Advertisement
Tekno

Tinggalkan TSMC, Neuralink Gandeng Samsung untuk Garap Chip Otak Generasi Ke-4

Neuralink menggandeng Samsung untuk memproduksi chip otak generasi ke-4 berbasis teknologi 4nm setelah memutuskan hubungan dengan TSMC.

TIMES Indonesia,
Tinggalkan TSMC, Neuralink Gandeng Samsung untuk Garap Chip Otak Generasi Ke-4
Ilustrasi. Elon Musk bekerja sama dengan Samsung Electronics untuk memproduksi chip implan otak generasi keempat (Gen-4) milik Neuralink. (Foto: Odatv)
A-AA+

Jakarta – Perusahaan rintisan teknologi neuroteknologi milik Elon Musk, Neuralink, dilaporkan resmi mengalihkan kerja sama produksi semikonduktor mereka dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) ke Samsung Electronics. Melalui kemitraan strategis baru ini, raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut dipercaya untuk memproduksi chip implan otak generasi keempat (Gen-4) milik Neuralink.

Langkah ini menandai pertama kalinya Samsung Foundry mendapatkan kontrak langsung dari Neuralink untuk memproduksi komponen mutakhir tersebut. Sebelumnya, TSMC merupakan mitra utama yang dipercaya untuk memproduksi massal chip Neuralink generasi ketiga. Namun, dengan adanya kesepakatan baru ini, dominasi pabrikan asal Taiwan tersebut dalam rantai pasok Neuralink dipastikan terhenti.

Advertisement

Berdasarkan laporan dari Korea Economic Daily, Selasa (16/6/2026), proyek rahasia ini berjalan dengan kode internal "O1". Chip antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) generasi terbaru ini akan diproduksi dengan menggunakan teknologi proses fabrikasi 4 nanometer (nm) milik Samsung yang kini dinilai memiliki stabilitas jauh lebih baik.

Kelebihan Revolusioner Generasi Ke-4

Sistem implan otak konvensional umumnya bekerja dengan metode satu arah, yakni membaca sinyal listrik dari neuron otak untuk kemudian diterjemahkan menjadi perintah pada perangkat eksternal seperti komputer atau ponsel pintar. Metode ini memungkinkan penyandang disabilitas menggerakkan kursor atau mengetik hanya dengan kekuatan pikiran.

Namun, chip generasi keempat ini membawa lompatan teknologi yang revolusioner. Varian terbaru ini dirancang untuk komunikasi dua arah, yang berarti tidak hanya membaca sinyal otak, tetapi juga mampu memasukkan atau mengirimkan data dari perangkat eksternal kembali ke dalam jaringan otak untuk mengaktifkan fungsi fisik yang sempat terganggu.

Salah satu implementasi medis paling ambisius dari teknologi ini adalah mengembalikan kemampuan penglihatan pada pasien tunanetra dengan cara mensimulasikan sel neuron secara langsung.

Secara teknis, perangkat Neuralink akan ditanamkan melalui prosedur bedah saraf robotik yang presisi dengan membuka sebagian kecil area tengkorak pasien. Tujuannya adalah menciptakan koneksi langsung dan real-time antara korteks otak manusia dengan sistem komputer eksternal.

Advertisement

Jadwal Produksi dan Dampak Pasar Semikonduktor

Pengerjaan awal chip Gen-4 ini sejatinya telah diinisiasi oleh Samsung Foundry sejak akhir tahun 2025. Proses uji coba produksi batch pertama (pilot production) dikabarkan telah dimulai pada bulan lalu. Berdasarkan jadwal strategis perusahaan, Samsung menargetkan pengiriman batch pertama untuk keperluan uji coba pada semester pertama tahun 2027, yang kemudian akan dilanjutkan dengan fase produksi massal paling cepat pada paruh kedua tahun 2027.

Bagi Samsung, kontrak eksklusif ini menjadi angin segar di tengah ketatnya persaingan industri foundry global. Krisis pasokan yang dialami TSMC akibat lonjakan pesanan chip kecerdasan buatan (AI) dari korporasi raksasa seperti NVIDIA, memberikan celah keuntungan bagi Samsung. Meskipun teknologi proses Gate-All-Around (GAA) 2nm milik Samsung belum sepenuhnya stabil untuk produksi skala besar, optimalisasi node 4nm yang sudah matang berhasil meyakinkan Elon Musk.

Kemitraan baru ini diproyeksikan mampu mendongkrak performa finansial bisnis pengecoran semikonduktor Samsung, yang mereka targetkan dapat kembali mendulang profitabilitas penuh pada tahun 2028 mendatang.

Hubungan bisnis antara Samsung Electronics dan lini bisnis bentukan Elon Musk pun diprediksi akan semakin menggeliat dalam beberapa tahun ke depan. Mengingat Samsung sebelumnya juga telah berpengalaman memasok komponen vital untuk kendaraan listrik Tesla, server superkomputer xAI, serta robot humanoid Optimus. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik šŸ‘‰ Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Deasy Mayasari
PenulisDeasy MayasariSarjana Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Malang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2015Ā sebagaiĀ editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia