Wisata

Wisata Kota Batu Kurang Kental, Pemkot Batu Optimistis Pulih

Kamis, 15 September 2022 - 14:02 | 20.40k
Anggota dewan menganggap karakter wisata di Kota Batu masih kurang kental. (Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
Anggota dewan menganggap karakter wisata di Kota Batu masih kurang kental. (Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATUDPRD Kota Batu mengkritik pengembangan wisata di Kota Batu masih belum kental dan terlihat dibandingkan kota-kota wisata lainnya. Hal ini terlihat dari pengembangan wisata Kota Batu yang masih sangat bergantung pada potensi kekayaan alam yang ada.

Menurut Anggota DPRD Kota Batu, Sujono Djonet harusnya Pemkot Batu menciptakan karakter wisata yang kuat, hingga setiap wisata yang berkunjung ke Kota Batu bisa merasakan perbedaan jika berkunjung ke wisata ke tempat lainnya.

Advertisement

Anggota dewan yang juga pelaku wisata ini mencontohkan bentuk bangunan yang ada di Kota Batu dibandingkan daerah wisata lainnya, bisa dikatakan tidak ada sama sekali.

"Setiap pembangunan yang ada, Pemkot Batu belum memiliki konsep pendekatan wisata, bahkan terkesan pembangun mengikuti kemauan konsultan. Sebab itu, perlu regulasi pembangunan berkarakter sesuai kebutuhan daerah," ujarnya.

Ia mencontohkan pembangunan di Mojokerto, Bali dan Jogja. Dua kota ini memiliki peta konsep pembangunan berwawasan wisata disesuaikan dengan ciri khas daerah.

Kesenian-Tari-2.jpg

"Mojokerto mulai menata bangunan yang menguatkan karakter ciri khas Mojopahit, kita bisa menirunya," ujarnya.

Jika wisata di Kota Batu mengedepankan wisata pertanian, Kota Batu harus merancang karakter wisata, sehingga begitu wisatawan masuk Kota Batu, karakter wisata kota ini sudah terasa.

"Pembangunan karakter wisata ini bisa dimulai dari pengalokasian anggaran APBD. Sehingga anggarannya bisa benar-benar bermanfaat. Kami melihat, bangunan yang dibuat pemerintah saat ini, tidak dibangun untuk diwariskan. Padahal ini merupakan pembangunan daerah, bukan pembangunan pribadi," tegas Djonet.

Belum lama ini, pihaknya mengusulkan di Kota Batu ada program kawasan prioritas pembangunan. Jadi ada kawasan prioritas yang dilakukan pembangunan terlebih dahulu. Menurutnya, kawasan prioritas yang perlu dibenahi terlebih dahulu adalah kawasan Alun-alun Kota Batu, yang dulu sempat menjadi kebanggaan. Menurutnya saat ini kecantikan Alun-Alun Batu sudah pudar karena penataan yang kurang baik.

"Untuk membenahi Alun-alun harus dilakukan secara bersamaan antar dinas. Mulai dari PUPR, DPKPP, DLH, Dishub dan dinas terkait lainnya. Sehingga perencanaan bisa terpadu. Bukan Dishub punya rencana A, DLH punya rencana B," katanya Anggota DPRD Kota Batu.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Batu (Pemkot Batu) optimistis tingkat kunjungan wisatawan pada 2022 bisa tembus tujuh juta hingga akhir tahun. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq menyatakan, indikator perbaikan jumlah kunjungan wisata pada tahun ini yang telah terlihat.

Kesenian-Tari-3.jpg

Arief mengatakan jika dibandingkan dengan 2019, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu mencapai angka 7,4 juta. Pada semester pertama 2019, Dinas Pariwisata mencatat ada 3,1 juta wisatawan. Sedangkan pada semester pertama 2022, jumlah yang tercatat mencapai 3,9 juta.

“Itu catatan wisatawan yang beli tiket, jika dihitung dengan yang tidak beli tiket, jumlahnya bisa lebih,” ujar Arief.

Arief cukup bersyukur kondisi kunjungan telah membaik pada 2022 ini. Ia memperkirakan, hingga September 2022, ada sekitar 5 juta wisatawan yang datang ke Kota Batu.

“Semoga hingga tutup tahun 2022 nanti, targetnya bisa melebihi 2019. Indikator di pertengahan tahun sudah memberikan lampu hijau akan hal itu. Perhitungan saya, hingga September 2022 ini sudah di atas lima juta wisatawan yang datang,” terangnya.

Kondisi pariwisata di Kota Batu mulai membaik seiring tercapainya tingkat vaksinasi dosis kedua di Kota Batu. Saat ini, data capaian dosis kedua di Kota Batu telah menyentuh angka 90,91 persen atau 166.791 orang.

Sejumlah kegiatan pariwisata bertajuk budaya, kesenian, UMKM dan lain halnya sering diselenggarakan untuk menarik minat wisatawan datang ke wisata Kota Batu.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES