Advertisement
Wisata

Mau Makan Juwet Sepuasnya? Wisata Petik Juwet Lopang Solusinya

Jenuh dengan suasana kota yang padat dan ramai? Ingin berlibur melarikan diri sejenak ke tempat yang tenang dengan hembusan angin yang melenakan namun juga unik?

TIMES Indonesia,
Mau Makan Juwet Sepuasnya? Wisata Petik Juwet Lopang Solusinya
Pengunjung wisata petik juwet sedang menikmati juwet di Desa Lopang, Kecamatan KKembangbahu Kabupaten Lamongan, Selasa (7/11/2017). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Jenuh dengan suasana kota yang padat dan ramai? Ingin berlibur melarikan diri sejenak ke tempat yang tenang dengan hembusan angin yang melenakan namun juga unik?

Coba kunjungi Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kota Soto ini memiliki tempat wisata tahunan dan layak menjadi wisata alternatif. Tempat wisata unik ini bisa jadi merupakan satu-satunya di Indonesia, yakni Wisata Petik Juwet.

Advertisement

Anda bisa melihat langsung puluhan pohon dengan nama latin Syzygium Cumini yang sedang berbuah. Apalagi kalau sedang berbuah, warnanya merah dan hitam kontras dengan warna daun yang hijau. 

wisata-petik-juwet-2lb5Tq.jpg

Berlokasi di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, terhampar kebun juwet atau duwet yang sangat luas. Tempat wisata ini berada di tengah-tengah persawahan.  Pengunjung harus jalan kaki untuk menuju lokasi.

Untuk memasuki kawasan perkebunan juwet yang sejuk ini, Anda cukup menyiapkan uang maksimal Rp15 ribu untuk bisa mendapatkan satu keranjang buah juwet. Sebuah harga yang murah untuk bisa makan juwet sepuasnya sekaligus menikmati suasana sejuk khas alam pedesaan.

“Kebanyakan orang luar, ke sini semuanya biasanya. Kalau ramai hari Minggu. Biasanya kalau minggu dari Jombang, Mojokerto, pakai mobil-mobil gitu,” kata Yusrini, pemilik pohon juwet, Selasa (7/11/2017).

Advertisement

Di sini, pengunjung  juga bisa memetik sendiri buah juwet dengan cara memanjat menggunakan tangga yang sudah disediakan pemiliknya. Berwisata di kebun pohon juwet yang dijadikan tempat wisata tahunan ini dijamin betah karena menawarkan wisata kebun yang berbeda.

“Kalau metik terserah metik berapa,” ucap Yusrini. Menurutnya, musim panen buah juwet ini biasanya berbuah hanya sekali di setiap tahunnya, tepatnya di bulan November.

wisata-petik-juwet-3GfP5i.jpg

Di wisata tahunan buah juwet ini kita bisa menemukan dua jenis juwet yang merupakan pohon-pohon tua dengan usia pohon lebih dari 50 tahun. Lebih tua dari usia pemiliknya sekarang.

“Ada juwet daging, sama juwet krucil. Biasanya makannya di aduk sama garam, biar lebih enak, ada manis-manisnya, ada asin-asinnya,” ujar Yusrini.

Menariknya, Anda tak hanya sekedar menikmati kesejukan di areal persawahan dan memetik juwet dengan cara memanjat pohon saja, namun ada beragam manfaat yang terkandung di buah dan kulit pohonnya.

“Khasiatnya buat kencing manis. Kalau buahnya dan bijinya, dijemur sampai kering lalu dibuat kopi. Kalau kulit kayunya, juga bisa direbus, di campur garam sama asam,” tuturnya.

Andi, seorang pengunjung yang ditemui TIMES Indonesia mengaku puas melancong di kebun juwet. Selain unik, berwisata di area perkebunan juwet tidak banyak ada di Indonesia. Bahkan lokasi ini mungkin menjadi satu-satunya di Indonesia.

wisata-petik-juwet-4siBI.jpg

Selain itu, menikmati buah juwet yang merupakan buah musiman adalah hal yang istimewa. Terlebih buah juwet termasuk buah langka yang sulit ditemui di pasar-pasar atau toko buah modern.

“Manis rasanya, ada sepet-sepetnya, cuma di sini di Lopang yang terkenal, setahun sekali mesti ke sini,” ujar Andi.

Tertarik? Yuk, ajak teman dan keluarga kalian untuk menghabiskan hari libur sambil makan yang manis-manis sepet di Wisata Petik Juwet di Kabupaten Lamongan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ardiyanto
PenulisArdiyantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia