Wisata

Eloknya Pantai Parang Semar Banyuwangi, Bekas Tempat Pembuangan Sampah

Rabu, 06 Maret 2024 - 05:35 | 73.93k
Pemandangan Pantai Parang Semar saat Sunset. (Foto: Anggara Cahya/TIMES Indonesia)
Pemandangan Pantai Parang Semar saat Sunset. (Foto: Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Bicara tentang surganya pariwisata bahari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menjadi salah satu daerah andalan yang wajib dikunjungi. Salah satunya Pantai Parang Semar.

Destinasi wisata yang berlokasi di Dusun Purwosari, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung itu terkenal akan eksotisme ombak yang mencirikan pantai selatan. Dulunya, pantai ini merupakan tempat pembuangan sampah.

Pengelola wisata Pantai Parang Semar, Trisulo Agus Widodo menjelaskan, pada mulanyanya merupakan kawasan yang terbengkalai dan menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) masyarakat.

“Dulu areal pantai ini menjadi TPS, padahal lingkunganya masih dekat dengan pemukiman,” kata, Agus sapaan akrab Trisulo Agus Widodo yang juga sekaligus pendeta Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Dusun Purwosari, Selasa (5/3/2024).

Pantai-Parang-Semar-2.jpgKondisi Pantai Parang Semar. (Foto: Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

Lantas pada 2019, Agus mengajak masyarakat Dusun Purwosari membersihkan sampah dan mencoba mengelola pantai tersebut bersama para warga setempat yang tergabung dalam jemaat GKJW.

Agus memaparkan, destinasi tersebut dibangun berkonsep wisata edukasi, terutama terkait mencintai lingkungan, melestarikan alam hingga konservasi.

“Dengan Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan kita bersinergi untuk menjaga kelestarian dengan menanam dan bersih-bersih pantai,” tandasnya.

“Adanya komunitas atau instansi seperti Perhutani diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan juga sekaligus peningkatan ekonomi warga sekitar,” imbuh Agus.

Nama Parang Semar sendiri, diceritakan oleh Agus, karena adanya parang atau karang besar berbentuk menyerupai lakon pewayangan Semar. Dengan tinggi kurang lebih 30 meter, parang tersebut menjadi penangkal saat ada gelombang besar.

Dahulu sekitar tahun 80an, tutur Agus, parang berbentuk semar tersebut masih menyatu dengan daratan dan bisa dijangkau, namun lambat laun bibir pantai yang kian terkikis dampak abrasi, hingga kini parang tersebut sudah tenggelam di laut.

Pantai-Parang-Semar-3.jpgParang ditengah laut. (Foto: Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

“Masyarakat sini mempercayai Parang Semar tersebut sebagai sebuah petunjuk, karena dinilai dari watak tokoh pewayangan Semar itu sendiri,” tutur Agus.

Untuk berkunjung ke Pantai Parang Semar, cukup membayar uang retribusi sebesar Rp5000, sebagai dana swadaya untuk pengembangan wisata. 

Karena Pantai Parang Semar berfokus pada wisata edukasi dengan menampilkan kelestarian alam, pengunjung akan belajar vegetasi seperti pohon Mangrove, pohon Stigi langka hingga diajak untuk lebih belajar mencintai lingkungan.

Wisata tersebut cocok bagi pengunjung yang ingin melakukan camping, membuat kegiatan terkait alam dan kegiatan peduli lingkungan. Meski begitu tak menutup kemungkinan bagi pengunjung yang ingin menikmati suguhan alam seperti muara, hutan stigi, cemara, mangrove dan pantai yang begitu menyilaukan mata.

“Ada stand UMKM masyarakat sekitar yang juga menyediakan berbagai camilan dan minuman,” ucap Agus.

Selain memiliki camping ground, Pantai Parang Semar juga kerap menjadi tujuan penyu bertelur.

Agus berharap, akan bisa membuat sebuah tempat konservasi penyu sebagai perlindungan telur penyu dari ancaman binatang dan manusia yang kurang bertanggung jawab. Karena juga kembali lagi pada misi awal yaitu mengusung konsep wisata edukasi.

“Di sini biasanya pada bulan 4 sampai bulan 8 musim penyu bertelur,” tandasnya.

Tak hanya menonjolkan konsep edukasi saja. Ternyata sunset di Pantai Parang Semar tak kalah dari pantai lain, jingga menyala terbenamnya surya dapat pengunjung nikmati pada sore hari.

“Yang bagus apabila saat musim panas akhir dan awal tahun, saat Sunset matahari terlihat sangat bulat dan besar,” kata Agus. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES