SnapCard, Aplikasi Karya Anak Bangsa yang Sejajar dengan Brand Luar Negeri

TIMESINDONESIA, JAKARTA – SnapCard, aplikasi karya anak bangsa ini sukses masuk kedalam showcase Wikitude, salah satu penyedia platform AR (Augmented Reality) terbesar dunia.
Baru baru ini, Wikitude mengumpulkan showcase success story mengenai penerapan aplikasi menggunakan teknologi AR. Banyak brand besar dunia seperti Ford, Lufthansa, Walmart yang telah sukses menggunakan AR dimasukan ke dalam showcase tersebut.
Advertisement
Dan SnapCard menjadi satu-satunya karya bangsa Indonesia yang masuk dalam showcase tersebut, disejajarkan dengan brand besar dunia.
"Kita sebagai bangsa indonesia merasa bangga, karena SnapCard mampu masuk di dalamnya," ujar Budi Sinaga, CEO SnapCard kepada TIMES Indonesia.
BACA JUGA: SnapCard, Kartu Nama Digital Pertama Karya Anak Indonesia
SnapCard mengusung teknologi AR yang dikombinasikan dengan kartu nama digital.
Augmented Reality atau AR adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.
Budi mengatakan, Augmented Reality menjadi salah satu teknologi yang bakal menjadi tren bisnis masa depan. Di industri game, teknologi AR sudah banyak diimplementasi dan dieksplorasi.
Bagaimana penerapan teknologi AR pada SnapCard? Budi menjelaskan, teknologi AR digunakan untuk mengenali kode di kartu nama, bisa menampilkan konten visual berupa video, 3D model, dan tautan-tautan yang terhubung langsung ke media sosial atau situs pemilik kartu.
"Dengan teknologi AR diharapkan bisa memberikan kesan yang lebih menarik dan interaktif kepada rekan bisnis," imbuhnya.
BACA JUGA: Promosi Usaha Jadi Mudah dengan SnapCard
Lebih lanjut dikatakannya, dengan SnapCard setiap orang bisa membuat kartu nama digital dan masing-masing akan mendapatkan kode yang dinamakan SnapCode. SnapCode bisa dikenali melalui AR Scanner diapplikasi SnapCard atau bisa juga dibaca memakai QR scanner.
"Untuk membaca SnapCode tidak harus menggunakan aplikasi kami. Bahkan kalau di iPhone dan Android cukup buka kamera dan point ke SnapCode maka kartu nama digital orang tersebut bisa terbaca,” terang Budi Sinaga.
Keberhasilan SnapCard masuk dalam showcase success story di Wikitude, sejajar dengan brand dunia lainnya, menjadi kebanggaan bagi anak bangsa untuk terus berkarya. "Kami akan terus berkarya, masa depan teknologi AR sangat menjanjikan," ucap Budi. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ferry Agusta Satrio |
Publisher | : Rochmat Shobirin |
Sumber | : TIMES Jakarta |