Suara Rakyat

Kabel Semrawut Kota Malang, Luka Estetika yang Menanti Sentuhan Solutif

Rabu, 15 Mei 2024 - 21:37 | 33.00k
Oleh: Dr Halimi Zuhdy, tokoh pendidikan Islam Kota Malang, ketua RMI NU Kota Malang
Oleh: Dr Halimi Zuhdy, tokoh pendidikan Islam Kota Malang, ketua RMI NU Kota Malang
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Pemandangan kabel semrawut yang menjuntai bagaikan benang kusut di langit Kota Malang bukan lagi hal asing. Bagi warga Malang, hal ini bagaikan luka estetika yang tak kunjung sembuh. 

Kabel-kabel tersebut tak hanya mengganggu keindahan kota. Tetapi juga menyimpan potensi bahaya bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Advertisement

Bandingkan dengan kota-kota di negara lain seperti Yordania, Arab Saudi, Turki, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, di mana kabel tertanam rapi di bawah tanah. Pemandangan di sana terlihat jauh lebih estetis dan aman.

Hal ini tentu menjadi tamparan bagi kita, bahwa Malang masih tertinggal dalam penataan infrastruktur kabelnya. Saya pernah keliling ke beberapa negara tersebut dan juga ke kota-kotanya.

Pergantian demi pergantian pemerintah, janji demi janji untuk menertibkan kabel semrawut seakan sirna ditelan angin. Kabel-kabel kian ruwet dan menjuntai, bagaikan benang kusut yang tak terurai. Pertanyaannya, sampai kapan pemandangan ini harus dinikmati warga Malang?

Pemerintah perlu melakukan terobosan baru dan pembenahan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan ini. Tak hanya sekadar janji, dibutuhkan komitmen kuat dan langkah nyata untuk menata kabel-kabel tersebut. 

Penanaman kabel di bawah tanah menjadi solusi ideal untuk mewujudkan estetika dan keamanan kota. Selain itu, perlu dilakukan koordinasi yang solid antar instansi terkait untuk memastikan kelancaran proses penataan kabel.

Malang, sebagai kota wisata, sudah seharusnya mengedepankan keindahan dan kenyamanan bagi para pengunjung. Kabel semrawut bukan lagi hal yang bisa dibiarkan. Sudah saatnya Malang berbenah dan bangkit menjadi kota yang indah, aman, dan nyaman bagi semua.

Mari jadikan kabel-kabel semrawut di Malang sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Dengan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, bukan mustahil Malang akan kembali bersinar dengan keindahan dan estetikanya, bebas dari belitan kabel yang menganggu.

Beberapa langkah solutif yang bisa dipertimbangkan: melakukan inventarisir dan pemetaan kabel secara menyeluruh.Membuat regulasi yang tegas terkait penataan kabel. Menerapkan sistem ducting (penanaman kabel di bawah tanah). Melakukan koordinasi antar instansi terkait. Melibatkan masyarakat dalam proses penataan kabel.

Penataan kabel semrawut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan kepedulian dan partisipasi aktif dari semua pihak, Malang dapat menjadi kota yang lebih indah, aman, dan nyaman. (*)

* Penulis adalah Dr Halimi Zuhdy, tokoh pendidikan Islam Kota Malang, ketua RMI NU Kota Malang

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES