Suara Rakyat

Kabel Semrawut Kota Malang, Gus Edy: Pemkot Harus Bertindak Tegas

Rabu, 15 Mei 2024 - 15:25 | 16.64k
Gus Edy Hayatullah. (Foto: Dok TI)
Gus Edy Hayatullah. (Foto: Dok TI)

TIMESINDONESIA, MALANG – Kabel semrawut dan ruwet yang menggantung di berbagai sudut Kota Malang telah menjadi pemandangan sehari-hari yang mengganggu kenyamanan dan keindahan kota. Masalah ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Tokoh masyarakat Kota Malang yang juga Ketua 2 STAIMA Al Hikam Malang, Edy Hayatullah MM, memberikan pandangannya mengenai masalah ini. Menurut Gus Edy, sapaan akrabnya, kabel-kabel yang semrawut tidak hanya mengganggu estetika kota tetapi juga berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

“Kondisi ini mencerminkan kurangnya koordinasi dan pengawasan dari pihak yang berwenang. Sudah saatnya instansi terkait mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Pengurus Pesantren Al Hikam Malang ini juga menyoroti bahwa beberapa wali kota sebelumnya yang belum berhasil menuntaskan masalah kabel semrawut ini. “Selama beberapa periode pemerintahan, masalah ini belum terselesaikan. Karena itu wali kota harus lebih proaktif dan visioner menyelesaikan masalah-masalah  seperti ini,” tambahnya.

Dalam pandangan Gus Edy, masalah kabel semrawut dan ruwet ini seharusnya bisa diselesaikan jika ada koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan perusahaan terkait. Tidak hanya pemerintah daerah, perusahaan listrik dan seluler pun harus berperan aktif dalam mengatasi kekacauan kabel ini.

“Perusahaan-perusahaan tersebut harus bertanggung jawab dan melakukan penataan ulang kabel-kabel mereka agar tidak membuat semrawut. Mereka memiliki kewajiban untuk memastikan infrastruktur mereka tidak mengganggu lingkungan kota,” tegas Gus Edy.

Pemkot Malang juga diharapkan untuk bersikap tegas terhadap perusahaan yang tidak mematuhi aturan mengenai penataan kabel. “Ketegasan dari pemerintah kota sangat diperlukan. Jika ada perusahaan yang tidak mau mengikuti aturan, harus ada sanksi yang jelas. Sanksi tersebut bisa berupa denda atau pencabutan izin operasi jika mereka terus mengabaikan peringatan dari pemerintah,” pungkas Edy Hayatullah.

Butuh Kampanye Kesadaran

Tidak hanya itu, Edy Hayatullah juga menyarankan agar dilakukan kampanye kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian kota. “Masyarakat juga harus ikut berperan aktif. Dengan kesadaran kolektif, kita bisa bersama-sama menjaga keindahan Kota Malang. Misalnya, dengan melaporkan jika ada kabel-kabel yang semrawut atau rusak ke instansi terkait,” tambahnya.

Solusi lain yang ditawarkan oleh Edy Hayatullah adalah penggunaan teknologi modern untuk mengatasi masalah ini. “Teknologi dapat menjadi solusi yang efektif. Misalnya, dengan mengimplementasikan sistem kabel bawah tanah yang lebih rapi dan aman. Ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi manfaat jangka panjangnya akan sangat besar bagi kenyamanan dan keselamatan warga kota,” jelasnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak dan langkah tegas dari pemerintah, diharapkan masalah kabel ruwet di Kota Malang bisa segera terselesaikan, sehingga kota ini bisa tampil lebih rapi dan aman bagi warganya. 

“Kita semua memiliki peran dalam menjaga keindahan dan keselamatan kota. Mari kita bersama-sama bekerja untuk menciptakan Kota Malang yang lebih baik,” tutup Gus Edy.

Masalah kabel semrawut ini memang bukan perkara sepele. Diperlukan kerja sama yang solid antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menuntaskan masalah ini. Dengan komitmen yang kuat dan tindakan nyata, Kota Malang dapat berubah menjadi kota yang lebih indah dan nyaman bagi semua. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES