Setahun Diresmikan, Wisata Sendang Asmoro Raup Pendapatan 20 jutaan per Bulan
Setahun diresmikan, wahana wisata Sendang Asmoro salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) milik Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, itu sudah meraup pendapatan rata-rata Rp20 juta per-bulan.

TUBAN – Setahun diresmikan, wahana wisata Sendang Asmoro salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) milik Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, itu sudah meraup pendapatan rata-rata Rp20 juta per-bulan.
"Kalau momen ramai juga tembus 25 juta," kata Ketua pengelola Wisata Sendang Asmoro, Hartomo (38) tahun, Minggu (23/12/2018).

Hartomo menjelaskan, wisata Sendang Asmoro yang kini memiliki 8 karyawan, 5 orang petugas wisata serta 20 pedagang di sentral wisata itu akan terus dikembangkan dengan menambah luasan lahan.
"Luas lahan milik desa yang kami kelola sekitar satu hektar. Selanjutnya akan diperlebar bekerja sama dengan perhutani," jelasnya.
Kepala Desa Ngino, Wawan Hariadi membenarkan, perluasan lahan wisata rencananya berada di petak 55 A dan petak 55 G tepat di sebelah Sendang Asmoro.

"Luasan itu rencana utuk Agrowisata, Camping Ground dan Spot Outbond," beber Wawan.
Wawan menambahkan, luasan lahan rencananya akan diajukan sekitar 12 hektar, bisa lebih. Selanjutnya pihak desa akan membuat masterplan dengan detail.
BACA JUGA: Hadirkan Ragam Permainan dan Suasana Asri, Sendang Asmoro Jadi Favorit Wisatawan
"Proposal kerjasama sudah kami ajukan," lanjutnya.
Menurut Wawan, persiapannya butuh proses panjang melalui tahapannya, sebab perizinan sampai ke Kementerian Kehutanan (Menhut).

"Kalau waktu dekat bisa langsung dengan KPH Tuban dulu, setelah masterplan jadi kemudian kita ajukan ke KPH Tuban sekitar awal tahun," papar Kepala Desa Ngino, Wawan Hariadi terkait rencana pengembangan wisata Sendang Asmoro. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

