Wisata

Pancer Door Punya Masjid Apung, Kini Tlogo Sono Akan Dibangun Langgar Apung

Selasa, 27 Februari 2024 - 14:24 | 22.06k
Lokasi Tlogo Sono yang akan dibangun Langgar Apung. (FOTO: Rojihan/TIMES Indonesia)
Lokasi Tlogo Sono yang akan dibangun Langgar Apung. (FOTO: Rojihan/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Setelah di Pantai Pancer Door Pacitan, Jawa Timur terdapat Masjid Apung kini dalam waktu dekat di Tlogo Sono Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan pun akan segera dimulai pembangunan Mushala Apung alias Langgar Apung.

Kepala Desa Kalikuning Agung Pambudi kepada TIMES Indonesia mengatakan bahwa pembangunan Mushala Apung alias Langgar Kemampul itu bukan tanpa alasan. Selain menjadi pusat wisata religi pun dia menceritakan bahwa lokasi Tlogo Sono sebenarnya sudah lama menjadi salah satu tempat rencana dibangunnya Masjid Apung yang berada di pintu Pantai Pancer Pacitan saat ini.

Lokasi-Tlogo-Sono-2.jpg

"Iya, ini sesuai petunjuk KH. Fuad Habib Dimyathi beberapa waktu lalu kami sowan dan sebenarnya menurut beliau Tlogo Sono yang berada di Kalikuning itu dulu menjadi salah satu tempat alternatif pembangunan Masjid Apung, ada tiga pilihan Tlogo Sono, Waduk Tukol dan Pancer Door," katanya, Selasa (27/2/2024).

Yang akhirnya dipilih pertama kali dibangun bertempat di Pantai Pancer Door Pacitan. Maka dari itu, lanjut dia menambahkan kali ini sudah waktunya pembangunan serupa di Tlogo Sono, dengan ukuran 7×7 meter persegi. 

“Dengan Bismillah kami bersama warga bermaksud untuk mencari keberkahan semoga berjalan lancar dan menjadi pusat wisata religi yang tentunya berdampak baik kepada masyarakat setempat salah satunya peningkatan ekonomi warga,” imbuhnya.

Masyarakat setempat pun menyambut baik akan dibangunnya Mushala Apung (Langgar Apung) tersebut, bahkan dihari Minggu (25/2/2024) kemarin sudah bergotong royong kerja bakti melebarkan jalan menuju Tlogo Sono.

Tak sedikit warga yang menawarkan Bambu Petung dan Pohon untuk diberikan sebagai bahan dalam pembangunan Mushala Apung tersebut. Agung Pambudi pun berharap masyarakat dapat sayuk bersama-sama gotong-royong hingga pembangunan selesai dan seterusnya.

“Kalau pembangunannya swadaya nanti masyarakat bersama-sama dan alhamdulillah banyak juga masyarakat yang menawarkan Bambu Petung serta Kayu untuk pembangunan Mushala Apung dan tanahnya untuk pelebaran jalan menuju Tlogo Sono,” ucapnya.

Dan mengakhirinya sangat terbuka bagi seluruh masyarakat dimanapun berada jika ingin bergotong royong mewujudkan Langgar Apung hingga selesai dalam pembangunannya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES