Wisata

Indahnya Air Terjun Gentongan Ijen Bondowoso, Potensi Wisata yang Harus Segera Dikelola

Kamis, 29 September 2022 - 06:26 | 44.55k
Indahnya Air Terjun Gentongan Ijen Bondowoso, Potensi Wisata yang Harus Segera Dikelola
Air Terjun Gentongan Ijen Kabupaten Bondowoso masuk Ijen Geopark tapi belum dikelola (FOTO: Disparbudpora for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Banyak tempat wisata penopang Kawah Ijen dari arah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Salah satunya adalah Air Terjun Gentongan, Kecamatan Ijen. Meski demikian, lokasi ini belum dikelola secara resmi.

Air terjun yang mengalir deras ini menyuguhkan pemandangan sangat eksotis dan terdapat busa. Air di lokasi ini juga memiliki keasaman sangat tinggi.

Air Terjun Gentongan terletak di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso. Tingkat keasamannya hampir sama dengan air Kawah Ijen yang terletak di perbatasan Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi.

Lokasi Air Terjun Gentongan berada di area perkebunan kopi afdeling Watu Capil, PTPN XII Kebun Blawan.

Air terjun tersebut mengalir ke sungai di bawahnya. Sehingga tampak seperti salju. Airnya berbusa karena mengandung belerang.

Air Terjun Gentongan sendiri masuk menjadi salah satu situs Ijen Geopark, yang beberapa pekan lalu lulus sidang council di Thailand untuk jadi anggota UNESCO Global Geopark.

Oleh karena itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Bondowoso melaksanakan kegiatan survei ke lokasi pengembangan kawasan wisata Air Terjun Gentongan, dan Taman Galuh Kecamatan Ijen. 

Kegiatan survei tersebut dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu, yakni 23-24 September 2022 kemarin itu, dilaksanakan bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), dan Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso. 

Kepala Bidang Pariwisata, Yuni Dwi Srihandayani, menerangkan, bahwa air terjun Gentongan merupakan salah satu situs geologi Ijen Geopark yang memiliki signifikansi geologi. 

"Baik dari struktur batuan, maupun air belerang yang mengalirinya," kata dia saat memberikan keterangan.

 Selain itu kata dia, air terjun Gentongan sudah lama dikenal wisatawan karena keindahannya," jelasnya.

Namun disisi lanjut dia, belum ada pengelolaan wisata secara resmi di kawasan ini. Maka dari itu, tim bergerak untuk melakukan studi terkait kelayakan pengembangan pariwisata di lokasi tersebut. 

Sebagaimana disitir dalam akun Instagram resmi Disparbudpora, @disparbudpora_bondowoso, bahwa terdapat dua buah jalur yang dapat ditempuh menuju air terjun Gentongan. Keduanya masih cukup alami dengan tingkat kesulitan yang berbeda. 

"Sebagai sebuah situs geologi, pengembangan air terjun Gentongan perlu mengedepankan aspek keberlanjutan," seperti dikutip dalam Instagram Disparbudpora tersebut.

Masih dikutip dari akun tersebut, bahwa begitu halnya dengan Taman Galuh yang menawarkan view gunung yang masih merupakan dinding Kaldera Ijen Purba. 

Di bawahnya terdapat lahan perkebunan sayur yang dikelola masyarakat sekitar. 

Untuk mencapainya diperlukan waktu tempuh sekitar setengah jam dari Balai Desa Sumber Rejo, Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso.

Kondisi jalan masih berupa batuan dan tanah berpasir yang cukup menyulitkan bagi kendaraan roda empat untuk melintas. 

Diperlukan waktu kunjung yang pas sesuai musim untuk mendapatkan view gunung, dengan bunga-bunga berwarna ungu di bawahnya. 

Tidak semua tempat yang indah layak dijadikan atau dikelola sebagai tempat wisata. Karena, harus melihat daya dukung alam sekitar dengan mempertimbangkan dampak lingkungannya. 

"Saat ini pemerintah desa bersama Pemerintah Kabupaten, dan stakeholder terkait masih mengkaji kelayakan pengembangan pariwisata di dua lokasi tersebut," pungkas Kabid Pariwisata.

Informasi dihimpun, Air Terjun Gentongan tersebut merupakan situs geologi sisa letusan eksplosif gunung Ijen Purba ribuan tahun lalu. Gunung Ijen Purba merupakan cikal bakal terdapat Kawah Ijen, Gunung Raung, maupun beberapa gunung lainnya yang ada di wilayah Bondowoso dan sekitarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES