Tekno

Jepang Kembangkan Satelit Pengisian Bahan Bakar di Luar Angkasa

Senin, 25 September 2023 - 10:56 | 83.94k
Ke depan satelit bakal bisa diisi bahan bakar kembali agar bisa lama beroperasi dan tidak jadi sampah ruang angkasa. (FOTO: Shutterstock)
Ke depan satelit bakal bisa diisi bahan bakar kembali agar bisa lama beroperasi dan tidak jadi sampah ruang angkasa. (FOTO: Shutterstock)

TIMESINDONESIA, JAKARTAStartup Jepang, Astroscale Holdings Inc akan mengembangkan satelit yang mampu menyediakan layanan pengisian bahan bakar di luar angkasa buat satelit lain.

Jepang telah memenangkan kontrak senilai $25,5 juta dari Angkatan Luar Angkasa AS untuk mengembangkan satelit tersebut.

Astroscale adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Tokyo yang didirikan pada tahun 2013, bertujuan menyediakan layanan di orbit, di antaranya pengisian bahan bakar satelit agar masa pakainya bisa panjang serta pembuangan sampah di luar angkasa.

Salah satu fitur yang mungkin termasuk dalam kemampuan yang dianggap bernilai tinggi oleh Komando Sistem Luar Angkasa AS, organisasi pengiriman kemampuan luar angkasa utama Angkatan Luar Angkasa AS, adalah teknologi pengambilan satelit milik perusahaan tersebut dengan menggunakan lengan robot.

Kantor Astroscale di AS menjadwalkan pengiriman prototipe satelit pengisian bahan bakarnya pada 2026 mendatang.

Jarang sekali perusahaan swasta Jepang menandatangani kontrak dengan militer AS terkait pengembangan satelit.

"Selama lebih dari 60 tahun, desain dan pengoperasian satelit telah dibatasi karena satelit tersebut harus diluncurkan dengan membawa pasokan bahan bakar ‘seumur hidup,"  kata pihak komando militer AS dalam siaran persnya.

Namun yang jelas, kata mereka, teknologi pengisian bahan bakar ini akan mengubah paradigma yang ada untuk operasi di luar angkasa.

"Peningkatan kemampuan di orbit dan fleksibilitas operasional akan memperkuat pencegahan dan memungkinkan respons yang lebih beragam dan efektif terhadap meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh kemampuan luar angkasa militer musuh kita," katanya lagi. 

Karena sulitnya memasok bahan bakar ke satelit di luar angkasa setelah peluncurannya, banyak dari satelit tersebut yang akhirnya menjadi sampah di luar angkasa atau terbakar saat memasuki atmosfer setelah operasinya berakhir.

Jika memiliki kemampuan untuk mengisi bahan bakar satelit, maka diharapkan akan bisa membantu memperpanjang umur layanannya serta mengurangi sampah luar angkasa.

Astroscale didirikan oleh Nobu Okada, mantan birokrat Kementerian Keuangan yang memandang, bahwa pembuangan sampah luar angkasa sebagai usaha bisnis baru yang berpotensi menguntungkan.

Karena itu perusahaannya, Astroscale Holdings Inc yang memenangkan kontrak senilai $25,5 juta dari Angkatan Luar Angkasa AS ini akan mengembangkan satelit yang mampu menyediakan layanan pengisian bahan bakar di luar angkasa buat satelit lain. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES