Wisata

Tarik Wisatawan Mancanegara, Pemda DIY Tak Lelah Promosikan Potensi Wisata

Minggu, 23 Oktober 2022 - 08:37 | 22.98k
Tarik Wisatawan Mancanegara, Pemda DIY Tak Lelah Promosikan Potensi Wisata
Suasana Kawasan Obyek Wisata Malioboro. (FOTO: A Riyadi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAPemda DIY sangat serius untuk menawarkan potensi investasi ke luar negeri. Setelah menggali potensi pangan, sektor wisata di Yogyakarta pun menjadi andalan untuk menarik wisatawan luar negeri.

Potensi investasi di DIY telah ditawarkan ke investor luar negeri dalam ajang Indonesia Festival Frankfurt (IFF) pada 16-18 September 2022 lalu. Objek investasi yang menjadi fokus utama yang ditawarkan adalah pengembangan potensi wisata Bokoharjo, pengembangan TPA Piyungan hingga Cargo Village di kawasan YIA.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menyampaikan keikutsertaan DIY dalam IFF menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang menurun drastis di masa pandemi. Sekaligus memberikan update terkini mengenai potensi pariwisata di DIY.

Dalam tourism forum juga dibahas mengenai tantangan untuk menjadikan DIY sebagai tujuan pariwisata, salah satunya adalah mengenai tingginya biaya perjalanan Jerman-Indonesia.

"Selain tourism forum dan pameran, Dinas Pariwisata juga melakukan diskusi informal dengan para diaspora yang dapat menjadi agen promosi bagi pariwisata DIY," ujarnya, Sabtu (22/10/2022).

Malioboro-a.jpg

Dari sisi budaya, DIY juga turut mendapatkan apresiasi, turut memeriahkan pagelaran seni budaya di Colloseum Main Hall Indonesia Festival Frankfurt. Ragam tarian dengan corak khas Jogja, baik tari tradisional maupun kontemporer, dibawakan oleh penari berpengalaman yang diusung oleh Dinas Kebudayaan DIY.

Pada penampilan penutup, Yogyakarta menyajikan tarian Laksmita Alep Ngayogyakarta yang dikoreografi secara istimewa untuk kegiatan IFF ini. Dinas Kebudayaan DIY berkesempatan melaksanakan Workshop Gamelan yang berlangsung dua jam setiap hari selama pameran."Di kegiatan pameran, DIY menampilkan berbagai produk premium berkualitas ekspor dari 20 IKM dan pameran potensi pariwisata. Pameran di IFF ini dihadiri lebih dari 1500 pengunjung di setiap harinya," jelasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan DIY Agus Priono menambahkan pada even itu juga ditunjukan potensi perdagangan dari berbagai produk premium berkualitas ekspor yang dimiliki oleh DIY.

"Ini mendapat sambutan yang baik dengan dihadiri tidak kurang dari 40 peserta dari berbagai negara. Sebagai tindaklanjut dari pemaparan mengenai potensi investasi dan perdagangan DIY, di IFF ini dilaksanakan juga one on one business meeting," jelas Agus,

Pada ajang pameran produk IFF, DIY mencatatkan transaksi langsung senilai 4.380 Euro atau senilai Rp65 juta. Kemudian potensi perdagangan dan investasi tercatat sebesar 800.000 Euro atau setara Rp12 miliar yang di antaranya berasal dari wood pellet (serbuk kayu) sebagai bahan alternatif untuk mengatasi krisis energi yang sedang dihadapi para pengusaha Jerman.

"Potensi pariwisata DIY turut mendapatkan ruang atensi di IFF 2022 ini melalui tourism forum dan pameran. Tourism Forum diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari travel agent, travel operator, hingga masyarakat umum Jerman. Nature dan Culture tourism destination menjadi tema utama yang diekspos dan ditawarkan dalam tourism forum ini," jelasnya.

Selain Bali, Yogyakarta juga menjadi salah satu destinasi liburan di Indonesia yang sudah mendunia. Keindahan alam dan budayanya yang kenal jadi alasan kota ini gak pernah sepi dari pengunjung.

Tak cuma wisatawan lokal, Yogyakarta juga selalu dipenuhi wisatawan mancanegara alias bule. Mereka terkesima dengan suasana kota yang kental dengan budaya ini. Bahkan, para turis asing ini punya destinasi wisata favoritnya sendiri.

Malioboro-b.jpg

Yogyakarta salah satu kota paling menawan di Indonesia di mana wisatawan pergi untuk berendam dalam budaya lokal. Ini memiliki gang-gang sempit yang tak berujung untuk tersesat saat mencari seni jalanan, warung makan, pembuat wayang, batik dan perajin perak.Tanpa diragukan lagi, Jogja adalah pusat budaya dan sejarah utama di Jawa. Ini adalah pintu gerbang ke candi paling megah di negara itu, yaitu Prambanan dan Borobudur.

Meski demikian, masih banyak destinasi wisata di Yogyakarta yang sangat disukai wisatawan terutama dari luar negeri antara lain:

1.Keindahan Pantai Parangtritis memang sangat menghipnotis, apalagi saat matahari terbenam. Berkeliling sepanjang garis pantai dengan delman jadi favorit para turis.

2.Taman Sari adalah taman kerajaan yang dibangun pada abad ke-18. Meski terkesan kuno, beragam spot berfoto unik dan estetik banyak dijumpai di sini.

3. Pohon beringin kembar di Alun-alun Kidul juga menarik perhatian turis asing. Mitosnya, yang bisa berjalan di antara kedua pohon dengan mata tertutup bakal dikabulkan keinginannya.

4. Sekadar berjalan-jalan di Malioboro sudah membuat hati para bule bahagia. Bercengkerama dengan warga lokal sambil berbelanja suvenir selalu mereka lakukan.

5. Sungai Progo adalah tempat terbaik berarung jeram dan kayaking. Sembari menyusuri sungai, wisatawan bisa menikmati flora dan fauna yang subur.

6. Selanjutnya ada Keraton Yogyakarta yang juga disukai para bule. Kompleks istana tempat tinggal Sultan Yogyakarta ini dipenuhi jendela kaca patri dengan dekorasi yang indah

7. Bukan hal mengejutkan lagi kalau bule suka banget ke Candi Borobudur. Melihat jajaran stupa dengan alam hijau tentu bikin hati tenang seketika.

8. Museum Ullen Sentalu merupakan tempat paling tepat bagi para bule untuk belajar budaya Jawa. Ada batik kuno, lukisan, artefak, hingga surat antik zaman dahulu.

9. Gunung Merapi yang gagah dan indah tak luput dari perhatian turis asing. Sebagian besar pendaki memulai pendakian pada pukul 01.00 dini hari, demi mengejar sunrise.

10. Bule juga suka berwisata ekstrem di Yogyakarta, seperti di Goa Jomblang. Mulut gua ada di permukaan tanah, sehingga masuknya hanya menggunakan tali saja.

Itulah beberapa destinasi wisata di Yogyakarta yang ternyata selalu jadi jujugan favorit para wisatawan mancanegara atau bule. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES