Advertisement
Tekno

Microsoft Beralih ke AI Buatan Sendiri di Tengah Tingginya Biaya Operasional

Microsoft mulai beralih ke model AI buatannya sendiri, MAI, untuk Word dan Excel sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada OpenAI serta menekan biaya operasional.

TIMES Indonesia,
Microsoft Beralih ke AI Buatan Sendiri di Tengah Tingginya Biaya Operasional
Microsoft mulai memperluas penggunaan model AI internal MAI pada aplikasi seperti Word dan Excel sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada OpenAI dan menekan biaya operasional.
A-AA+

JAKARTA Microsoft dilaporkan mulai mengurangi ketergantungannya pada model kecerdasan artifisial (AI) milik OpenAI dan Anthropic dengan memperluas penggunaan model AI internal bernama MAI. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menekan biaya operasional sekaligus memperkuat ekosistem AI miliknya sendiri.

Mengutip laporan TechCrunch, Selasa (7/7/2026), Microsoft kini telah memanfaatkan model MAI untuk menangani sebagian tugas AI pada aplikasi produktivitas seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel.

Advertisement

Sebelumnya, perusahaan secara terbuka menyatakan bahwa berbagai fitur AI di layanan Microsoft 365 ditenagai oleh model yang dikembangkan OpenAI dan Anthropic.

Microsoft Perkuat Ekosistem AI Internal

Meski masih menggunakan teknologi AI dari mitra eksternal, Microsoft disebut semakin agresif mengembangkan model AI buatannya sendiri.

Pada konferensi tahunan Microsoft Build yang digelar bulan lalu, perusahaan memperkenalkan tujuh model AI baru dalam keluarga MAI. Model tersebut dirancang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membantu pemrograman berbasis AI hingga menghasilkan gambar dari perintah teks (text-to-image).

Pengembangan model AI internal dinilai dapat memberi Microsoft fleksibilitas lebih besar dalam mengelola layanan AI sekaligus mengurangi ketergantungan pada penyedia teknologi pihak ketiga.

Biaya AI Jadi Tantangan Industri

Langkah Microsoft juga mencerminkan tren yang mulai terlihat di industri teknologi. Setelah periode ekspansi besar-besaran dalam pengembangan AI, banyak perusahaan kini lebih berhati-hati mengelola biaya operasional yang terus meningkat.

Advertisement

Pengembangan dan pengoperasian model AI membutuhkan sumber daya komputasi yang sangat besar, sehingga berdampak langsung pada meningkatnya pengeluaran perusahaan.

Selain Microsoft, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Uber, Meta, dan Accenture juga dilaporkan mulai membatasi pengeluaran yang berkaitan dengan penggunaan teknologi AI.

Di sisi lain, beberapa perusahaan di Silicon Valley bahkan mulai mempertimbangkan penggunaan model AI asal China sebagai alternatif yang dinilai lebih hemat biaya. Namun, opsi tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait aspek keamanan siber dan perlindungan data.

Dengan terus mengembangkan model AI internal, Microsoft diperkirakan akan semakin memperkuat posisinya dalam persaingan industri kecerdasan artifisial sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional di masa mendatang.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia