Advertisement
Wisata

Saat "Dewi Rengganis" Memukau Rombongan Menteri

Kunjungan rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI bersama Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak)

TIMES Indonesia,
Saat "Dewi Rengganis" Memukau Rombongan Menteri
Penampilan teater Dewi Rengganis saat menyambut kedatangan rombongan Kemendes, dan Kompak di Desa Glingseran Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Selasa (2/5/2017). (Foto: Abdul Wahet/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Kunjungan rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI bersama Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) di Desa Glingseran Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Selasa (2/5/2017) disuguhi teater Dewi Rengganis.

Rombongan yang terdiri dari Kepala Pusat Penelitian dan Penembangan Daerah Tertinggal Leroy Samy Uguy, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniri Aceh, UIN Alaudin Makasar, Universitas Parahyangan dan Universitas Jember tampak senang dengan suguhan teater Dewi penguasa Pegunungan Argopuro itu.

Advertisement

Tidak hanya itu, ratusan masyarakat sekitar lokasi wisata dan pengunjung yang kebetulan sedang berwisata di tempat tersebut tampak antusias menyaksikan pagelaran yang terbilang jarang ini.

Penampilan teater Dewi Rengganis ini merupakan kreasi kelompok sadar wisata (Mpok Darwis) Desa Glingseran.

Diceritakan dalam teater tersebut, kedatangan Dewi Rengganis bersama para dayangnya ke tempat tersebut untuk mandi seperti biasanya. Namun kali ini, nasib kurang mujur dialami sang dewi.

Rupanya ada seorang pemuda yang diam-diam mengintip sang dewi mandi tanpa diketahui oleh sang dewi dan dayangnya itu. Sang pemuda mencari kesempatan untuk mengambil pakaian Dewi Rengganis yang diletakkan di atas bebatuan.

Advertisement

Ketika sang Dewi selesai mandi, ia bingung melihat pakaian di batu tadi sudah tidak ada.
Singkat cerita, berawal dari hilangnya pakaian sang dewi inilah, kemudian sang pemuda tadi menjadi kekasih dari sang Dewi.

“Ini menceritakan kedatangan Dewi Rengganis yang diyakini warga kami ke tempat pemandiannya. Disini ada penataran dan taman sang dewi. Itu yang diyakini oleh masyarakat kami,” tutur Kepala Desa Glingseran, Sulaedi ketika diwawancarai tentang teater tersebut.

Sementara itu, Camat Wringin, Moh. Sadik mendukung penuh terhadap kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Seperti yang ada di Desa Glingseran ini.

Menurut Sadik, dengan suguhan seperti ini tentu juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Termasuk juga pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bonndowoso ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAbdul Wahet Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia