Advertisement
Wisata

Bak Susu Strawberry, Danau Hillier di Australia Ini Berwarna Pink

Berbicara danau, pasti kebanyakan yang terlintas dibenak sebagian orang adalah warna air kehijauan atau kebiruan dengan didukung pemandangan yang mumpuni. ... ...

TIMES Indonesia,
Bak Susu Strawberry, Danau Hillier di Australia Ini Berwarna Pink
Hillier Lake yang berwarna merah muda (Foto: hillierlake.com)
A-AA+

MALANG Berbicara danau, pasti kebanyakan yang terlintas dibenak sebagian orang adalah warna air kehijauan atau kebiruan dengan didukung pemandangan yang mumpuni.

Namun, hal berbeda ditunjukkan dari salah satu destinasi wisata dengan keindahan danau di negara Australia. Ya, dikenal sebagai salah satu benua dengan sejuta pesona, wilyah ini tak kalah sukses membuat kagum para wisatawan dengan bentangan alam yang memikat.

Advertisement

Saking memikatnya, negara ini mempunyai sebuah danau yang tak hanya mengagumkan, tapi juga unik. Keunikan itu terletak pada warna danau yang berwarna pink.

Danau Hillier namanya, bak susu statwberry yang luluh lantak dan sukses membuat siapapun terpana dengan pesona keindahannya.

Berada di Middle Island, sebuah pulay yang termasuk dalam gugusan Kepulauan Recherche yang terletak di pesisir selatan, Australia Barat.

Danau ini ditemukan pertama kali pada Januari 1802, oleh Mathew Flinders yang merupakan seorang navigator Inggris. Dia pula yang memberi nama danau ini dengan nama Hillier. Terinspirasi dari nama seorang kru bernama William Hiller yang meninggal dunia karena disentri ketika berlabuh di pulau ini.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab danau ini berwarna pink. Banyak para ilmuwan, hingga kini hanya menduga-duga saja. Mulai dari dugaan karena mikroalga Dunaliella salina.

Advertisement

Ada juga yang menduga warna pink pada danau Hiller ini karena kemunculan bakteri halofilik yang terdapat dalam kerak garam. Tapi, yang dapat dipastikan, danau pink ini aman untuk kulit manusia.

Sayangnya, meski terlihat segar bagaikan susu strawberry, air Danau Hillier warna pink yang berukuran 600 x 250 meter persegi ini tak dapat diminum atau dibuat berenang. Artinya jika wisatawan ingin berkunjung, cukup bisa menikmati suasana keindahan alam dan update foto deh. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia