Wisata

Tidak Punya Daya Tarik, DPRD Pamekasan Pertanyakan Pembangunan Objek Wisata Pantai Jumiang

Rabu, 11 Desember 2019 - 19:45 | 42.93k
Komisi IV DPRD Pamekasan saat sidak di pantai Jumiang Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.(Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
Komisi IV DPRD Pamekasan saat sidak di pantai Jumiang Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.(Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PAMEKASANDPRD Pamekasan menilai objek wisata Pantai Jumiang di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan kurang memiliki daya tarik bagi masyarakat atau pengunjung.

Komisi IV DPRD Pamekasan Muhammad Sahur mengatakan bahwa pada saat dirinya menggelar inspeksi mendadak (sidak) pembangunan fasilitas di Pantai Jumiang dinilai kurang.

Advertisement

Seperti tidak adanya tempat bermain untuk anak-anak, air bersih masih minim, penataan PKL masih semerawut, kebersihan tidak optimal, tidak layakna tempat bersantai, dan fasilitas keamanan yang masih kedodoran.

“Kalau (pembangunannya, Red) seperti objek wisata Pantai Jumiang bagaimana mau banyak pengunjungnya, kalau fasilitas wisatanya minim dan masih banyak yang belum ada di sana,” ujarnya, Pamekasan, Rabu (11/12/2019).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut memberikan masukan terhadap pemerintah daerah agar dapat mengelola objek wisata sebaik mungkin untuk menarik minat masyarakat datang ke sana.

“Terbukti ketika saya coba tanya terhadap orang sekitar wisata, ternyata yang ramai pengunjung hanya pada hari Minggu saja. Dengan begitu berarti pengunjungnya hanya orang Pamekasan sendiri dan tidak dari luar,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, lanjut Sahur, maka timbul pertanyaan dari anggota DPRD Pamekasan yang ada di Komisi IV.

“Apakah karena anggarannya untuk objek wisata Pantai Jumiang sangat minim atau memang kualitas dari pada pekerjaan itu yang kemudian kurang diperhatikan secara pengawasan dinas teknis?” tanyanya heran.

Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat Komisi IV DPRD Pamekasan akan memanggil dinas terkait yang mempunyai pengawasan objek wisata untuk mengevaluasi serapan anggaran tahun 2019. “Saya melihat bahwa upaya pengembangan di objek wisata Pantai Jumiang ini masih belum tertata rapi dan ketika kami masuk ke sana kayaknya mau masuk ke hutan,” tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Madura

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES