Susanti Wijaya Bangkit dari Kegagalan Bisnis, Kini Jadi Top Creator TikTok dan Pendiri Maksan Agency
Susanti Wijaya sukses bangkit setelah bisnisnya terdampak pandemi COVID-19. Kini ia menjadi Top Creator TikTok dengan 1,2 juta followers sekaligus pendiri Maksan Agency yang membina puluhan kreator affiliate.
JAKARTA – Pandemi COVID-19 menjadi titik balik dalam perjalanan hidup Susanti Wijaya. Bisnis yang selama bertahun-tahun ia bangun harus berhenti akibat krisis, namun dari keterpurukan itu lahir peluang baru yang mengubah arah kariernya. Berbekal konsistensi membuat konten di TikTok, perempuan yang akrab disapa Cici Maksan tersebut kini dikenal sebagai Top Creator TikTok Indonesia dengan lebih dari 1,2 juta pengikut, sekaligus pendiri Maksan Agency, agensi resmi TikTok yang membina puluhan kreator affiliate.
Lahir pada 9 Mei 1983, Susanti mulai terjun ke dunia konten digital pada 2020 ketika pandemi memukul sektor usaha yang digelutinya. Keputusan beralih profesi dari pengusaha menjadi kreator konten bukan perkara mudah. Ia mengaku sempat diliputi rasa malu dan gengsi karena harus melakukan siaran langsung setiap hari demi mencari peluang penghasilan baru.
"Awalnya memang malu dan gengsi. Dulu saya punya usaha, lalu harus live di TikTok setiap hari. Tetapi ternyata dari situlah peluang baru terbuka," kenangnya.
Melalui akun TikTok @susanti.wjy, Susanti membangun kedekatan dengan audiens lewat konten yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Aktivitas sebagai ibu rumah tangga, ulasan berbagai produk, hingga cerita tentang kesehariannya bersama hewan peliharaan menjadi tema yang rutin ia bagikan. Konsistensi tersebut perlahan membangun komunitas pengikut yang loyal sekaligus mengantarkannya menjadi salah satu kreator dengan performa terbaik di platform tersebut.
Salah satu identitas yang melekat pada dirinya adalah kepedulian terhadap hewan, terutama kucing liar. Ia kerap membagikan kegiatan memberi makan kucing-kucing terlantar serta merawat anjing peliharaan ras Bichon Frise. Karakter yang autentik itu menjadi pembeda sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan para pengikutnya.
Popularitas yang terus meningkat membuat Susanti dipercaya menjalin kolaborasi dengan berbagai perusahaan nasional maupun internasional. Sejumlah merek seperti AZKO, IKEA, Informa, Philips, Hannoch, hingga Joyko pernah menggandengnya dalam berbagai kampanye pemasaran digital, mempertegas reputasinya sebagai kreator yang memiliki kredibilitas tinggi di bidang affiliate marketing dan digital branding.
Keberhasilan sebagai affiliate kemudian mendorongnya mendirikan Maksan Agency, sebuah Multi-Channel Network (MCN) resmi TikTok yang berfokus pada pembinaan kreator affiliate. Ide tersebut berawal dari banyaknya teman dan pengikut yang meminta bimbingan untuk memulai karier sebagai affiliate. Melihat kebutuhan yang besar, Susanti memutuskan membangun sistem pendampingan yang lebih profesional.
Kini, lebih dari 70 kreator bergabung di bawah naungan Maksan Agency.
"Melalui Maksan Agency, kami memberikan pendampingan untuk para kreator, mulai dari analisis performa akun, evaluasi konten, konsultasi strategi pengembangan, hingga membantu menghubungkan kreator dengan berbagai brand. Kami juga membantu proses negosiasi agar kreator memperoleh komisi affiliate yang lebih optimal," jelasnya.
Sebagai agensi resmi TikTok, Maksan Agency menerapkan sistem yang transparan. Pendapatan agensi berasal dari skema management fee sharing yang dipotong otomatis dari komisi affiliate melalui sistem TikTok. Dengan mekanisme tersebut, kreator tidak dibebani biaya tambahan di luar platform.
Menurut Susanti, model kerja tersebut membuat kepentingan agensi dan kreator berjalan searah. Semakin berkembang performa kreator, semakin besar pula keberhasilan yang diraih agensi.
Selain membangun komunitas kreator, Susanti juga semakin sering dipercaya menjadi pembicara dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan TikTok. Dalam sejumlah forum, termasuk acara di Bandung beberapa waktu lalu, ia membagikan pengalaman membangun personal branding, mengembangkan bisnis digital, hingga strategi membangun agensi dari nol.
Di balik kesibukannya, Susanti tetap menjalankan peran sebagai ibu dari dua anak. Ia mengaku masih rutin melakukan siaran langsung setiap hari sebagai bagian dari aktivitasnya sebagai kreator. Perjalanan yang berawal dari membuat konten di rumah kini berkembang menjadi bisnis yang terus bertumbuh. Operasional Maksan Agency yang semula memanfaatkan ruang di rumah kini telah berkembang hingga memiliki kantor sendiri untuk mendukung aktivitas puluhan kreator yang berada di bawah naungannya.
Bagi para kreator yang baru memulai perjalanan di dunia digital, Susanti berpesan agar tidak hanya berorientasi pada jumlah pengikut maupun nilai penjualan. Menurutnya, fondasi utama adalah membangun persona yang kuat, menghasilkan konten yang memberi manfaat, serta menciptakan hubungan yang sehat dengan audiens dan brand.
"Jadilah yang terbaik di satu kategori. Bangun pola pikir untuk membantu TikTok, membantu brand, dan membantu followers. Kalau tiga hal itu berjalan, pertumbuhan akun akan mengikuti," ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


