Mengintip Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

TIMESINDONESIA, BLITAR – Sudah tidak asing lagi, salah satu julukan Kota Blitar adalah Kota Proklamator. Alasan mendapat julukan tersebut karena di kota ini terdapat makam Proklamator Kemerdekaan sekaligus Presiden Pertama RI yaitu Soekarno. Namun tahukah kamu bahwa selain makam Bung Karno, terdapat tempat bersejarah lainnya yang masih berkaitan dengan Bapak Proklamator? Tempat bersejarah itu adalah Istana Gebang.
Istana Gebang atau yang dikenal dengan sebutan ndalem Gebang merupakan rumah tempat tinggal orang tua Bung Karno. Tempat bersejarah ini letaknya tidak jauh dari Makam Bung Karno, kurang lebih 2 kilometer (km) ke arah selatan, tepatnya berlokasi di Jalan Sultan Agung No. 59, Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur.
Advertisement
Istana Gebang diketahui ditempati oleh keluarga Bung Karno pada 1917 dan saat itu Bung Karno masih berusia 16 tahun. Diketahui bahwa ayahanda Bung Karno, R. Soekeni Sosrodiharjo dulunya adalah seorang menteri guru yang tugasnya berpindah-pindah dan ketika mau pensiun, sang ayah dipindahtugaskan ke Blitar, tepatnya di Normal Jongens School, yang sekarang namanya menjadi SMAN 1 Kota Blitar.
Istana ini berdiri di atas lahan sekitar 1,7 hektare. Istana ini terdiri atas beberapa bagian diantaranya rumah utama. Saat memasuki rumah utama, masyarakat yang berkunjung akan disuguhi dengan ruang tamu yang cukup luas nan kental bernuansa Jawa Klasik, dengan perabot kursi model lama dan beberapa meja yang masih asri dari dulu. Di bagian dinding, terpajang sejumlah lukisan karya seniman yang dihibahkan untuk dipajang di Istana Gebang dan foto-foto Bung Karno yang masih asli sejak Bung Karno bertempat tinggal di sini.
Di samping itu, terdapat ruang keluarga yang cukup luas dengan barisan kursi kayu berkombinasi anyaman rotan. Tak hanya itu, di ruang keluarga tersebut juga ada kursi santai lengkap dengan bangku kecil untuk menopang kaki di bawahnya. Selain itu, terdapat sebuah meja kerja di sudut ruangan. Meja yang di atasnya dilengkapi dengan mesin ketik tersebut merupakan meja kerja dari kakak ipar Soekarno yakni Poegoeh Wardoyo yang masih terjaga dengan baik.
Di samping ruang tamu dan ruang keluarga, di rumah utama Istana Gebang ini terdapat 5 kamar. Yang mana dua kamar depan pintu penghubung adalah untuk tamu, kemudian satu lagi adalah kamar Bung Karno pada masa remaja. Selanjutnya, kamar di samping ruang keluarga adalah kamar kakak Bung Karno, Soekarmini Wardoyo.
Ruang Keluarga di Istana Gebang Blitar (Cr: Nurkamala Dewi).
Lalu di samping kamar kakaknya Bung Karno, terdapat kamar orang tua Bung Karno. Setelah orang tua Bung Karno wafat, kamar itu pun ditempati Bung Karno yang sudah menjabat sebagai Presiden RI. Di kamar ini juga terdapat tiga tongkat peninggalan Bung Karno yang disebut juga sebagai tongkat gading gajah karena terbuat dari gading gajah.
Berpindah ke beberapa ruang di bangunan belakang, terdapat meja kursi yang digunakan untuk bersantai Bung Karno. Di meja ini juga pernah dilakukan pertemuan para anggota PETA (Pembela Tanah Air) sebelum melakukan pemberontakan terhadap Jepang di bawah pimpinan Supriyadi. Terdapat juga ruang makan khusus keluarga Bung Karno yang masih terawat dengan baik.
Di samping ruang makan terdapat ruang abdi dalem yang kini digunakan untuk menyimpan barang-barang lawas atau kuno. Selain itu, di ruang belakang juga terdapat alat musik Gamelan karena dahulu digunakan oleh ayah Bung Karno menggunakan Gamelan tersebut untuk pertunjukan seni karawitan. Lalu ada sumur tua yang dibangun sejak 1884, yang mana di sinilah Bung Karno menimba air dari sumur dan kemudian mengisinya ke bak mandi.
Di samping itu, juga terdapat ruangan dapur yang terdiri dari kompor atau tungku zaman dahulu yang masih menggunakan kayu bakar. Ada pula kamar mandi asli Istana Gebang yang dulunya juga digunakan Bung Karno dan para pengunjung bisa mandi di kamar mandi tersebut. Ruang selanjutnya adalah garasi yang mana terdapat mobil Mercedes tipe 190 milik Bung Karno dan pernah dipakai saat Bung Karno menjadi presiden republik Indonesia.
Meskipun rumah utama di Istana Gebang ini tanpa pendingin ruangan, namun tempat ini benar-benar sejuk karena mungkin dipengaruhi oleh arsitektur gaya kuno yang cukup megah.
Jika anda berkunjung ke Blitar, cobalah untuk mampir ke destinasi wisata yang memiliki sejarah tentang masa kecil Bung Karno. Ingatlah, jangan sesekali melupakan sejarah. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ferry Agusta Satrio |
Publisher | : Rizal Dani |