Advertisement
Wisata

DPRD Ponorogo Minta Kenaikan HTM Telaga Ngebel Ditundu Dulu

Wakil ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno meminta kebijakan kenaikan Harga Tiket Masuk (HTM) obyek wisata telaga Ngebel ditunda dulu. ... ...

TIMES Indonesia,
DPRD Ponorogo Minta Kenaikan HTM Telaga Ngebel Ditundu Dulu
Wakil Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno. (Foto :Dok Marhaban/TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO Wakil ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno meminta kebijakan kenaikan Harga Tiket Masuk (HTM) obyek wisata telaga Ngebel ditunda dulu.

Politisi PKB ini menilai kenaikan tersebut waktunya belum tepat karena akses jalan menuju  telaga Ngebel banyak yang rusak.

Advertisement

"Jika tujuannya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dikhawatirkan justru tak tercapai karena wisatawan enggan berkunjung karena tiket masuk mahal. Sementara sarana yang ada di sana juga tak ada penambahan," kata Dwi Agus Prayitno Selasa (2/8/2022).

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan minta komisi terkait, memanggil Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olah raga (Disbudparpora) Ponorogo, selain klarifikasi alasan menaikkan HTM hampir dua kali lipat juga minta ada penundaan.

Dwi-Agus-Prayitno-B.jpg

"Ada baiknya, kenaikan harga tiket masuk diterapkan paska pembangunan infrastruktur jalan selesai dilakukan. Ada beberapa titik ruas jalan menuju telaga Ngebel yang tahun ini mendapatkan proyek dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah memasuki tender," ulas Dwi Agus Prayitno.

Pihaknya pun yakin, jika jalan-jalan di Ponorogo sudah baik kenaikan harga tiket masuk telaga Ngebel naik, tak lagi jadi persoalan.  

Advertisement

"Memang menaikkan harga tiket menjadi hak bupati tapi sejauh ini DPRD belum pernah diajak bicara. DPRD hanya menyarankan pengoptimalan PAD sebab sebelum pandemi, target obyek wisata telaga Ngebel bisa tembus Rp1 Milyar," jelas Dwi Agus Prayitno. 

Sesuai Perbup nomor 46 tahun 2022, HTM obyek wisata telaga Ngebel naik dari 8000 rupiah menjadi Rp15 ribu per 29 Juli lalu. Kenaikan tersebut mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Rata-rata mereka tidak setuju, mengingat tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana yang ada di wisata andalan Ponorogo tersebut.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia