Bukan Dinosaurus, Fosil Ikan Raksasa Ini Jadi Temuan Langka Berusia 165 Juta Tahun
Fosil ikan purba berusia sekitar 165 juta tahun ditemukan di Roundhay Park, Leeds, Inggris.
JAKARTA – Sebuah penemuan tak terduga di kawasan Roundhay Park, Leeds, Inggris, menarik perhatian para ilmuwan. Fosil ikan purba yang diperkirakan berusia sekitar 165 juta tahun ditemukan di taman kota tersebut, memberikan petunjuk baru mengenai kehidupan laut pada masa ketika dinosaurus masih menguasai Bumi.
Dilansir dari BBC, fosil itu diduga berasal dari Leedsichthys problematicus, spesies ikan bertulang raksasa yang hidup pada periode Jurassic Tengah. Hewan purba ini dikenal sebagai salah satu ikan bertulang terbesar yang pernah menghuni lautan prasejarah.
Temuan tersebut menambah daftar penting penemuan fosil di kawasan Yorkshire, yang selama ini dikenal kaya akan peninggalan kehidupan purba.
Salah Satu Ikan Terbesar Sepanjang Sejarah
Leedsichthys problematicus bukanlah predator ganas seperti megalodon. Meski berukuran sangat besar, ikan ini justru merupakan pemakan plankton.
Para ilmuwan memperkirakan panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 16 hingga 17 meter, dengan bobot belasan hingga puluhan ton. Ukuran itu membuatnya jauh lebih besar dibanding sebagian besar ikan modern yang hidup saat ini.
Cara makannya pun mirip hiu paus atau hiu basking masa kini. Leedsichthys berenang dengan mulut terbuka untuk menyaring plankton dan organisme kecil dari air laut.
Karena kerangka spesies ini sebagian besar tersusun atas tulang rawan yang mudah hancur, fosil utuhnya sangat jarang ditemukan. Itulah sebabnya setiap penemuan baru memiliki nilai ilmiah yang tinggi.
Ditemukan di Kawasan Taman Kota
Yang membuat penemuan ini semakin menarik adalah lokasinya.
Roundhay Park saat ini merupakan salah satu taman kota terbesar di Inggris dan menjadi ruang terbuka hijau bagi masyarakat Leeds. Sulit dibayangkan bahwa jutaan tahun lalu kawasan tersebut pernah berada di bawah lautan.
Fosil yang ditemukan menjadi bukti bahwa wilayah Inggris bagian utara dahulu merupakan lingkungan laut yang dihuni beragam satwa berukuran raksasa.
Kondisi geologi Yorkshire memang telah lama dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk mempelajari kehidupan laut pada era Jurassic.
Lapisan batuan di kawasan itu menyimpan banyak fosil hewan laut, mulai dari ikan, reptil laut hingga berbagai invertebrata purba.
Membantu Memahami Evolusi Laut Purba
Bagi para paleontolog, setiap fosil merupakan potongan puzzle sejarah kehidupan.
Leedsichthys problematicus masih menyimpan banyak misteri karena sebagian besar fosil yang ditemukan selama ini tidak lengkap.
Melalui analisis fosil baru, ilmuwan berharap dapat mengetahui lebih banyak mengenai bentuk tubuh, pola pertumbuhan, hingga cara hidup spesies raksasa tersebut.
Penelitian sebelumnya menunjukkan ukuran Leedsichthys sempat diperkirakan mencapai lebih dari 27 meter. Namun, kajian terbaru memperkirakan panjang realistisnya berada di kisaran 16–17 meter. Meski lebih kecil dari perkiraan awal, ukurannya tetap menjadikannya ikan bertulang terbesar yang pernah diketahui.
Laut Jurassic Dipenuhi Raksasa
Sekitar 165 juta tahun lalu, Bumi memiliki ekosistem laut yang sangat berbeda dengan sekarang.
Selain Leedsichthys, lautan saat itu dihuni berbagai reptil laut raksasa seperti Liopleurodon dan buaya laut purba Metriorhynchus yang diduga menjadi predator alami ikan raksasa tersebut.
Meski memiliki tubuh sangat besar, Leedsichthys bukan pemburu. Hewan ini menjalani kehidupan sebagai penyaring plankton, strategi yang juga digunakan paus balin dan hiu paus modern.
Keberadaannya menunjukkan bahwa rantai makanan laut purba sudah berkembang sangat kompleks jauh sebelum mamalia laut muncul.
Penemuan yang Terus Menghidupkan Sejarah
Penemuan fosil di Leeds menjadi pengingat bahwa jejak kehidupan jutaan tahun lalu masih tersimpan di bawah permukaan bumi.
Kemajuan teknologi pencitraan dan analisis fosil kini memungkinkan para ilmuwan memperoleh informasi yang sebelumnya sulit diungkap dari sisa-sisa organisme purba.
Temuan seperti ini tidak hanya memperkaya koleksi paleontologi, tetapi juga membantu menjelaskan bagaimana kehidupan di lautan berevolusi selama ratusan juta tahun.
Bagi dunia sains, setiap fosil baru adalah bagian penting dari upaya menyusun kembali sejarah Bumi. Sementara bagi masyarakat, penemuan di sebuah taman kota ini menjadi bukti bahwa lokasi yang tampak biasa pun bisa menyimpan kisah luar biasa tentang masa lalu planet yang kita huni.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


