Perkuat Jejaring Alumni hingga Cetak Wirausaha, Strategi DAKM UNS Dongkrak Reputasi Global
DAKM UNS di bawah Prof Dwi Prasetyani fokus pada digitalisasi data alumni dan penguatan ekosistem kewirausahaan untuk mencetak 1.000 youngpreneurs.
JAKARTA – Dalam ekosistem pendidikan tinggi modern, universitas bukan lagi sekadar menara gading yang hanya fokus pada pengajaran di kelas. Universitas kini dituntut untuk menjadi hub bagi alumni dan inkubator bagi masa depan mahasiswanya. Di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, peran vital ini diemban oleh Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa (DAKM).
Dalam wawancara khusus dengan TIMES Indonesia, Direktur DAKM UNS, Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CIPE., CPRM., memaparkan visi besar direktoratnya. DAKM tidak hanya mengurus administrasi data alumni, tetapi juga membangun ekosistem di mana alumni menjadi "modal strategis" dan mahasiswa didorong menjadi job creator, bukan sekadar job seeker.
Apa mandat utama dan peran strategis Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa di UNS?
Mandat utama DAKM adalah meningkatkan reputasi UNS melalui beberapa langkah strategis, yaitu mengembangkan kompetensi yang terstruktur berbasis kemitraan, mengubah 256.251 alumni dari sekadar database menjadi strategic capital menuju World Class University, serta mendorong mahasiswa menjadi entrepreneur. Dengan demikian, lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga pencipta lapangan kerja (job creator) melalui ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi dari kurikulum hingga investasi.
Apa prioritas program yang sedang Anda dorong dalam periode kepemimpinan saat ini?
Ada dua program unggulan periode 2025–2026. Pertama, UNS Alumni One Data yang fokus pada digitalisasi dan validasi data alumni dengan target meningkatkan respons tracer study hingga di atas 87 persen. Kedua, 1000 Youngpreneurs UNS untuk meningkatkan jumlah dan kualitas startup mahasiswa melalui penguatan ekosistem kewirausahaan.
Bagaimana pengelolaan UNS Alumni One Data dan pemanfaatan database alumni untuk kepentingan institusi?
Database alumni menjadi program utama yang dimanfaatkan untuk melihat tingkat serapan lulusan di dunia kerja maupun studi lanjut. Data ini juga menjadi syarat penting dalam akreditasi serta alat untuk memetakan kontribusi alumni di tingkat nasional dan global.
Bagaimana direktorat ini berkontribusi terhadap visi besar UNS di tingkat nasional maupun global?
DAKM berperan sebagai engine reputasi dan relevansi UNS. Saat ini alumni UNS tersebar di 30 negara, yang memperkuat indikator graduate employability untuk QS World University Rankings. Selain itu, kemitraan alumni dengan industri memungkinkan sekitar 40 persen mata kuliah melibatkan praktisi. Kontribusi juga terlihat dari fundraising alumni dan pendapatan startup yang mendukung PNBP UNS.
Bagaimana strategi UNS dalam membangun dan menjaga keterlibatan (engagement) alumni?
Strateginya adalah membangun kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan melalui komunikasi intensif. Hubungan alumni juga diubah dari yang semula transaksional menjadi relasional, bahkan berkembang dari sekadar donasi menuju investasi. Alumni diposisikan sebagai mitra strategis dalam memperluas jaringan di luar kampus.
UNS juga mengembangkan tiga pilar engagement, yaitu digital, emosional, dan profesional. Programnya meliputi digitalisasi data alumni, kegiatan homecoming seperti Dies Natalis, penganugerahan alumni berprestasi, serta UNS-IKA Business Summit sebagai forum pitching startup mahasiswa kepada lebih dari 100 investor dari kalangan alumni.
Sejauh mana peran alumni dalam mendukung pengembangan kampus, baik akademik maupun non-akademik?
Dalam bidang akademik, alumni berkontribusi melalui masukan dalam penyusunan kurikulum agar relevan dengan kebutuhan industri. Mereka juga berperan sebagai extended faculty dan extended career center. Sementara di bidang non-akademik, alumni mendukung melalui beasiswa, akses magang, serta berbagai peluang kegiatan di luar kampus.
Bagaimana alumni dilibatkan dalam pengembangan karier mahasiswa dan seberapa besar kontribusi alumni dalam membuka peluang kerja atau magang bagi lulusan UNS?
Alumni dilibatkan secara aktif, misalnya melalui kegiatan berbagi pengalaman sebagai narasumber, memberikan motivasi, serta membekali mahasiswa dengan kiat memasuki dunia kerja.
Kontribusi alumni sangat besar. Jejaring yang kuat memudahkan UNS menjalin kemitraan baru, sehingga membuka peluang lebih luas untuk magang maupun pekerjaan bagi mahasiswa dan lulusan.
Bagaimana direktorat mendorong tumbuhnya kewirausahaan di kalangan mahasiswa?
DAKM membangun ekosistem kewirausahaan melalui kolaborasi internal dengan berbagai direktorat dan lembaga, serta eksternal dengan pemerintah dan sektor swasta. Mitra yang terlibat antara lain pelaku usaha alumni, Kemendag, BAZNAS, hingga perusahaan seperti BRI dan Samsung.
Program konkret apa yang disiapkan untuk mendukung mahasiswa menjadi entrepreneur sejak kuliah?
Programnya cukup komprehensif, mulai dari Program Wirausaha Baru Mahasiswa (Wibawa) dengan target 800 peserta per tahun, Wibawa Inklusi bagi mahasiswa disabilitas, hingga program lanjutan untuk scale up. Selain itu ada laboratorium kewirausahaan seperti KOPMA dan ZCorner, pelatihan digital marketing dan branding, podcast kisah sukses, hingga Demo Day untuk memamerkan produk mahasiswa.
Apakah tersedia inkubator bisnis atau pendampingan startup di UNS?
UNS memiliki I-Hub di bawah LPPM. DAKM berkolaborasi erat dengan I-Hub dalam mendampingi mahasiswa dan alumni agar usahanya berkembang menjadi startup. DAKM fokus pada pengembangan minat dan perintisan usaha, sementara I-Hub lebih menitikberatkan pada hilirisasi riset dan ekspansi pasar.
Bagaimana cara mengukur keberhasilan program alumni dan kewirausahaan mahasiswa di UNS?
Keberhasilan diukur melalui capaian target program dan tracer alumni. Indikator utamanya adalah tingkat keberlanjutan usaha (survival rate), dengan target 70–80 persen pada tahun kedua dan 40–50 persen pada tahun ketiga. Penilaian juga mencakup keberlanjutan operasional, peningkatan legalitas usaha, serta kemandirian dari bantuan modal kampus.
Apa tantangan utama dalam mengelola alumni di era digital dan mobilitas global?
Tantangan terbesar adalah menjaga data alumni tetap mutakhir. Tidak semua alumni secara aktif memperbarui data mereka, sehingga diperlukan strategi khusus untuk meningkatkan partisipasi. Untuk itu, direktorat memanfaatkan teknologi. Salah satu inovasi adalah pengembangan platform esquare.uns.ac.id, yang menjadi pusat informasi program kewirausahaan mahasiswa dan akan dikembangkan sebagai database kewirausahaan terintegrasi.
Apa visi jangka panjang Anda dalam memperkuat peran alumni UNS ke depan?
Visinya adalah memperkuat jejaring strategis dan profesional alumni untuk menciptakan peluang karier sekaligus meningkatkan reputasi alumni UNS di tingkat regional maupun global. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


