Tarik Wisatawan, Harga Makanan di Telaga Sarangan Magetan akan Diseragamkan
Guna meningkatkan kunjungan wisatawan di Telaga Sarangan, Magetan dibutuhkan peran dari berbagai pihak. Salah satunya, menciptakan rasa aman dan nyaman untuk pengunjung.

MAGETAN – Guna meningkatkan kunjungan wisatawan di Telaga Sarangan, Magetan dibutuhkan peran dari berbagai pihak. Salah satunya, menciptakan rasa aman dan nyaman untuk pengunjung.
Rudi Tri Widodo, Sekretaris Karang Taruna Wukir Kademangan Sarangan mengatakan pihaknya akan mengumpulkan semua paguyuban pedagang di objek wisata Telaga Sarangan. Bersama para pedagang, pihaknya ingin menyeragamkan harga makanan dan minuman di lokasi tersebut.
"Untuk menyamakan harga, kami akan terjun langsung dengan mengumpulkan paguyuban pedagang, seperti pedagang sate kelinci, bakso, nasi pecel, dan lainnya. Agar wisatawan yang mau beli bisa merasa nyaman, karena harga tersebut akan tertera di stiker dan ditempel di kios atau gerobak pedagang yang berjualan di kawasan wisata Telaga Sarangan," ujar Rudi kepada TIMES Indonesia, Senin (7/1/2019).

Pihaknya juga akan mengimbau kepada wisatawan untuk melaporkan jika mengetahui pedagang yang mematok harga tidak semestinya. Sehingga dapat segera ditindak lanjuti.
"Saya minta kalau ada pedagang yang menaikan harga seenaknya, tolong didokumentasikan melalui foto atau video serta cara lainnya sebagai barang bukti, supaya bisa langsung ditindaklanjuti oleh pemuda karang taruna,” ujarnya.
Menurutnya, penjual yang membuat harga sembarang bukan berasal dari anggota paguyuban. Melainkan, pedagang yang sengaja menyusup ke lokasi wisata untuk mengambil keuntungan lebih.
"Yang menaikan harga sembarangan, bukan anggota paguyuban," ungkapnya.
Selain pemuda Karang Taruna Wukir Kademangan Sarangan. Bupati Magetan Suprawoto, juga akan segera mengambil tindakan terkait harga yang dibuat oleh para pedagang di lokasi wisata Telaga Sarangan, Magetan. "Kami akan segera kumpulkan para pedagang di sekitar telaga Sarangan, juga bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk membuat kesepakatan harga," ucap Suprawoto. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


