Advertisement
Sosok

Danillah Nur Rahmat Gaungkan Edukasi Rupiah Inklusif dan Pelestarian Budaya serta Bahasa Daerah

Perjalanan akademis dan organisasi Danillah Nur Rahmat dipenuhi dengan sederet pencapaian yang membanggakan.

TIMES Indonesia,
Danillah Nur Rahmat Gaungkan Edukasi Rupiah Inklusif dan Pelestarian Budaya serta Bahasa Daerah
Danillah Nur Rahmat. (FOTO: Danillah for TIMES Indonesia)
A-AA+

TASIKMALAYA Sosok bernama lengkap Danillah Nur Rahmat, pemudi berusia 21 tahun asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kini tengah mencuri perhatian lewat kontribusi nyatanya. 

Anak semata wayang yang menempuh studi di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini aktif membagikan aktivitasnya melalui akun media sosial Instagram @danillanr. 

Advertisement

Di sela hobinya membaca buku, ia juga sukses mengukir tanggung jawab besar dengan meraih selempang Mojang Wakil 2 Kota Tasikmalaya tahun 2025.

Tak hanya itu, dia saat ini sedang melangkah sebagai Finalis Mojang Cinta Bangga Paham Rupiah pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kota Tasikmalaya. 

Perjalanan akademis dan organisasinya dipenuhi dengan sederet pencapaian yang membanggakan. Ia tercatat pernah meraih Juara II National News Anchor Competition PRAction Universitas Indonesia. 

Ia juga membuktikan kemampuannya dengan masuk dalam jajaran Top 5 sekaligus menyabet gelar Best Photogenic dalam ajang Duta Kampus PPBS UPI 2023 sebagai finalis termuda. 

"Alhamdulillah pengalaman profesional juga telah saya dapatkan dengan kepemilikan sertifikasi Liaison Officer dari BNSP," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Selasa (7/7/2026).

Advertisement

Edukasi Rupiah Inklusif untuk Semua

Lebih lanjut pada momen ajang pemilihan mojang CBP Rupiah KPw Bank Indonesia Kota Tasikmalaya, Danillah bersama rekan satu tim menginisiasi gerakan edukasi bertajuk sadulur CBP Rupiah. 

Dalam program tersebut, ia memegang peran krusial sebagai kepala acara yang bertugas memetakan kerja tim. Ia berkolaborasi erat bersama finalis lain seperti Neng Yama Novia, Naysila, Dikayla, dan Adel untuk melahirkan konsep inovatif.

Kolaborasi ini melahirkan program Cinta Bangga Paham Rupiah yang dipadukan dengan konsep rupiah inklusif. Edukasi tersebut menyasar masyarakat Kecamatan Cipedes dengan fokus mengenalkan kode tunanetra atau blind code pada uang kertas. 

Dalam penuturan Danillah, dirinya menyatakan bahwa tahap tersebut sangat berarti bagi dirinya karena bisa berkolaborasi dalam satu kelompok dengan orang-orang yang hebat.

Ruang Hangat Melestarikan Budaya

Selain fokus pada edukasi keuangan, ia juga menaruh perhatian besar pada kelestarian budaya lokal. Melalui Paguyuban Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya, ia mengenalkan program ngariung sebagai wadah belajar bersama masyarakat. 

"Tentunya program ini digaungkan  bertujuan untuk memelihara dan melestarikan bahasa daerah lewat konsep yang terbuka dan menyenangkan," katanya dengan nada penuh semangat sembari tersenyum manis.

Kegiatannya dikemas secara variatif agar menarik minat masyarakat luas. Pada pelaksanaannya,

Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya tahun 2025 berkolaborasi dengan Rumah Belajar Batik Tasikmalaya YCAB Foundation. Mereka menggelar kegiatan membatik diiringi dengan belajar melestarikan bahasa sunda bersama.

Kolaborasi Tanpa Batas dan Kemenangan Mendengar

Danillah meyakini bahwa ruang kolaborasi di era saat ini sudah semakin tidak memiliki batasan. Menurutnya, ide dan semangat merupakan bahan bakar utama yang harus terus dituangkan dalam bidang pekerjaan apa pun. 

Ia menyadari perjalanan ini tidak selalu mudah dan menuntut banyak pengorbanan serta pilihan sulit. Namun, dia optimis jika dijalani dengan ketulusan, proses ini akan membuka pintu kebaikan yang lebih luas.

Bagi Danillah, sebuah kemenangan sejati adalah buah dari proses mendengarkan yang mendalam. Ia mengungkapkan bahwa mendengarkan beragam pikiran, keluh kesah, ide, atau bahkan pikiran selintas dari sekitar adalah bahan bakar utama inovasi. 

"Proses mendengar itulah yang mewujudkan advokasi untuk beragam bentuk kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas terutama generasi muda," tuturnya dengan tegas.

Pesan Dedikasi untuk Generasi Muda

Ia juga menyelipkan pesan mendalam yang ditujukan khusus bagi siapa saja yang berjiwa muda.

Dia berpesan agar para pemuda meluruskan niat untuk mendedikasikan diri pada kebaikan dan kebermanfaatan.

Danillah pun menegaskan bahwa apa pun tujuan di baliknya, jika niat itu diteguhkan, tidak akan ada pengorbanan yang berujung pada kesia-siaan.

Keberhasilan langkah ini diakuinya tidak lepas dari dukungan penuh orang-orang terdekat di sekelilingnya. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada ibu, ayah, nenek, almarhum abah, serta keluarga besarnya. 

"Apresiasi tinggi juga saya sampaikan kepada Paguyuban Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya di bawah naungan Disporabudpar Kota Tasikmalaya dan Bank Indonesia KPw Kota Tasikmalaya," imbuhnya.

Lebih jauh Danillah menyebut bahwa dukungan pihak-pihak tersebut membuat hal yang mustahil menjadi nyata, dan ia berharap kolaborasi ini terus menyebarkan kebermanfaatan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum IAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia