Advertisement
Wisata

Mengunjungi Kampung Batik Kembang Turi Blitar, Berwisata Sambil Belanja 

Kembang Turi dan ikan Koi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari batik yang dihasilkan di Kampung Batik Kembang Turi yang ada di Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur.

TIMES Indonesia,
Mengunjungi Kampung Batik Kembang Turi Blitar, Berwisata Sambil Belanja 
Pengunjung melihat batik di galeri batik kampung Turi, Minggu (23/08/2020). (Foto: Nadira Rahmasari/TIMES Indonesia)
A-AA+

BLITAR Kembang Turi dan ikan Koi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari batik yang dihasilkan di Kampung Batik Kembang Turi yang ada di Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur.

“Ciri khas batik kembang Turi itu setiap motifnya pasti ada kembang Turi  dan ikan Koi,” ujar Parianto, Ketua Kelompok Batik kepada TIMES Indonesia, Minggu (25/8/2020).

Advertisement

batik-kampung-Turi-b.jpg
Proses mewarnai batik di galeri batik kampung Turi, Minggu (23/08/2020). (Foto: Nadira Rahmasari/TIMES Indonesia)

Parianto menjelaskan, Kembang turi merupakan nama kelurahan dan ikan Koi merupakan ikon kota Blitar. Untuk itu, motif tersebut dijadikan sebagai ikon atau penanda batik produksi kampung Batik kembang turi. 

Sebelum menjadi sentra batik khas Blitar, di Kampung Turi sudah ada yang memproduksi batik. Namun tidak semua warganya melakukan itu. Namun, hal ini berubah sejak 2018 lalu.

Wali Kota Blitar melihat ada potensi yang bisa dikembangkan, yakni batik. Selain khas, produksi batik diyakini bisa memberdayakan dan meningkatkan ekonomi warga. Dan sejak itulah, pemkot Blitar menjadikan Kampung Turi sebagai kampung wisata batik. 

batik-kampung-Turi-c.jpg
Proses batik cap di galeri batik kampung Turi, Minggu (23/08/2020). (Foto: Nadira Rahmasari/TIMES Indonesia)

Di sini, pengunjung tidak hanya bisa berbelanja langsung, tapi juga bisa melihat proses pembuatan batik, bahkan bisa ikut membuat batik. Banyak workshop batik di kampung ini yang memberi kesempatan pengunjung untuk belajar batik, mulai dari proses mencanting, pewarnaan hingga menjadi kain batik indah.

“Turi ini kan nggak punya apa-apa, akhirnya berawal dari situ usulan  daripada pemerintahan kelurahan mengusulkan pemberdayaan masyarakat dengan mengadakan pelatihan-pelatihan di  kampung Turi. Pelatihan yang paling dominan paling banyak adalah  pelatihan batik” ujar Parianto atau yang akrab dipanggil Antok mengenai awal mula terciptanya kampung batik Kembang Turi.

​Jenis batik yang dihasilkan kampung batik kembang turi ini adalah batik  cap dan batik tulis. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 250 ribu, tergantung pada jenis batik dan motif batik. Di setiap batik yang  dihasilkan terdapat gambar kembang Turi dan ikan koi. 

batik-kampung-Turi-d.jpg
Parianto menunjukkan s produk batik tulis di galeri batik kampung Turi, Minggu (23/08/2020). (Foto: Nadira Rahmasari/TIMES Indonesia)

Makna dari kedua gambar tersebut sangat sederhana. Kembang turi merupakan nama kelurahan kampung Turi dan ikan Koi merupakan ikon kota Blitar. Motif tersebut dijadikan sebagai ikon atau penanda batik  produksi kampung Batik kembang turi. 

Produksi batik mulai dari menggambar, menyanting, mencap dan mewarna dikelola oleh mayoritas ibu-ibu warga kampung Turi. Proses produksi  biasanya dilakukan di rumah masing-masing bila pemesanan dalam jumlah  sedikit. Apabila mendapat banyak pemesanan biasanya dilakukan di galeri batik. 

Anggota batik ini berawal dari sebuah pelatihan batik yang diadakan di kampung Turi. Adanya wisata tersebut dapat meningkatkan pemasukan warga setempat. 

“Awalnya ikut pelatihan dan awalnya cuman iseng saja bikin batik dan ternyata ada penambahan pemasukan. Jadi semua yang ada di sini semakin semangat membatik,” ujar Sumiasih.​

Anda yang berminat dengan batik khas Blitar bisa langsung ke Kampung Batik Kembang Turi karena pihak desa telah membuat galei tempat penjualan atau bisa langsung membeli dari para perajin. Batik kembang Turi ini juga melayani request  motif dan menerima pesanan dalam jumlah banyak.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

N
PenulisNadira Rahmasari (MG-286) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia