Lewat Balutan Kebaya Indonesia, Nayla Shafavirly Arifianti Bawa Gagasan Pemberdayaan Perempuan
Melalui akun media sosial pribadinya, Nayla aktif membagikan berbagai kegiatan positif serta menginspirasi generasi muda untuk bangga mengenakan kebaya dalam aktivitas sehari-hari.
SEMARANG – Langkah awal dalam upaya pelestarian budaya sering kali lahir dari adanya rasa kepedulian yang mendalam serta kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga identitas bangsa di tengah gempuran arus modernisasi.
Hal inilah yang mendorong Nayla Shafavirly Arifianti, seorang mahasiswi semester tujuh jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang, untuk mendedikasikan dirinya pada pelestarian warisan leluhur.
Gadis berusia 21 tahun asal Semarang yang akrab disapa Ayla ini merupakan anak sulung dari tiga bersaudara yang memiliki kegemaran membaca buku, menonton serial, hingga berselancar dalam ketenangan yoga.
Dedikasinya yang tinggi terhadap pelestarian busana adat membawanya berhasil menyandang gelar prestisius yaitu sebagai peraih selempang Winner Puteri Kebaya Indonesia tahun 2026.
Melalui akun media sosial Instagram pribadinya di @naylavirly, ia aktif membagikan berbagai kegiatan positif serta menginspirasi generasi muda untuk bangga mengenakan kebaya dalam aktivitas sehari-hari.
Meniti Pengalaman dan Kepemimpinan sejak Bangku Kuliah
Dalam hal ini prestasi gemilang yang telah diraih oleh Ayla sapaan akrabnya tentu tidak datang secara instan melainkan terbentuk dari rekam jejak organisasi yang sangat panjang.
Ia tercatat pernah aktif dalam Event Organizer Pranala Jiwa, bergabung dengan komunitas Kejar Mimpi Semarang by CIMB Niaga, serta mendedikasikan waktunya dalam program FIPP Mengajar.
Jiwa kepemimpinannya semakin terasah saat ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pelaksana Fipphoria yang merupakan sebuah gelaran besar di kampusnya.
Tidak hanya itu, kecintaannya yang mendalam terhadap seni pertunjukan tradisional juga mendorong dirinya menjadi pelopor terbentuknya tim tari Saman FIPP Universitas Negeri Semarang.
Seluruh rangkaian pengalaman kerja dan organisasi ini menjadi fondasi karakter kepemimpinan yang kuat bagi dirinya dalam menjalankan tugas sebagai representasi perempuan Indonesia.
Menebar Kebermanfaatan Lewat Gerakan KEMBANG
Sebagai bentuk aksi nyata, Ayla menginisiasi sebuah gerakan inovatif bernama KEMBANG yang merupakan singkatan dari Kebaya Empowerment: Beauty, Action, Nation, Grace dengan tagar PerempuaNAYuBERKEBAYA.
"Gerakan yang resmi dibentuk bertepatan dengan Hari Kebaya Nasional ini hadir sebagai wadah pemberdayaan perempuan sekaligus upaya pelestarian budaya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (14/7/2026).
Cikal bakal gerakan ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2020 melalui kampanye personal bertajuk love yourself yang lahir dari refleksi pribadi atas isu ketidakpercayaan diri pada kaum perempuan.
Melalui platform KEMBANG, ia merangkul para perempuan agar mencintai keunikan diri dan kini gerakan tersebut telah meluas ke berbagai sektor mulai dari sosial, pendidikan, kesehatan mental, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
Jawab Tantangan Manajemen Waktu demi Dampak Luas
Dalam menjalankan peran ganda sebagai mahasiswi aktif sekaligus figur publik tentu mendatangkan tantangan tersendiri bagi dara manis asal Jawa Tengah ini.
Ayla mengakui bahwa padatnya aktivitas menuntut dirinya untuk terus belajar mengelola waktu, energi, dan emosi secara seimbang agar tanggung jawab akademisnya tetap berjalan selaras dengan tugasnya sebagai Puteri Kebaya.
Keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk terus berkolaborasi dalam memperluas dampak gerakan yang ia rintis.
Ia meyakini bahwa platform yang dimilikinya saat ini memiliki potensi besar untuk memberdayakan perempuan pemakai kebaya secara ekonomi dan sosial.
"Saya yakin bahwa platform yang dimiliki tidak hanya fokus pada pelestarian kebaya dan budaya, tetapi juga turut memberdayakan perempuan yang mengenakan kebaya," katanya dengan panuh optimistis.
Sinergi Dukungan Terdekat untuk Harapan Masa Depan
Lebih lanjut di balik ketangguhan dan pencapaiannya saat ini, Ayla mengungkapkan bahwa dukungan penuh dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar merupakan pilar terpenting dalam hidupnya.
Kemudian dia menceritakan bagaimana doa dan kepercayaan orang-orang terdekat selalu menjadi bahan bakar utama yang membuatnya bangkit kembali di masa-masa sulit.
"Bagi saya cinta dan doa mereka adalah alasan terbesar untuk tidak pernah menyerah dalam menyebarkan kebermanfaatan yang lebih luas ke seluruh penjuru tanah air," tuturnya dengan penuh yakin.
Ke depannya, ia sangat berharap gerakan KEMBANG ini tidak hanya membawa perubahan di wilayah Jawa Tengah saja, melainkan mampu menginspirasi perempuan di seluruh pelosok negeri.
"Melalui visi mulia ini saya ingin membuktikan bahwa sebuah gerakan kecil yang dilakukan bersama-sama akan mampu menciptakan dampak sosial yang besar dan berkelanjutan," imbuh Ayla sembari tersenyum manis.
Ajakan bagi Generasi Muda untuk Berani Bermimpi
Sebagai penutup, Ayla memberikan pesan mendalam bagi seluruh generasi muda Indonesia agar senantiasa percaya pada potensi diri dan berani memperjuangkan setiap impian yang mereka miliki.
Lebih jauh dia menekankan perihal pentingnya berusaha secara maksimal dan tidak pernah merasa minder dengan segala keterbatasan yang ada karena proses tidak akan pernah mengkhianati hasil.
Menurut pendapatnya, bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai selama ada kerja keras yang diiringi dengan doa yang tulus kepada Sang Pencipta.
"Lakukanlah yang terbaik dan biarkan Allah SWT yang mengerjakan sisanya," pungkas Ayla menutup perbincangan dengan tekad kuat untuk memotivasi generasi penerus bangsa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


