Platform 'Thrifting' Findit.id Tawarkan Solusi Layanan Jual Beli Barang Bekas Berbasis AI

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tren thrifting atau transaksi barang bekas berkualitas semakin diminati di Indonesia, didorong oleh meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dan gaya hidup minimalis.
Di tengah pesatnya perkembangan pasar barang bekas global yang diperkirakan mencapai nilai 197 miliar dolar AS pada 2023, Findit id hadir sebagai platform inovatif untuk jual beli barang bekas di Indonesia, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan pengalaman transaksi yang aman, mudah, dan terpercaya.
Advertisement
Thrifting tidak hanya sekadar tren, tetapi juga menawarkan peluang bisnis yang sangat menjanjikan, khususnya bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Dengan meningkatnya jumlah pedagang dan pembeli yang mencari barang bekas berkualitas, pasar ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
CEO Findit Id, Kiran Dev. (Foto; Dok.Findit)
Namun, tantangan yang dihadapi saat ini adalah sulitnya menemukan pasar barang bekas yang terpercaya dan terkurasi dengan baik.
Banyak pembeli merasa ragu karena kualitas barang tidak terjamin, sementara penjual sering menghadapi kesulitan dalam menjangkau konsumen yang tepat.
Di sisi lain, data menunjukkan potensi pasar yang luar biasa. Survei oleh Statista mengungkapkan bahwa generasi muda, terutama Gen Z, merupakan konsumen utama barang bekas karena mereka lebih sadar akan keberlanjutan dan memiliki preferensi terhadap produk yang ramah kantong.
Riset tambahan dari Garson & Shaw menemukan bahwa 90% Gen Z dan 85% milenial di Amerika Serikat telah membeli barang bekas, tren yang diprediksi terus berkembang di Indonesia seiring meningkatnya adopsi gaya hidup hemat dan berkelanjutan.
Sebagai solusi atas tantangan ini, Findit id menawarkan platform berbasis AI yang tidak hanya memberikan kemudahan bagi penjual untuk mendaftarkan barang bekas mereka, tetapi juga memastikan setiap barang yang terdaftar telah melalui proses kurasi untuk menjaga kualitas.
Findit id hadir untuk memberikan ruang transaksi yang aman dan terjamin bagi penjual dan pembeli.
"Dengan teknologi AI, kami memastikan pengalaman jual beli yang sederhana namun efektif. Findit id membantu menciptakan pasar barang bekas yang terpercaya. Selain itu, teknologi Findit AI mempermudah penjual dalam membuat deskripsi produk yang efisien dan menarik, meningkatkan peluang penjualan tanpa kesulitan," ungkap Kiran Dev, CEO of Findit Id dalam keterangan, Kamis (19/12/2024).
Sejak enam bulan di luncurkan, Findit id telah mencatat lebih dari 100.000 pengguna terdaftar dan menampilkan lebih dari 76.000 barang dari 21.000 penjual aktif.
Platform ini telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia yang melakukan transaksi barang bekas secara online.
Findit id menawarkan beragam produk, mulai dari pakaian, aksesori, perlengkapan ibu dan bayi, hingga berbagai elektronik rumah tangga.
"Dengan target ambisius 10 juta barang bekas terdaftar pada 2029, kami berkomitmen memberikan dampak besar terhadap lingkungan, seperti mengurangi 250.000 ton emisi CO₂, menghemat miliaran liter air, dan mendorong perubahan perilaku konsumen menuju gaya hidup berkelanjutan," tutup Kiran.
Platform ini juga menjadi tempat bagi pembeli untuk menemukan ribuan barang bekas berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, mendukung gaya hidup berkelanjutan yang terus menjadi fokus utama masyarakat modern. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Dhina Chahyanti |
Publisher | : Sholihin Nur |