Dari Padang Panjang untuk Indonesia: Jejak Dr. Derliana Menjadi Duta Madrasah Muhammadiyah
Dr. Derliana resmi menjadi Duta Madrasah Muhammadiyah Nasional. Kiprahnya membawa Pesantren Kauman Padang Panjang bertransformasi menjadi madrasah berstandar internasional.
PADANG PANJANG – Di kota yang dijuluki Serambi Mekah, bersejarah sebagai pusat pemikiran Islam dan pendidikan, lahir sebuah kisah keberhasilan yang menggetarkan hati dunia pendidikan nasional.
Dr. Derliana, M.A., Mudir sekaligus Kepala Madrasah Aliyah di Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, kini resmi menyandang amanah baru sebagai Duta Madrasah Muhammadiyah tingkat nasional.
Penunjukan ini bukan sekadar penghargaan pribadi, melainkan pengakuan gemilang bagi Sumatera Barat dan bukti nyata bahwa lembaga pendidikan berakar kuat pada nilai luhur mampu melesat menuju kancah dunia.
Pesantren Kauman bukanlah lembaga biasa, berdiri sejak 1928, pernah dipimpin langsung oleh Buya Hamka, pesantren ini menyimpan warisan pemikiran maju yang tak lekang waktu, namun membawa lembaga warisan leluhur itu melangkah sejajar dengan standar global adalah tantangan besar yang diemban Dr. Derliana.
Ia menjadi perempuan pertama yang meraih gelar doktor di lingkungan pesantren ini, sekaligus pemimpin yang berani meramu tradisi dengan inovasi.
Di bawah arahannya, Kauman bertransformasi mengusung visi The International School of Quran, Science, and Technology, mengintegrasikan pendekatan ISTEM (Islamic, Science, Technology, Engineering, Mathematics), membuka kelas internasional, mengembangkan penguasaan aktif bahasa Arab dan Inggris, serta menanamkan literasi digital hingga kecerdasan buatan tanpa meninggalkan jati diri Islam dan budaya Minangkabau.
Kini santrinya tak hanya dari seantero Sumatera, melainkan dari 20 provinsi hingga mancanegara. Langkah ini menjadikan Kauman rujukan studi tiru bagi lembaga sejenis di seluruh Indonesia.
Penobatan sebagai Duta Madrasah Muhammadiyah diberikan atas dasar rekam jejak nyata, Keberhasilan meningkatkan mutu pendidikan, tata kelola unggul, keberanian berinovasi, serta kemampuan menggerakkan seluruh warga lembaga untuk tumbuh bersama .
Tugas utamanya adalah menyebarluaskan praktik baik, menginspirasi madrasah lain untuk berani maju, memperkuat nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta menjembatani kerja sama antardaerah maupun dengan pihak luar negeri.
"Saya menerima amanah ini bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk seluruh keluarga besar Kauman, masyarakat Padang Panjang, dan madrasah di seluruh Indonesia. Madrasah bukan alternatif kedua, melainkan pilihan utama yang mampu melahirkan generasi beriman, berilmu, dan berdaya saing tinggi," ujar Dr. Derliana penuh haru, Kamis (23/07/2026).
Ia menegaskan akan terus menjadikan Padang Panjang sebagai titik tolak menyebarkan semangat pendidikan berkemajuan ke seluruh penjuru negeri.
Kisah Dr. Derliana adalah bukti bahwa dari daerah, kita bisa melayani bangsa dan berbicara ke dunia. Perjalanannya mengajarkan kemajuan tak harus menanggalkan akar, dan modernitas tak bertentangan dengan iman.
Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan bagi Sumatera Barat, sekaligus memotivasi ribuan pendidik dan pemimpin lembaga di pelosok negeri untuk berani bermimpi besar dan bekerja nyata.
Dari ruang belajar bersejarah di Padang Panjang, kini pesan kemajuan pendidikan bergema ke seluruh Indonesia. Dr. Derliana melangkah membawa identitas Minang, semangat Muhammadiyah, dan visi masa depan, meyakinkan kita: madrasah mampu menjadi mercusuar harapan bagi peradaban bangsa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


