Festival Tabuik Kota Pariaman Sumbar Diusulkan Jadi Even Pariwisata Nasional
Festival Tabuik, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) diusulkan untuk menjadi salah satu even pariwisata nasional.

PARIAMAN – Festival Tabuik, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) diusulkan untuk menjadi salah satu even pariwisata nasional.
Usulan tersebut disampaikan Plt Wali Kota Pariaman, Drs. Mardison Mahyuddin, MM, kepada Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, MH.
"Dengan menjadi even pariwisata nasional, diharapkan akan mampu mendorong percepatan pembangunan lintas sektor dan menghidupkan perekonomian mikro," kata Mardison, Jumat (23/10/2020).
Festival Tabuik merupakan wisata budaya Kota Pariaman, yang cukup spektakuler. Digelar setiap tahun pada tanggal 10 Muharram. Pantai Gandoriah yang menjadi pusat kegiatan sekejab menjadi lautan manusia.
Ratusan ribu masyarakat dari pelosok Sumatera Barat dan penjuru Indonesia tumpah ruah menjadi satu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono, S.STP, M.Si menambahkan, Festival Tabuik adalah perayaan untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Hussein bin Ali yang sudah digelar sejak sekitar tahun 1826-1828 Masehi.
"Festival Tabuik adalah even budaya yang kental nuansa religius," ucapnya.
Disebutkan, kata Tabuik berasal dari bahasa Arab 'Tabut' yang berarti peti kayu. Dari legenda masyarakat setempat, pasca kematian cucu nabi, muncul makhluk bernama Buraq, berwujud seekor kuda bersayap dengan kepala manusia.
Buraq ini membawa peti kayu yang berisi potongan jenazah Hussein. Maka jangan heran, dalam festival Tabuik selalu muncul makhluk tiruan Buraq yang mengusung peti kayu di atas punggungnya.
"Dari nilai yang terkandung serta banyaknya jumlah pengunjung, sampai ratusan ribu orang, saya kira sangat layak Festival Tabuik dijadikan salah satu even pariwisata nasional," ungkapnya.
Sementara itu, guna memberi rasa aman dan nyaman pada wisatawan kini Disparbud Kota Pariaman, Sumatera Barat, menerapkan protokol kesehatan ketat diseluruh destinasi wisata. Wajib disediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer dan petugas pemeriksa suhu tubuh.
Pengunjung Festival Tabuik di Kota Pariaman Sumbar ini pun diharuskan mengenakan masker. Dan pengelola juga diminta untuk rutin melakukan penyemprotan desinfektan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


