Advertisement
Wisata

Indonesian Heritage Museum Dilengkapi Augmented Reality

Indonesia Heritage Museum (IHM) yang hari Senin (11/6/2018) diresmikan oleh D'Topeng Holding merupakan satu-satunya museum budaya di Indonesia yang dilengkapi aplikasi Augmented Reality.

TIMES Indonesia,
Indonesian Heritage Museum Dilengkapi Augmented Reality
Pada dinding-dinding zona di museum Indonesian Heritage Museum inilah pengunjung bisa menikmati gambar tiga dimensi lewat hpnya masing-masing. (FOTO: Widodo irianto/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Indonesia Heritage Museum (IHM) yang hari Senin (11/6/2018) diresmikan oleh D'Topeng Holding merupakan museum budaya di Indonesia yang dilengkapi aplikasi Augmented Reality. Museum ini satu kawasan dengan Museum Angkut di Kota Batu, Jawa Timur.

Augmented Reality biasanya dalam bahasa Inggrisnya disingkat AR adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. 

Advertisement

Indonesian-Heritage-Museum-A.jpg

Ini sebuah aplikasi canggih dimana pengunjung bisa "membidik" dengan hp ponselnya ke gambar-gambar yang tertera ada dinding-dinding zona yang ada di dalam museum itu kemudian bisa muncul gambar hidup tiga dimensi.

"Tetapi pengunjung harus mengunduh dulu aplikasi Indonesian Heritage Museum pada play store untuk bisa membidik barkot yang tertera di dinding itu. Kami telah conect dengan google," kata Founder Indonesian Heritage Museum, Reno Halzamer kepada TIMES Indonesia, Senin (11/6/2018) petang.

Indonesian Heritage Museum telah membuat 100 titik lebih barkot pada dinding-dinding zona kunjungan di dalamnya. Beberapa zona itu diantaranya Zona Manusia Purba, Zona singosari, Kampung majapahit, Pekan majapahit, Kerajaan Islam terbesar di dunia, Zona Cheng Ho, Rumah priyayi Jogja, Zona Wayang, Areal batik, Koleksi Nusantara mulai Jawa Timur sampai seluruh Nusantara dan masih banyak lagi.

Indonesian-Heritage-Museum-B.jpg

"Kami mengadopsi dari banyak negara di Eropa, Amerika, Tiongkok dan sebagainya dan tujuan penerapan aplikasi ini untuk menarik masyarakat datang ke museum dan untuk menjawab kebutuhan anak-anak dan bukan orang tua saja," ujar Reno.

Retno mengatakan, Indonesian Heritage Museum menerapkan teknologi dengan maksud membuat pengunjung semakin betah berlama-lama di museum.

"Ide ide fresh inovatif dan kreatif agar para pengunjung museum ini betah berlama-lama di dalam museum," katanya.

CEO Marcomm Group, Elly T Halsamer menambahkan semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan Indonesian Heritage Museum ini, maka semakin banyak masyarakat mendapatkan pengetahuan dan mencintai budaya bangsa sendiri dan tidak melupakan tentang sejarah bangsa Indonesia.

"Agar pendidikan tentang sejarah bangsa ini tidak hanya diperoleh dan terekam lewat media tulis dan berupa peninggalan benda-benda artefak saja, tetapi juga lewat era modern. Digitalisasi museum jaman now yang berbasis modern IT sudah seharusnya," tambah Elly.

Dengan mengusung Augmented Reality Indonesia Heritage Museum (IHM) di Kota Batu, pengunjung semakin dimanjakan dalam menikmati ribuan koleksi benda-benda kuno yang menceritakan tentang kondisi Nusantara di masa lampau.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia