Dukung Pengelolaan Sampah Secara Digital, Nazwa Aulia Nursyifa Gagas Advokasi INTEKMA
Langkah nyata Aulia dalam dunia akademik dan sosial diperkuat oleh latar belakang pendidikannya saat ini. Ia tercatat sebagai mahasiswi aktif di Fakultas Hukum Universitas Pasundan.
BANDUNG – Dunia advokasi lingkungan di Jawa Barat kehadiran energi baru yang penuh inovasi. Nazwa Aulia Nursyifa merupakan mahasiswi berusia 19 tahun asal Kabupaten Bandung yang kini aktif sebagai Finalis Top 30 Duta Lingkungan Jawa Barat 2026.
Anak kedua dari dua bersaudara ini memiliki kegemaran berlari, bernyanyi, dan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial serta pengembangan diri.
Melalui akun Instagram miliknya di @nazwayyas, ia juga kerap membagikan energi positif dan aktivitas kesehariannya kepada publik.
Langkah nyata Aulia dalam dunia akademik dan sosial diperkuat oleh latar belakang pendidikannya saat ini. Ia tercatat sebagai mahasiswi aktif di Fakultas Hukum Universitas Pasundan.
Lalu komitmennya yang tinggi pada isu sosial juga membawa berkah tersendiri berupa apresiasi akademik yang luar biasa dari institusi pendidikan tinggi.
Deretan Prestasi dan Pengalaman Kerja
Perjalanan prestasi Aulia di bidang olahraga dan kontes advokasi terbilang sangat gemilang. Ia pernah mengukir prestasi sebagai Juara 1 Junior Komite minus 59 kilogram Putri pada UPI Karate Cup IV Nasional Open Tournament dan Festival.
Tidak berhenti di sana, ketangguhannya di matras karate kembali terbukti saat meraih Juara 3 Kadet Komite minus 59 kilogram Putri pada IPDN Karate Open Championship 2023 dalam gelaran Sirkuit III FORKI Jawa Barat.
Keberhasilan terbesarnya di ranah publik tercapai ketika ia dinobatkan sebagai peraih selempang Juara 3 Putri Wanita Indonesia Tanpa Tembakau 2026 atau 2nd Runner Up Putri WITT Indonesia.
Berkat pencapaian nasional tersebut, Aulia sapaan akrabnya berhasil memperoleh beasiswa penuh seratus persen hingga semester delapan di Universitas Jakarta Internasional.
Kemudian lebih istimewanya lagi, prestasi gemilang di ajang Putri WITT ini juga mendatangkan penghargaan langsung dari Bupati Lampung sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya.
Inovasi INTEKMA untuk Pengelolaan Sampah
Fokus utama gerakan yang diusung oleh Aulia saat ini bertumpu pada aspek lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sebagai wujud nyata komitmennya, ia mengangkat sebuah gagasan bertajuk INTEKMA yang merupakan akronim dari Inovasi Teknologi dan Manfaat.
"Advokasi ini mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital ke dalam sistem pengelolaan lingkungan, khususnya dalam upaya menekan volume sampah secara sistematis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Aulia menjelaskan bahwa melalui INTEKMA, teknologi digunakan untuk membangun ekosistem yang menghubungkan pemerintah, pendamping lapangan, komunitas, akademisi, hingga masyarakat luas.
"Dengan ekosistem yang saling terintegrasi ini, proses pendataan dan pelaporan dapat berjalan lebih cepat. Pemantauan dan evaluasi program juga menjadi lebih akurat karena semuanya dilakukan berbasis data yang riil di lapangan," ungkapnya.
Pilot Project Berbasis Digital di Kota Bandung
Dalam hal ini lebih lanjut sebagai langkah implementasi awal, mahasiswi hukum ini telah mengembangkan sebuah pilot project berupa situs web digitalisasi sistem pengurangan sampah.
Platform digital ini sambung dia dirancang khusus untuk mendukung Program Pendamping Lapangan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung.
Situs tersebut berfungsi mempermudah pendataan masyarakat, dokumentasi program, pemetaan wilayah binaan, hingga monitoring capaian secara terpadu.
Situs web ini juga menyediakan ruang edukasi digital mengenai pemilahan sampah dari sumbernya dan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle. Konsep ekonomi sirkular dan informasi program lingkungan yang bisa diikuti masyarakat turut dihadirkan di sana.
"Secara khusus saya sangat berharap dengan adanya inovasi ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima informasi pasif melainkan ikut terlibat aktif menjaga lingkungan sekitar," katanya menjabarkan.
Peluang dan Tantangan Gerakan Masa Depan
Pengembangan INTEKMA tentu berjalan beriringan dengan dinamika peluang dan tantangan yang ada di era digital.
Peluang besar muncul dari pesatnya perkembangan teknologi saat ini yang memungkinkan terciptanya sistem pengelolaan sampah transparan dan terintegrasi.
"Dukungan yang mengalir dari pemerintah, komunitas, institusi pendidikan, hingga sektor swasta menjadi modal utama untuk mendorong inovasi berkelanjutan," ungkap Aulia dengan nada penuh semangat.
Namun, tantangan nyata juga tidak dapat dihindari dalam pelaksanaan program di lapangan. Aulia mengakui bahwa diperlukan dukungan infrastruktur, pendanaan, serta sumber daya manusia yang mumpuni agar inovasi ini bisa berjalan optimal.
"Tentunya dengan menjaga sinergi dan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan juga menjadi faktor krusial agar program ini terus berkembang," imbuh Aulia menambahkan.
Harapan dan Ajakan Kolaborasi bagi Generasi Muda
Dia menaruh harapan besar agar INTEKMA tidak hanya memberi manfaat di Kota Bandung semata. Ia menginginkan inovasi berbasis teknologi ini bisa diterapkan di berbagai kabupaten dan kota lain di seluruh wilayah Jawa Barat.
Kehadiran platform ini diharapkannya mampu meningkatkan efektivitas kerja para pendamping lapangan serta memperkuat akurasi data untuk penyusunan kebijakan lingkungan.
Lebih jauh dirinya menegaskan bahwa penyelesaian masalah lingkungan membutuhkan kepedulian bersama yang dipadukan dengan semangat gotong royong.
Perubahan besar bagi bumi selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.
"Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat luas terutama generasi muda di manapun berada untuk mengambil peran penting sebagai pelopor perubahan demi masa depan yang lebih hijau," tuturnya.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan Terdekat
Keberhasilan Aulia melangkah sejauh ini tidak lepas dari kehadiran orang-orang terdekat yang selalu mengiringi perjalanannya. Ia menyatakan sangat bersyukur memiliki orang tua yang senantiasa memberikan doa, motivasi, serta kepercayaan penuh.
Dukungan moral tersebut menjadi modal utama bagi dirinya untuk berani mengambil setiap peluang dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.
Selain keluarga, ia juga mendapat suntikan semangat yang besar dari teman-teman, dosen, hingga orang terdekat dalam mengembangkan advokasi lingkungan ini.
Masukan dan kesempatan belajar yang diberikan oleh lingkungan sekitar diakui menjadi bahan bakar utama baginya untuk terus berkarya. Ia berharap kolaborasi yang harmonis ini dapat terus terjaga demi mewujudkan lingkungan yang jauh lebih bersih dan sehat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


