Advokasi ‘Glimmery Sisters’, Ikhtiar Syahranny Era El Raisy Dorong Kemandirian Kaum Perempuan
Glimmery Sisters hadir untuk memfasilitasi peningkatan keterampilan, pengembangan diri, serta edukasi mengenai literasi keuangan dan kewirausahaan.
JAKARTA – Langkah kaki perempuan muda bernama lengkap Syahranny Era El Raisy itu tampak mantap saat melintasi ruang-ruang aktivitasnya yang padat di Jakarta.
Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, dia telah memikul tanggung jawab besar, tidak hanya sebagai representasi Muslimah ibu kota, tetapi juga sebagai motor penggerak bagi kemandirian kaum hawa.
Anak kedua dari tiga bersaudara yang juga mahasiswi S1 Fakultas Hukum UIN Syarif Hidayatullah ini lahir dan tumbuh di Jakarta dengan kecintaan yang besar pada dunia literasi dan seni.
Di sela kesibukannya tersebut, ia masih sempat menyalurkan hobinya membaca, berkuda, hingga memetik senar gitar, sebuah harmoni yang menggambarkan keseimbangan hidupnya.
Sosok yang kini menyandang gelar sebagai Winner Miss Hijab Jakarta 2025 tersebut aktif membagikan energi positifnya melalui akun Instagram @syahrannyelraisy.
"Lewat media sosial tersebut, saya menyebarkan gagasan mengenai pentingnya ruang bertumbuh bagi sesama perempuan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (8/7/2026).
Deretan Prestasi Akademik dan Internasional
Dalam hal ini perjalanan akademis Syahranny dibentuk dari lingkungan pesantren saat menempuh pendidikan SMP dan SMA di Al Nahdlah Islamic Boarding School Depok.
Fondasi agama yang kuat mengantarkannya meraih Juara 3 Musabaqah Qiraatil Kutub wustha UQ Cup Tingkat Jabodetabek pada tahun 2022, sebuah awal dari rangkaian pencapaian gemilang berikutnya.
Setahun setelahnya, ia meraih prestasi dengan terpilih menjadi Delegasi Republik Indonesia dalam ajang Jenesys ASEAN-Japan student exchange di Jepang pada tahun 2023.
Hal tersebut disusul dengan keberhasilannya menyabet gelar Juara 1 Duta Fakultas Hukum UIN Jakarta serta menjadi bagian dari International Student Mobility Program ke Fakultas Hukum Universiti Malaya Malaysia pada tahun 2024.
Tidak berhenti di tingkat regional, ia berhasil membawa pulang Verbal Commendation Award pada Festigo Model United Nations sebagai delegasi Republik Prancis pada tahun 2025.
Kemudian pada tahun yang sama, pengakuan atas kapabilitasnya semakin diperkuat dengan terpilihnya Syahranny sebagai penerima beasiswa PUSFAHIM BPKH RI.
Glimmery Sisters untuk Kemandirian Finansial
Berbekal pengalaman dan jaringan yang luas, Syahranny kemudian mendirikan Glimmery Sisters, sebuah gerakan sosial yang didedikasikan untuk pemberdayaan perempuan.
"Melalui wadah ini, saya ingin mendorong kaum perempuan Indonesia agar berani berkarya dan mencapai kemandirian secara finansial," katanya.
Syahranny menjelaskan bahwa Glimmery Sisters hadir untuk memfasilitasi peningkatan keterampilan, pengembangan diri, serta edukasi mengenai literasi keuangan dan kewirausahaan.
Menurut pandangannya, bahwa setiap perempuan itu memiliki potensi luar biasa yang sering kali belum tergali secara optimal karena keterbatasan ruang.
Ia meyakini bahwa kemandirian ekonomi akan memberikan dampak domino yang positif, tidak hanya bagi individu tersebut, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
"Harapannya, tentu wadah ini semoga bisa menjadi ekosistem yang saling menguatkan antar-perempuan di manapun berada," ucap Syahranny menatap lanskap pergerakan perempuan saat ini.
Peluang dan Tantangan di Era Digital
Ia melihat adanya peluang besar yang terbuka lebar berkat kemajuan teknologi. Kehadiran media sosial memudahkan akses untuk belajar dan berjejaring tanpa sekat geografis bagi perempuan yang ingin memulai usaha.
Namun, ia tidak menampik adanya ganjalan psikologis dan struktural yang masih sering dijumpai di lapangan. Salah satu kendala utama yang kerap ditemukan adalah rendahnya rasa percaya diri dari sebagian perempuan karena merasa kapasitas diri mereka belum mumpuni.
"Tantangan nyata lainnya adalah kesenjangan akses edukasi dan pendampingan ekonomi di berbagai daerah, serta cara menjaga konsistensi semangat komunitas agar manfaatnya terus berkelanjutan dan tidak bersifat musiman," ungkapnya.
Harapan dan Kolaborasi Multisektor
Ke depan, Syahranny menggantungkan harapan besar agar Glimmery Sisters dapat memperluas jangkauan kebermanfaatannya hingga ke seluruh pelosok negeri.
"Kita memimpikan sebuah gerakan yang benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengubah taraf hidup masyarakat. Untuk mewujudkan mimpi besar itu, saya ingin membuka pintu sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan," tuturnya.
Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku sektor usaha, serta organisasi sosial menjadi kunci agar program kerja yang dirancang dapat bergulir lebih masif.
Lebih jauh Syahranny menyatakan bahwa perubahan besar memerlukan gotong royong dari banyak pihak yang satu frekuensi untuk memandirikan perempuan Indonesia.
Ajakan Bergerak bagi Generasi Muda
Mengakhiri perbincangan, dia menyelipkan pesan mendalam bagi generasi sebanyanya untuk tidak menunda langkah dalam berbuat kebaikan. Ia meminta anak-anak muda untuk membuang jauh ketakutan akan kegagalan di awal perjalanan.
"Jangan menunggu merasa sempurna baru bergerak, karena proses belajar justru dimulai ketika kita berani mengambil langkah pertama," imbuh Syahranny menambahkan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang inklusif agar setiap perempuan mendapatkan kesempatan setara untuk berkembang.
Dirinya menekankan bahwa saat seorang perempuan berhasil berdaya, maka secara otomatis sebuah bangsa juga akan ikut bertumbuh.
Dukungan Keluarga dan Ekosistem Terdekat
Di balik kegigihannya, ia mengakui bahwa bahan bakar utamanya dalam bergerak adalah dukungan tanpa henti dari orang-orang terdekat.
Orang tua menjadi pilar utama yang selalu mengalirkan doa dan mengajarkan esensi hidup tentang arti berbagi manfaat kepada sesama.
Rasa terima kasih juga ia sampaikan kepada jajaran mentor, sukarelawan, dan teman yang telah mempercayai visi besar Glimmery Sisters. Dukungan berupa ide dan tenaga menjadi alasan kuat mengapa gerakan ini mampu bertahan dan terus berkembang.
"Bagi saya kebersamaan dan loyalitas dari tim di sekeliling membuktikan bahwa perubahan tidak bisa dicapai secara individual, melainkan melalui kerja kolektif yang konsisten," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


