Pamor Durian Ngebel Ponorogo, Branding Pemikat Daya Beli Masyarakat
Penjual durian masih memenuhi jalan protokol wilayah Mataraman, antara lain Magetan, Madiun, Trenggalek, Tulungagung dan Pacitan. Mayoritas mereka menjajakan durian yang disebut sebagai Durian Ngebel asal Ponorogo.

PONOROGO – Penjual durian masih memenuhi jalan protokol wilayah Mataraman, antara lain Magetan, Madiun, Trenggalek, Tulungagung dan Pacitan. Mayoritas mereka menjajakan durian yang disebut sebagai Durian Ngebel asal Ponorogo.
"Panen Durian Ngebel tahun ini hanya 20 persen dari panen tahun lalu," kata Bambang Subgyo, pemilik Kampung Durian Ngrogong Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur pada TIMES Indonesia, Selasa (17/03/2020).
Menurut Bambang, pembeli jangan terkecoh karena musim durian begini banyak sekali durian luar kota masuk dengan membawa branding 'Durian Ngebel'. Ini agar harganya terkatrol dan daya belinya meningkat.

Banyak sekali varian Durian Ngebel antara lain lokal, matahari, tokong, montong, kanjeng dll. Semuanya mempunyai rasa khas. Lidah penggemar durian pasti hapal rasanya yang nendang dengan tekstur buah lembut. "Buah yang kecil pun tetap mempunyai rasa khas Durian Ngebel," jelasnya.
High class positions Durian Ngebel membawa para pedagang durian, terutama di wilayah Mataraman, akan menjajakan duriannya dengan branding 'Durian Ngebel'. Walau sebenarnya itu durian pasokan dari daerah lain. Sekali lagi untuk menaikkan harga dan daya belinya.

Dari banyaknya varian Durian Ngebel, Durian Kanjeng adalah rajanya. Secara histori memang Durian Kanjeng ini dulu adalah 'Durian Persembahan untuk para Raja atau Pemimpin'. "Hanya di Kampung Durian di Desa Ngrogong Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dapat ditemukan," tukas Bambang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

