Manfaatkan Waduk, Begini Sensasi Nongkrong di Agrapana Bondowoso
Selama ini waduk yang berada di Desa Sumber Kalong, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, dibiarkan begitu saja. Namun kini oleh pemerintah desa setempat, waduk yang dinamai Agrapana itu dimanfaatkan sebagai tempat nongkrong yang instagramable.

BONDOWOSO – Selama ini waduk yang berada di Desa Sumber Kalong, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, dibiarkan begitu saja. Namun kini oleh pemerintah desa setempat, waduk yang dinamai Agrapana itu dimanfaatkan sebagai tempat nongkrong yang instagramable.
Waduk Agrapana itu dikelola oleh BUMDes Alaika Putra. Sementara pengurus BUMDes itu sendiri merupakan para pemuda Desa Sumber Kalong.
Pantauan jurnalis TIMES Indonesia, tempat itu memang baru dibangun. Karena hanya sebagian sisi waduk yang masih dimanfaatkan. Saat ini, terlihat lebih dominan sebagai tempat ngopi dan nongkrong.

Meski demikian, nongkrong di tempat tersebut memiliki sensasi tersendiri. Para pengunjung bisa menikmati makan sambil menikmati sejuknya lingkungan waduk.
Di tempat itu juga disediakan tempat swafoto, mirip sebuah dermaga yang terbuat dari bambu. Apalagi saat malam hari, tempat itu semakin indah dengan gemerlap lampu.
Sekretaris BUMDes Alaika Putra, Muhammad Haris mengatakan, Agrapana dibangun mulai Maret 2019. Baru dibuka untuk umum, pada 17 Agustus 2019 kemarin.
“Dulu saya pernah di Jember, ada Cafe Kolong. Sebenernya tempat nongkrong, cuma di situ di buat nyaman. Tempat ngopi, tempat makan, cuman ada bonus tempat. Kalau dibilang tempat wisata kita masih jauh,” ujarnya.
Sebenarnya pembangunan tempat itu sudah ada masterplannya. Kalau dari konsep, baru 20 persen yang dibangun.
“Namun dengan adanya tempat ini. Anak muda di sini, kalau mau nongkrong harus ke kota. Sekarang tidak, mereka nongkrong di sini,” kata alumni IAIN Jember tersebut.

Tempat ini kata dia, sudah menyerap lima tenaga kerja. Mereka adalah pemuda di desa setempat.
Haris menuturkan, kemarin ada mahasiswa KKN Unej yang juga ikut membantu, karena memang tema prokernya saat itu adalah wisata, sehingga sudah dibuatkan proposal.
“Di masterplan, sarprasnya banyak sih. Hingga ada homestay juga, tapi itu jangka panjang, entah itu pengurus BUMDesnya tetap atau tidak,” jelasnya.
Tapi pada akhirnya, tempat itu diproyeksikan jadi tempat wisata. Namun untuk saat ini, masih cenderung warung makan. “Belum berani ngungkapin tempat wisata,” ucapnya.
Meski baru tempat nongkrong, kunjungan ke Agrapana sendiri cukup lumayan. Selama dua minggu, sudah ada sekitar 500 lebih pengunjung.
“Rencana kita akan evaluasi satu bulan. Tanggal 17 September ini akan evaluasi dari segala hal. Salah satu contoh tempat parkir, kita kan masih di pinggir jalan.
Dari segi pekerja, kita belum bisa naruk tukang parkir, karena belum bisa,” ujarnya.
Suhairiah, salah satu pengunjung mengaku tempat itu cukup asyik dikunjungi. Meski tempat swafotonya masih sangat terbatas.
“Bagus sih. Cuma perlu ditambahkan tempat fotonya. Untuk makanan sudah sesuai dengan lidah warga Bondowoso. Apalagi cukup murah,” tuturnya.
Agrapana yang terletak di Dusun Krajan Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari, Bondowoso, buka pukul 15:00 sampai 24:00 WIB. Kecuali Sabtu dan Minggu, buka mulai pukul 08:00. Sementara untuk akses jalannya sduah beraspal.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


