenta muda Banyuwangi yang telah melahirkan banyak alumni berprestasi. Tak sedikit di antaranya yang kini bekerja di perusahaan startup nasional maupun meraih prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Dari Banyuwangi, Adam Kandias membuktikan bahwa ruang belajar tidak hanya ada di dalam kelas. Dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian mencoba hal baru, dia berhasil menembus panggung dunia dan membawa nama Indonesia bersinar di ajang teknologi antariksa internasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhamad Ikromil Aufa
PenulisMuhamad Ikromil AufaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2024. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia