Wisata

Gresik Kini Miliki Wisata Kota Tua Bernama Bandar Grisse

Senin, 19 Desember 2022 - 04:35 | 102.60k
Bandar Grisse yang berada di Jalan Basuki Rahmat Gresik (Foto: Prokopim Pemkab Gresik for TIMES Indonesia)
Bandar Grisse yang berada di Jalan Basuki Rahmat Gresik (Foto: Prokopim Pemkab Gresik for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, GRESIK – Setelah selesai direvitalisasi dan dilaunching, Kabupaten Gresik Jawa Timur resmi memiliki wisata kota tua bernama Bandar Grisse.

Destinasi ini terletak di Jl. Basuki Rahmat. Prosesi launching wisata ini berlangsung meriah. Bahkan dilakukan mulai 16 - 18 Desember 2022. 

Advertisement

Selama tiga hari, kegiatan diisi dengan pameran UMKM, tari-tarian, fashion show, sholawatan, safari Bandar Grissee, fun bike dan lainnya. 

Bandar-Grisse-b.jpgPenampakan lampu dan pernak-pernik di Bandar Grisse (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, wisata kota tua ini adalah ikon baru yang dipersembahkan untuk masyarakat yang diharapkan menjadi magnet pariwisata.

"Semua kalangan bisa menikmati kawasan ini sebagai tempat wisata kota tua," ujarnya usai peresmian pada Minggu (18/12/2022).

Lebih lanjut Gus Yani mengatakan, Gresik memiliki peradaban multi etnis yang tidak dimiliki wilayah manapun. Gresik adalah etalase toleransi multi etnis, multi ras dan multi agama yang tidak dimiliki daerah lain. 

"Karena sejarah tidak bisa diputar lagi, tetapi bisa jadi pelajaran berharga dengan membangunnya kembali. Dalam prosesnya, sekaligus kita bisa menghidupkan ekonomi kreatif,” ujar Gus Yani.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Bandar Grissee akan menjadi salah satu ikon budaya dan toleransi terbaik.

Bandar Grissee, ungkap Aminatun punya banyak sekali keunikan. Salah satunya adalah keragaman budaya dan toleransi. 

"Karena disini kita diapit oleh tiga kawasan yang berbeda sejak dulu. Ada Kampung Arab, Kampung Pecinan, dan Kampung Kolonial yang memiliki kebudayaan yang berbeda," ujarnya.

Menurut beberapa literatur, Bandar Grissee sendiri sudah ada sejak sekitar tahun 1.400 M, merujuk pada zaman Sunan Giri. Dinamakan Bandar karena lokasinya yang dekat dengan pelabuhan. 

"Sedangkan Grissee yang merujuk pada sebutan Gresik saat jaman kolonial. Perancangan tempatnya sendiri berdasarkan potret gambar yang telah ada sejak dulu," terang dia.

Rangkaian launching wisata heritage Bandar Grissee berlangsung semarak. Ribuan masyarakat memadati kawasan tersebut sejak kemarin. Salah-satunya kepala daerah di Jatim.

Salah satu rombongan yang hadir adalah Walikota Surabaya Eri Cahyadi beserta istri, kemudian Para Ketua TP-PKK yang sekaligus Ketua Dekranasda Nganjuk, Pacitan, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Kediri, Mojokerto, Magetan, Probolinggo dan Blitar

Selain itu ada pula perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia dan Konjen Jepang, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Forkopimda Gresik. 

Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik sengaja mengajak rombongan bersafari sembari menikmati nuansa kota tua dengan menaiki mobil klasik.

Bandar-Grisse-c.jpgBupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat berkeliling di kawasn kota tua (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).

Rombongan berangkat dari Pendopo melintasi Gedung Nasional Indonesia yang sebentar lagi bakal jadi ikon kebanggaan. Setelah itu, rombongan melintas Kawasan wisata religi Maulana Malik Ibrahim.

Di kawasan wisata religi tersebut rombongan menyempatkan diri berhenti dan menyapa warga disana. Tak sedikit warga yang ingin berfoto ria dengan para rombongan.mm

Diceritakan bahwa peradaban Islam awalnya dimulainya dari Desa Gapuro Sukolilo yang saat ini dijuluki sebagai Gerbang para wali. Serta didalam komplek makam Maulana Malik Ibrahim juga ada makam Bupati pertama Gresik Poesponegoro.

Bergerak dari jalan Malik Ibrahim, rombongan berhenti di kawasan pecinan. Ada Klenteng Kim Hin Kiong disana yang merupakan salah satu klenteng tertua di Jawa. 

"Ini merupakan salah satu klenteng tertua di Jawa. Diperkirakan sudah ada sejak abad ke-12, atau tepatnya pada tahun 1153 masehi. Masih sezaman dengan era Kerajaan Majapahit," kata Gus Yani kepada rombongan sambil menjelaskan sekilas tentang klenteng tersebut.

Setelah itu, Gus Yani mengajak rombongan menuju kawasan Gajah Mungkur. Di sana juga dijelaskan tentang berdirinya bangunan bersejarah tersebut.

Dijelaskan pula bahwa banyak wisatawan hingga peneliti sering berkunjung ke Gajah Mungkur untuk mengulas sejarah yang ada.

Di lokasi itu, Konsulat Jepang dan Australia membeli batik khas Gresik. Mereka juga tak mau melewatkan momen berswafoto bersama Bupati dan Walikota Surabaya serta rombongan lainnya di depan bangunan bersejarah tersebut.

Semuanya tampak larut menikmati rute dan titik demi titik yang disuguhkan. Pengalaman yang diberikan kawasan Bandar Grissee bisa dikatakan lengkap. Mulai dari spot yang memanjakan mata nan sarat nilai sejarah, hingga ragam kuliner yang menggoda selera. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES