Advertisement
Wisata

Mengenal Gua Butha, Situs Budaya di Bondowoso Diusulkan Masuk Warisan Dunia

Dari lima situs budaya atau culter site yang masuk Ijen Geopark, diantaranya adalah Gua Butha. Ada dua situs Gua Butha yang diajukan masuk warisan dunia UNESCO Global Geopark (UGG).

TIMES Indonesia,
Mengenal Gua Butha, Situs Budaya di Bondowoso Diusulkan Masuk Warisan Dunia
Situs Gua Butha di Desa Jirek Mas Kecamatan Cermee. Situs ini merupakan tempat pertapaan pada zaman Kerajaan Majapahit. Situs budaya ini diusulkan masuk warisan dunia. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Dari lima situs budaya atau culter site yang masuk Ijen Geopark, diantaranya adalah Gua Butha. Ada dua situs Gua Butha yang diajukan masuk warisan dunia UNESCO Global Geopark (UGG).

Dua situs Gua Butha tersebut di antaranya terdapat Gua Butha yang terletak di Desa Jirek Mas Kecamatan Cermee dan  Sumber Canting, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin.

Advertisement

Gua Butha Cermee

Struktur Gua Butha Cermee merupakan gua pertapaan pada akhir zaman kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-13 dan 14. Butha memiliki arti 'raksasa' dalam Bahasa Madura (Bahasa Lokal Tradisional). 

Situs ini berupa cerukan pada tebing batu. Relief berbentuk raksasa berupa wajah dengan mata terbuka lebar, gigi bertaring dan tangan berkuku tajam. 

Pada sisi barat gua terdapat beberapa relief yang merupakan bagian dari relief induk. Yaitu berupa relief Kuncup Bunga Teratai, yang tak lain merupakan lambang Agama Budha.

Juga terdapat relief Budha bermeditasi, kepala manusia dengan surya, petapa, dan beberapa binatang yang biasa digunakan sebagai kegiatan ritual keagamaan.

Advertisement

Gua Butha Sumberwringin

Sementara Struktur Gua Butha Sumber Wringin, merupakan gua untuk meditasi atau pengasingan diri dari kehidupan dunia. Sebab terdapat beberapa lubang kecil yang diperkirakan sebagai tempat lentera atau lilin saat ritual berlangsung.

Relief pada Gua Butha juga dipahat dengan mata terbuka lebar, gigi bertaring dan lidah menjulur ke bawah. 

Selain itu juga terdapat pahatan angka 1316 Caka atau Tahun 1394 sebagai penanda tahun pendirian.

Ukuran mulut gua setinggi 3 meter san lebar 5 meter, bentuk ruang memanjang ke dalam dan mengecil dengan kedalaman 17 meter dari permukaan gua.

Masuk Ijen Geopark

Gua Butha dipilih masuk Ijen Geopark, karena struktur dua gua Butha itu memiliki nilai kesejarahan yang cukup panjang.   

“Meskipun jarak tempuhnya cukup jauh dari kota Bondowoso. Tetapi, kami memilih karena nilai historys-nya,” kata tim ahli budaya Ijen Geopark, Tantri Raras.

Apalagi dua situs itu, berkaitan dengan sejarah keagamaan Budha yang masuk ke Bondowoso zaman dulu.   

Selain itu kata dia, Gua Butha itu juga mengandung makna dalam Agama Budha. Sedangkan untuk Gua Butha Sumber Canting merupakan gua meditasi. 

"Atau tempat untuk mengasingkan diri dari kehidupan dunia. Sebab terdapat lubang kecil, tempat lilin ketika ritual berlangsung,” sambungnya.

Sementara di Ijen Geopark Bondowoso yang tengah diusulkan masuk warisan dunia UNESCO Global Geopark, ada lima situs budaya. Selain struktur Gua Butha Cermee dan Gua Butha Sumberwringin, juga ada Tari Petik Kopi, Singo Ulung dan Situs Megalitik Maskuning Kulon. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia