Advertisement
Tekno

Pentagon Gandeng Oracle dalam Proyek AI Raksasa Senilai Rp117 Triliun

Pentagon memberikan kontrak hampir 7,2 miliar dolar AS kepada Oracle untuk pengembangan teknologi cloud dan kecerdasan buatan bagi kebutuhan pertahanan Amerika Serikat.

TIMES Indonesia,
Pentagon Gandeng Oracle dalam Proyek AI Raksasa Senilai Rp117 Triliun
Oracle. (Getty Images)
A-AA+

JAKARTA Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) kembali memperkuat ambisi digitalnya. Melalui kontrak bernilai hampir 7,2 miliar dolar AS, Pentagon menunjuk Oracle untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur teknologi berbasis komputasi awan (cloud computing) serta kecerdasan buatan (AI) bagi kebutuhan pertahanan.

Kesepakatan bernilai sekitar Rp117 triliun tersebut menjadi salah satu proyek teknologi terbesar yang pernah diberikan Pentagon kepada perusahaan teknologi. Langkah ini menunjukkan semakin besarnya peran AI dan pengolahan data dalam strategi pertahanan modern.

Advertisement

Dilansir dari REUTERS, kontrak tersebut diberikan kepada Oracle sebagai bagian dari upaya Pentagon memperluas kemampuan komputasi awan dan layanan digital yang mendukung berbagai operasi pertahanan Amerika Serikat. Proyek ini akan membantu militer AS mengelola data dalam jumlah besar sekaligus mempercepat penggunaan teknologi AI di berbagai sektor.

Dorong Era Baru Pertahanan Berbasis Data

Dalam peperangan modern, data menjadi salah satu aset paling penting. Militer tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan senjata konvensional, tetapi juga kemampuan menganalisis informasi secara cepat dan akurat.

Melalui proyek bersama Oracle ini, Pentagon ingin membangun fondasi teknologi yang mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Infrastruktur tersebut diproyeksikan membantu berbagai unit pertahanan dalam mengolah informasi dari banyak sumber, mulai dari sistem komunikasi, sensor, hingga jaringan operasional.

Teknologi cloud memungkinkan data dapat diakses dan diproses lebih cepat tanpa harus bergantung pada pusat data tradisional. Sementara itu, kecerdasan buatan dapat digunakan untuk menemukan pola, membuat prediksi, hingga membantu analisis strategis.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari perlombaan teknologi global, terutama di tengah meningkatnya persaingan kemampuan digital antara Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya.

Advertisement

Oracle Perkuat Posisi di Sektor Pemerintahan

Kontrak Pentagon ini juga menjadi momentum penting bagi Oracle. Selama ini perusahaan yang didirikan oleh Larry Ellison tersebut dikenal sebagai salah satu pemain besar dalam industri perangkat lunak basis data dan layanan cloud.

Dalam beberapa tahun terakhir, Oracle agresif memperluas bisnis komputasi awan untuk bersaing dengan raksasa teknologi lain seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud.

Kerja sama dengan pemerintah AS, terutama sektor pertahanan, memberikan peluang besar bagi Oracle untuk memperkuat reputasinya sebagai penyedia infrastruktur teknologi dengan tingkat keamanan tinggi.

Kebutuhan Pentagon terhadap layanan cloud yang aman dan mampu menangani data sensitif menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan teknologi.

AI Jadi Prioritas Utama Pentagon

Penggunaan kecerdasan buatan kini menjadi salah satu fokus utama Departemen Pertahanan AS. Pentagon menilai AI dapat membantu meningkatkan efektivitas operasi militer, mempercepat analisis informasi, serta mengoptimalkan berbagai sistem pertahanan.

Namun, pengembangan teknologi AI untuk sektor militer juga menghadirkan tantangan besar. Isu keamanan data, perlindungan terhadap serangan siber, hingga penggunaan AI secara bertanggung jawab menjadi perhatian utama.

Amerika Serikat selama ini terus meningkatkan investasi teknologi pertahanan untuk menjaga keunggulan strategisnya. Selain AI, sektor seperti keamanan siber, komputasi kuantum, dan sistem otonom juga menjadi bidang yang mendapat perhatian besar.

Persaingan Teknologi Pertahanan Semakin Ketat

Kontrak Pentagon dan Oracle menunjukkan bahwa masa depan pertahanan dunia akan semakin bergantung pada kemampuan teknologi digital.

Negara-negara besar kini berlomba membangun ekosistem AI dan infrastruktur data untuk memperkuat kemampuan militernya. Dalam konteks tersebut, perusahaan teknologi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan keamanan baru.

Bagi Oracle, proyek bernilai miliaran dolar ini bukan hanya soal bisnis. Kontrak tersebut menjadi bukti bahwa teknologi cloud dan AI telah berubah menjadi komponen penting dalam strategi pertahanan abad ke-21.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia