Advertisement
Sosok

Berdayakan Potensi Lokal, Namira Zulaika Gagas Advokasi Jejak Banjar

Mahasiswi UI asal Banjar, Namira Zulaika, aktif di akademik, seni, dan organisasi. Ciptakan platform "Jejak Banjar" untuk promosi budaya & edukasi lingkungan berbasis pentahelix demi kebanggaan daerah.

TIMES Indonesia,
Berdayakan Potensi Lokal, Namira Zulaika Gagas Advokasi Jejak Banjar
Harapan 1 Mojang Kota Banjar 2024, Namira Zulaika. (FOTO: Namira for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANJAR Gadis asal Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat, bernama lengkap Namira Zulaika kini tengah menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswi S1 Teknik Lingkungan Universitas Indonesia

Anak ketiga dari tiga bersaudara yang akrab disapa Namira ini tidak hanya sibuk di dunia akademik, tetapi juga aktif berorganisasi serta mengasah bakat seni menyanyi dan menari. 

Advertisement

Dalam ranah kompetisi, perjalanan prestasinya dimulai saat ia meraih Juara Parigel Mojang Jajaka SMA 1 Banjar, disusul raihan Juara Harapan 1 Mojang Kota Banjar 2024. 

Keberhasilannya menembus Universitas Indonesia melalui jalur SNBP dan menerima beasiswa pendidikan hingga lulus semakin melengkapi catatannya, hingga ia dipercaya mewakili Kota Banjar ke ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026.

Kemudian dalam hal ini melalui akun media sosial Instagram miliknya @namirazulaik, sosoknya kerap membagikan energi positif dalam bidang pengabdian masyarakat.

Inovasi Digital Berbasis Konsep Pentahelix

"Di tengah aktivitas selama ini, saya mencoba mendedikasikan perhatian pada sebuah gagasan advokasi bernama Jejak Banjar," ujar Namira dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Senin (27/7/2026). 

Advertisement

Platform berbasis website ini dikembangkan sebagai media edukasi dan promosi yang bertujuan mengangkat potensi sejarah, budaya, pariwisata, hingga identitas daerah dengan kemasan yang modern, informatif, serta mudah diakses publik. 

Lebih lanjut dengan latar belakang pendidikannya di bidang teknik lingkungan membentuk sudut pandang bahwa pembangunan daerah harus beriringan dengan pelestarian alam. 

Langkah tersebut dijalankan menggunakan pendekatan pentahelix yang mensinergikan peran pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media agar pesan edukasi dapat menjangkau khalayak luas.

Peluang Kolaborasi dan Tantangan Konsistensi

Kehadiran ruang digital membuka peluang besar karena informasi dapat tersebar secara cepat dan menarik ke berbagai lapisan masyarakat. Pendekatan lintas sektor pun membuka keran kolaborasi yang lebih solid untuk promosi daerah sekaligus edukasi lingkungan. 

Kendati demikian, Namira menyadari hadirnya tantangan nyata dalam menjaga konsistensi konten website, mempertahankan kolaborasi, serta mengemas materi agar tetap ringan dan relevan. 

"Tantangannya adalah menjaga konsistensi isi website, memastikan kolaborasi tetap berjalan, serta membuat informasi yang disampaikan tetap relevan, ringan, dan mudah dipahami oleh publik," tutur Namira saat menjelaskan proses pengelolaan media digital tersebut.

Menatap Harapan dan Gerakan Generasi Muda

Ke depan, Namira berharap banyak platform Jejak Banjar dapat tumbuh menjadi ruang edukasi berdaya guna jangka panjang yang menumbuhkan rasa bangga serta kepedulian warga terhadap daerahnya. 

Dia memandang generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perubahan melalui tindakan-tindakan sederhana namun berdampak mendalam di masyarakat. 

"Saya mengajak khalayak khususnya generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan mengangkat potensi daerahnya melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna," ucap Namira penuh semangat. 

Lalu lebih jauh dirinya menekankan bahwa di era serba digital, dukungan dapat dimulai dari hal kecil seperti membaca dan membagikan konten positif terkait daerah tercinta Kota Banjar.

Sokongan Lingkungan dalam Langkah Karya

"Seluruh pencapaian dan proses panjang yang saya lalui selama ini tak lepas dari sokongan penuh lingkungan sekitar," imbuh Namira dengan nada penuh semangat sembari tersenyum manis.

Doa serta dorongan semangat dari orang tua, kawan terdekat, hingga bantuan sponsor menjadi penguat utama saat ia menjalani aktivitas akademik, organisasi, proyek sosial, maupun persiapannya menuju ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026. 

Namira mengungkapkan bahwa setiap bentuk perhatian dan kepercayaan dari berbagai pihak menjadi amunisi berharga baginya untuk terus belajar, berkarya, serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum IAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia