Wisata

Ijen Geopark Bondowoso dan Banyuwangi Dinyatakan Lulus Sidang untuk Masuk UNESCO

Selasa, 20 September 2022 - 18:40 | 35.98k
Ijen Geopark Bondowoso dan Banyuwangi Dinyatakan Lulus Sidang untuk Masuk UNESCO
Situs geologi Kawah Wurung di Bondowoso salah satu yang diusulkan masuk UNESCO Global Geopark dan lulus sidang council di Thailand (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSOIjen Geopark atau taman bumi Ijen yang berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, akhirnya lulus sidang council, dan menunggu peresmian untuk masuk UNESCO Global Geopark (UGG).

Sidang Ijen Geopark sendiri digelar di Provinsi Satin, Thailand pada September 2022 ini. Tak hanya Ijen Geopark, turut dinyatakan lulus juga Maros Pangkep Geopark. 

Ijen Geopark sendiri hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebab Ijen Geopark berada di dua kabupaten yang berada di ujung timur Jawa Timur tersebut. Bahkan salah satu situs geologis yang didaftarkan masuk UNESCO ada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, yakni Kawah Ijen.

Informasi dihimpun untuk Ijen Geopark hanya dilakukan asesmen sekali dan langsung lulus sidang. Tentu hal itu berkat kerjasama tim dari masing-masing kabupaten.

Ketua Harian Tim Ijen Geopark Kabupaten Bondowoso, Ahmad Sofyan mengatakan, sebenarnya tidak mudah untuk lulus sidang council dan menjadi bagian dari UGG. Ijen Geopark harus melalui penilaian yang super ketat.

Namun siapa sangka kata dia, hanya dengan sekali pengajuan dan sekali asesmen sudah dinyatakan lulus sidang beberapa waktu lalu. 

"Ijen Geopark berhasil lulus dalam sidang Council," katanya saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (20/9/2022).

Dia juga mengungkapkan, sidang council yang berlangsung di Thailand tersebut, dihadiri 20 negara anggota UGG dan 73 asesor.

Dalam kesempatan tersebut kata dia, Ijen Geopark berhasil memenuhi persyaratan yang ditentukan. 

Adapun persyaratan dimaksud yakni sesuai dengan asesmen yang dilakukan oleh Martina dan Jakob, dua asesor UGG yang datang ke Bondowoso dan Banyuwangi beberapa waktu lalu. 

Yakni mencakup data dan penilaian lapangan pada Juni 2022 lalu. "Dari data kita memenuhi persyaratan, sehingga dalam hal ini kita lulus sidang Council," jelas dia.

Setelah dinyatakan lulus, maka Ijen Geopark tinggal menunggu penetapan resmi menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG) yang direncanakan pada Maret 2023 mendatang.

"Alhamdulillah lulus. Dua kandidat perwakilan Indonesia yakni Maros Pangkep dan Ijen Geopark dinyatakan lulus karena memenuhi persyaratan," paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriono mengatakan, bahwa kabar kelulusan tersebut menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. 

Walau begitu, rekomendasi yang diberikan oleh tim asesor sebelumnya, tidak boleh dilupakan. Serta harus segera dilengkapi, sesuai dengan tenggang waktu yang diberikan.

"Dalam P-APBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang sudah disahkan kemarin itu, salah satunya terdapat anggaran untuk melengkapi aminitas itu," jelas dia.

Menurut Politisi PKB tersebut, prestasi ini diharapkan menjadi model pembangunan alternatif berkelanjutan. 

Pihaknya berharap, pemerintah pusat melakukan intervensi yakni melalui kementerian terkait, untuk melakukan pembangunan di wilayah Bondowoso dan Banyuwangi. "Kalau mengandalkan APBD, ya ndak mampu kita," imbuh dia.

Pria yang akrab disapa Sutri ini berhasil, agar 16 Organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu di Pemkab Bondowoso, untuk terus bergerak menjaga dan meningkatkan kualitas alam dan fasilitas lainnya, minimal dua tahun kedepan. 

Karena biasanya dalam jangka waktu itu, akan kembali dilakukan assesment atau revalidasi terhadap Ijen Geopark ini. "Bukan karena revalidasi baru bergerak, jadi ritmenya dijaga itu," imbaunya.

Ada tiga kategori situs yang diajukan masuk UGG. Yakni situs geologi, biologi dan budaya. Sementara total situs Ijen Geopark di Kawasan Bondowoso yang diajukan ke UNESCO ada 16 situs. Berikut rinciannya.

Situs geologi ada sembilan. Terdiri dari Kawah Ijen/Blue Fire, Kawah Wurung, Aliran Asam Kalipait, Komplek Mata Air Panas Blawan, Lava Blawan, Air Terjun Gentongan, Aliran Lava Plalangan, Dinding Kaldera Ijen Megasari dan Taman Batu So'on Solor.

Situs Biologi terdiri dari Hutan Pelangi dan Kopi Bondowoso. Sementara situs budaya yakni Struktur Gua Butha Sumber Canting, Struktur Gua Butha Cermee, Situs Megalitik Maskuning Kulon, Singo Ulung dan Tari Petik Kopi.

Situs Ijen Geopark Bondowoso yang dibagi dalam situs geologi, biologi dan budaya di Bondowoso itu sudah dinyatakan lulus sidang council. Kemudian menunggu ketuk palu untuk menjadi anggota dari UNESCO Global Geopark (UGG). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES