Printer Open-Source Mulai Diuji, Bisa Cetak dan Potong Kertas Sendiri
Printer open-source bernama Open Printer hadir dengan prototipe bekerja. Bebas tinta DRM, tanpa langganan, berbasis Raspberry Pi. Dilengkapi pemotong kertas, mendukung Wi-Fi dan USB-C. Harga belum diumumkan.
MALANG – JAKARTA – Kabar menggembirakan datang dari dunia percetakan. Open Printer, proyek printer inkjet open-source yang sepenuhnya bebas dari Digital Rights Management (DRM), tinta terkunci, dan langganan berbayar, kini telah menunjukkan prototipe yang berfungsi.
Diberitakan di laman techspot.com, perusahaan di baliknya yakni Open Tools asal Paris, mengumumkan bahwa printer ini segera hadir melalui sebuah video singkat yang dipublikasikan di Crowd Supply.
Prototipe tersebut memperlihatkan printer yang mampu mencetak sekaligus memotong kertas. Tim pengembang menyebut fungsi inti seperti penanganan media (kertas standar dan gulungan kontinyu) serta pemotong terintegrasi sudah berjalan dengan baik.
Kebebasan Tanpa DRM dan Langganan
Open Printer dirancang sebagai solusi atas praktik bisnis industri printer yang dinilai merugikan konsumen. Selama bertahun-tahun, pengguna printer dikunci dengan kartrid tinta ber-chip DRM, sistem berlangganan, dan berbagai trik lain yang mempersulit penggunaan.
Berbeda dengan itu, Open Printer hadir dengan lisensi Creative Commons untuk desain elektronik, mekanik, firmware, dan daftar material. Ini memungkinkan pengguna melakukan perbaikan atau modifikasi sendiri. Namun, lisensi ini tidak mengizinkan pihak lain memproduksi dan menjual printer secara komersial.
Ditenagai Raspberry Pi dan Kartrid HP
Open Printer menggunakan Raspberry Pi Zero W sebagai otak utama, dengan mikrokontroler STM32 untuk mengelola kartrid. Printer ini memanfaatkan bodi kartrid HP yang bisa diisi ulang (HP 63 di AS dan HP 302 di Eropa), mendukung resolusi cetak 600 dpi untuk hitam-putih dan 1.200 dpi untuk warna.
Konektivitas meliputi USB-C, USB-A, Wi-Fi, dan Bluetooth. Printer ini kompatibel dengan CUPS (Common Unix Printing System), sehingga bekerja di Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS tanpa driver proprietary.
Target dan Tantangan
Meski fungsi dasar sudah berfungsi, tim masih mengoptimalkan sistem pengeringan tinta, siklus pembersihan printhead, kecepatan cetak, serta algoritma dithering untuk kualitas gambar. Konektivitas Wi-Fi dan Ethernet juga masih dalam pengembangan.
Open Tools menyatakan printer ini telah dinominasikan dalam French Design Awards untuk kategori Production dan Teaching & Learning.
Harga masih menjadi misteri. Open Tools mengatakan angka final akan ditentukan oleh volume produksi, biaya material, sertifikasi, dan pekerjaan teknis lainnya. Informasi harga baru akan diumumkan saat kampanye crowdfunding dimulai. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


