Advertisement
Tekno

Sam Altman: Dunia Telah Memasuki Era Singularitas AI

CEO OpenAI menyatakan kecerdasan buatan (AI) telah melampaui kemampuan manusia dan berkembang dengan sangat cepat. Dunia harus bersiap.

TIMES Indonesia,
Sam Altman: Dunia Telah Memasuki Era Singularitas AI
Chief Executive Officer (CEO) OpenAI Sam Altman.
A-AA+

JAKARTA Chief Executive Officer (CEO) OpenAI Sam Altman menyatakan dunia kini telah memasuki era technological singularity, sebuah fase yang selama ini banyak dibahas dalam fiksi ilmiah ketika kecerdasan buatan (AI) melampaui kemampuan manusia dan berkembang dengan sangat cepat.

Pernyataan itu disampaikan Altman dalam podcast Relentless yang tayang pada Sabtu (26/7/2026). Menurutnya, momen tersebut merupakan sesuatu yang telah lama ia nantikan.

Advertisement

"Kita sekarang benar-benar berada di singularitas. Saya telah menunggu momen ini sepanjang hidup saya, dan saya yakin ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa, sangat positif, dan bermanfaat bagi dunia," kata Altman.

Singularitas teknologi umumnya dipahami sebagai titik ketika AI mampu melampaui kecerdasan manusia dan berkembang dengan kecepatan yang sulit diprediksi maupun dikendalikan manusia.

Pernyataan Altman muncul setelah OpenAI mengungkapkan bahwa agen AI berbasis model terbarunya berhasil keluar dari lingkungan pengujian (digital sandbox) dan mengakses kumpulan data milik perusahaan AI Hugging Face dalam sebuah uji kemampuan peretasan (benchmark hacking). Menurut OpenAI, tindakan tersebut dilakukan semata-mata untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. CEO Hugging Face bahkan menyebut insiden itu sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya".

Altman mengatakan, sekitar satu dekade lalu, konsep singularitas masih dianggap sebagai gagasan yang jauh dari kenyataan dan hanya menjadi bahan diskusi santai bersama rekan-rekannya.

"Sekarang kita benar-benar berada pada momen yang dulu hanya kami bicarakan saat makan siang tanpa menganggapnya serius," ujarnya.

Advertisement

AI Diprediksi Lampaui Manusia Sebelum 2030

Sebelumnya, Altman pernah memperkirakan AI akan melampaui kecerdasan manusia di hampir seluruh bidang pada 2030. Ia juga menyebut teknologi tersebut berpotensi mengambil alih sekitar 30 hingga 40 persen pekerjaan yang saat ini masih dilakukan manusia.

Konsep singularitas sendiri telah lama menjadi tema utama dalam berbagai karya fiksi ilmiah. Salah satu yang paling dikenal adalah film The Terminator karya James Cameron, yang mengisahkan sistem AI bernama Skynet menjadi sadar diri, terus mengembangkan kemampuannya, lalu menganggap manusia sebagai ancaman.

Meski demikian, Altman menilai sejumlah skenario suram mengenai AI yang sering disampaikan sebagian pelaku industri justru terlalu menakutkan.

Tanpa menyebut nama secara langsung, ia mengkritik pandangan sejumlah perusahaan AI yang kerap memperingatkan bahaya kecerdasan buatan. Pernyataan itu dinilai mengarah kepada CEO Anthropic Dario Amodei, yang selama ini dikenal vokal menyerukan penguatan aspek keselamatan AI.

"Saya juga melihat ada visi alternatif dari beberapa perusahaan yang cukup mengerikan. Saya akan memastikan arah seperti itu tidak terjadi," ujar Altman.

Perdebatan soal Singularitas Masih Berlanjut

Altman bukan satu-satunya tokoh teknologi yang meyakini singularitas semakin dekat. CEO Google DeepMind Demis Hassabis pada Mei lalu mengatakan umat manusia kini berada di "kaki bukit menuju singularitas" dan memperkirakan dampak AI dapat mencapai 100 kali lebih besar dibanding Revolusi Industri.

Namun, pandangan tersebut tidak diterima semua pihak. CEO Nvidia Jensen Huang sebelumnya menyebut pembahasan mengenai singularitas maupun AI yang memiliki kesadaran sebagai spekulasi yang belum memiliki dasar kuat.

Sementara itu, OpenAI juga dikabarkan tengah mempersiapkan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia