Advertisement
Wisata

Situbondo Segera Buka Akses ke Kawasan Wisata Kawah Ijen

Wisatawan yang hendak mengunjungi kawasan wisata Kawah Ijen akan punya lebih banyak pilihan akses untuk mencapai ke sana. Karena dalam waktu yang tidak terlalu lama, Kabupaten Situbondo segera membuka akses jalan untuk menuju ke lokasi wisata

TIMES Indonesia,
Situbondo Segera Buka Akses ke Kawasan Wisata Kawah Ijen
Seorang penambang belerang di tepi Kawah Ijen (FOTO: Ahmad Sukron/ Dok.TIMES Indonesia)
A-AA+

SITUBONDO Wisatawan yang hendak mengunjungi kawasan wisata Kawah Ijen akan punya lebih banyak pilihan akses untuk mencapai ke sana. Karena dalam waktu yang tidak terlalu lama, Kabupaten Situbondo segera membuka akses jalan untuk menuju ke lokasi wisata paling eksotis di Jawa Timur tersebut.

Selama ini untuk menuju ke Kawah Ijen, para wisatawan hanya memiliki dua pilihan. Yakni harus lewat Bondowoso atau lewat Banyuwangi. 

Advertisement

Nah, dengan adanya akses baru lewat Situbondo tersebut, wisatawan baik lokal maupun mancanegara juga akan disuguhi beragam lokasi wisata menarik yang ada di sepanjang akses baru tersebut. Lalu, dimanakah persisnya lokasi akses baru itu?

Kepala Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) V Jember R. Tjahjo Widodo mengatakan bahwa akses baru di Situbondo menuju ke kawasan wisata Kawah Ijen itu berada di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo.

Baperwil-V-Jember.jpg
Baperwil V Jember, bersama Pemkab Bondowoso dan Pemkab Situbondo melakukan rapat koordinasi pembukaan jalan menuju kawasan wisata Kawah Ijen di Situbondo. (FOTO: Dody/TIMES Indonesia)

Tjahjo mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo dan Pemkab Bondowoso tengah menggodok rencana untuk membuka sebuah jalan di lokasi itu, untuk akses menuju ke lokasi wisata Kawah Ijen.

"Memang harus ada jalan yang yang harus dibangun. Jalan itu tidak hanya untuk kepentingan Situbondo, tapi juga Bondowoso karena jalan itu nanti juga lewat Dusun Pedati yang masyarakatnya ber-KTP Bondowoso tapi tinggalnya di Situbondo. Karena itu daerah perbatasan dua kabupaten," terang Tjahjo kepada awak media usai menggelar rapat koordinasi dengan Pemkab Situbondo dan Bondowoso serta Bappeda Jawa Timur terkait pembukaan akses ke kawasan wisata Kawah Ijen di Situbondo, di Kantor Baperwil V Jember, Rabu (6/12/2017).

Advertisement

Tjahjo menerangkan bahwa pembukaan jalan sepanjang kurang lebih 4,9 kilometer tersebut merupakan pekerjaan lintas sektoral. Artinya, pekerjaan itu akan melibatkan banyak pihak. Tidak hanya kedua pemkab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Perhutani, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, PTPN XII, hingga pemerintah pusat juga bakal dilibatkan dalam pekerjaan tersebut.

"Karena ini terkait dengan program gubernur Jawa Timur untuk mengembangkan kawasan Agropolitan Ijen-Raung," ujarnya.

Rapat koordinasi yang difasilitasi Baperwil V Jember tersebut tidak hanya menyepakati soal pembukaan jalan menuju kawasan wisata Kawah Ijen di Situbondo.

Tjahjo mengatakan bahwa kedua pemkab juga akan menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat agar jalur kereta api yang melewati Jember - Bondowoso - Situbondo yang pernah ada kembali dibuka.

"Nanti usulannya akan ditujukan kepada Kementerian Perhubungan. Jalur kereta api itu akan mendongkrak wisatawan datang ke Kawah Ijen melalui Situbondo," tuturnya.

Hal lain yang dihasilkan dalam rapat koordinasi itu adalah dukungan dari pihak Perhutani terhadap pembangunan jalan tersebut yang diketahui berada di dalam kawasan hutan. "Karena membuka jalan itu tidak boleh sembarangan atau asal babat hutan. Harus dilihat apakah ada alur jalan atau tidak," tukas Tjahjo.

Disinggung soal dana yang dibutuhkan untuk pekerjaan atau proyek tersebut, Tjahjo menerangkan bahwa hitung-hitungan soal dana akan dilakukan oleh tim teknis yang dibentuk oleh Pemkab Bondowoso dan Situbondo. "Soal anggaran harus dihitung dulu, disurvei dulu lokasinya, dan berapa lebar jalannya. Itu semua tim teknis yang tahu," ucapnya.

Sementara itu kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan, pihaknya siap mendukung pembukaan akses menuju kawasan wisata Kawah Ijen di Situbondo.

"Tapi harus dilihat dulu. Kalau memang sudah ada jalannya tinggal dilakukan pemanfaatan, itu cukup kerja sama dengan Perhutani. Tapi kalau belum ada jalan sama sekali dan harus dibuat jalan baru maka ijinnya harus ke KLHK," imbuhnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Dody Bayu Prasetyo
PenulisDody Bayu PrasetyoSarjana Hubungan Internasional Universitas Jember (2013). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia