Wisata

Tertinggi di Pulau Jawa, Wisata Air Terjun Madakaripura Buka Tutup Saat Musim Hujan

Jumat, 07 Oktober 2022 - 11:31 | 26.02k
Tertinggi di Pulau Jawa, Wisata Air Terjun Madakaripura Buka Tutup Saat Musim Hujan
Air terjun Madakaripura dengan ketinggian sekitar 200 meter menjadi air terjun tertinggi kedua di Indonesia.(Shutterstock)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Obyek wisata Air Terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kini menggunakan sistem buka tutup. Air terjun tertinggi di Pulau Jawa itu ditutup untuk wisatawan ketika cuaca mendung.

Hal itu disampaikan Kasi Destinasi Wisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan atau Disporaparbud Kabupaten Prolinggo, Musa, Jumat (7/10/2022).

“Kebijakannya sama seperti yang lalu-lalu. Buka tutup, apalagi memasuki musim hujan,” katanya kepada TIMES Indonesia.

Sebagai wisata alam, Airi Terjun Madakaripura sangat tergantung pada kondisi alam. Musa mengatakan, biasanya jam kunjungan ke lokasi air terjun setinggi 200 meter itu dibatasi sampai pukul 14.00 WIB. Selebihnya, wisatawan tak diperkenankan menuju air terjun.

Wisatawan yang telanjur berada di lokasi air terjun pada jam tersebut, diminta kembali ke tempat parkir.

Di luar itu, air terjun yang dikenal sebagai tempat pertapaan Patih Gajah Mada tersebut juga ditutup saat cuaca mendung. “Kalau cuaca di atas (hulu air terjun, Red) mendung, ya ditutup. Wisatawan yang berada di air terjun diminta kembali,” katanya.

Musa mengatakan, petugas di obyek wisata Air Terjun Madakaripura dibekali alat komunikasi handy talky atau HT untuk berkomunikasi satu sama lain. “Bukan (komunikasi) pakai HP, karena tidak ada sinyal,” sebutnya.

Dengan alat komunikasi tersebut, petugas yang berada di hulu Air Terjun Madakaripura dapat memberi kabar terkait kondisi cuaca, kepada petugas  yang berada di lokasi wisata. Dengan demikian, potensi resiko banjir terhadap wisatawan dapat diantisipasi.

Tertinggi di Pulau Jawa

Air Terjun Madakaripura merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa. Tinggi air terjunnya mencapai 200 meter. Hampir dua kali panjang lapangan sepak bola.

Air Terjun Madakaripura berada di ujung lembah sempit dan berbentuk ceruk yang dikelilingi tebing-tebing curam. Tebing ini meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya, layaknya sedang hujan.

Untuk sampai ke lokasi air terjun, wisatawan harus beberapa kali melintasi aliran sungai dengan berjalan kaki.

Dari tempat parkir, diperlukan waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke lokasi air terjun.

Untuk ini, wisatawan dapat menggunakan jasa guide lokal. Guide ini akan memandu wisatawan melintasi sungai. Atau membawa tas punggung atau peralatan lainnya.

Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat wisata ini adalah di pagi hari. Pasalnya selain cuacanya yang masih sejuk dan masih sepi akan pengunjung, hal ini bermanfaat karena pengunjung mempunyai waktu yang panjang untuk berada di lokasi air terjun.

Sebisa mungkin jangan datang di musim penghujan, dikarenakan air terjun utama pada tempat wisata ini memiliki aliran dari sebuah sungai yang dapat sewaktu-waktu berubah volume debit airnya.

Secara administratif Air terjun Madakaripura berlokasi di perbatasan tiga desa. Di utara, air terjun ini berbatasan dengan Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo.

Di selatan, berbatasan dengan Desa SapihKecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan di barat, berbatasan dengan Desa WonorejoKecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan.

Tetapi, akases paling mudah untuk mencapai Air Terjun Madakaripura adalah dari Desa NegororejoKecamatan LumbangKabupaten Probolinggo. (*)

  

 

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES