Advertisement
Tekno

Korea Selatan Siapkan Infrastruktur AI Raksasa, Nvidia hingga NAVER Turut Terlibat

Korea Selatan menggandeng Nvidia, NAVER, dan SK Group untuk membangun infrastruktur AI skala besar demi menjadi pusat kecerdasan buatan dunia.

TIMES Indonesia,
Korea Selatan Siapkan Infrastruktur AI Raksasa, Nvidia hingga NAVER Turut Terlibat
Raksasa teknologi Amerika Serikat Nvidia. (Justin Sullivan / Getty Images)
A-AA+

JAKARTA Korea Selatan semakin serius mengejar posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan kecerdasan buatan (AI) dunia. Pemerintah Negeri Ginseng kini mempercepat pembangunan infrastruktur AI nasional melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan teknologi besar, mulai dari NAVER, Nvidia, SK Group hingga Brookfield.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan AI (sovereign AI), meningkatkan kapasitas komputasi nasional, sekaligus memenuhi lonjakan kebutuhan teknologi AI di berbagai sektor industri.

Advertisement

Sebagaimana dilaporkan ANTARA yang mengutip sejumlah sumber internasional, kolaborasi tersebut mencakup pembangunan dan perluasan pusat data AI berskala besar yang akan menjadi tulang punggung pengembangan model AI generasi berikutnya.

Salah satu proyek utama adalah ekspansi fasilitas AI milik NAVER di GAK Sejong. Bersama Nvidia dan Brookfield, kapasitas pusat data tersebut akan ditingkatkan secara bertahap dari 55 megawatt menjadi 200 megawatt pada 2028. Infrastruktur ini dirancang untuk melayani kebutuhan komputasi perusahaan rintisan, industri, hingga lembaga pemerintah di Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Tidak berhenti di situ, Nvidia juga memperluas kemitraannya dengan SK Group dalam proyek AI bernilai lebih dari US$500 miliar. Kerja sama tersebut mencakup pembangunan pusat data AI hingga 2 gigawatt oleh SK Telecom yang ditenagai platform Nvidia Vera Rubin DSX, serta pengembangan memori berkecepatan tinggi bersama SK hynix untuk mendukung komputasi AI skala besar.

Bagi Korea Selatan, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting dalam persaingan AI global. Selama ini, negara tersebut dikenal sebagai pemain utama industri semikonduktor melalui Samsung Electronics dan SK hynix. Kini, Seoul ingin memperluas keunggulan itu ke sektor komputasi AI dan layanan berbasis kecerdasan buatan.

Keberadaan pusat data berkapasitas besar diyakini akan mempercepat pelatihan model bahasa besar (large language model/LLM), pengembangan AI generatif, robotika, hingga teknologi physical AI yang menjadi fokus baru industri.

Advertisement

NAVER, misalnya, berencana memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk mengembangkan HyperCLOVA X generasi berikutnya, model AI berbahasa Korea yang diklaim mampu bersaing dengan layanan AI global. Perusahaan juga mengembangkan layanan AI untuk sektor bisnis, pemerintahan, dan industri kreatif.

Sementara itu, Nvidia tidak hanya memasok perangkat keras berupa GPU dan platform komputasi, tetapi juga menghadirkan ekosistem perangkat lunak serta arsitektur AI Factory yang dirancang untuk mempercepat pembangunan pusat komputasi modern.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak lagi hanya soal menciptakan chatbot atau model bahasa baru. Negara-negara maju mulai berlomba membangun infrastruktur digital berskala raksasa sebagai modal utama dalam pengembangan AI di masa depan.

Investasi besar di sektor ini juga diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Korea Selatan. Selain membuka peluang bagi perusahaan rintisan, proyek tersebut diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru di bidang semikonduktor, komputasi awan (cloud computing), pusat data, hingga rekayasa AI.

Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, langkah Korea Selatan memperkuat ekosistem AI menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur kini menjadi faktor penentu dalam perlombaan teknologi dunia. Dengan dukungan perusahaan teknologi lokal maupun global, Seoul berharap mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat inovasi AI paling berpengaruh dalam beberapa tahun mendatang.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia